Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Spaghetti (Foto: Shutterstock)
Dream - Spaghetti termasuk makanan yang sangat praktis untuk diolah. Para ibu kerap kali membuat makanan khas Italia ini untuk bekal anak, karena kandungan gizinya cukup tinggi.
Terdiri dari karbohidrat, serta protein tinggi dari daging serta keju. Rasanya yang gurih pun sangat disukai anak-anak. Spaghetti rumahan tersebut tentu memiliki rasa yang berbeda dengan spaghetti yang diolah koki terlatih.
Mungkin Sahabat Dream seringkali bingung dengan perbedaan harga spaghetti. Ada yang hanya belasan atau puluhan ribu rupiah.
Namun ada juga yang satu piring mencapai ratusan ribu. Padahal keduanya terbuat dari bahan yang mirip, yaitu spaghetti dan daging. Lalu apa yang membedakannya?
Konsep al dente dalam mengolah pasta seperti spaghetti, lasagna atau macaroni bagi masyarakat Italia adalah hal wajib dan mendasar. Al dente sendiri berarti tekstur yang pas dari sebuah sajian pasta.

(Courtesy of Wikihow)
Level kematangannya tidak kurang dan tidak lebih. Teksturnya harus masih ada kekenyalan saat digigit tapi tdak keras. Menurut Frankie Celenza, seorang kritikus makanan, hal inilah yang paling membedakan antar spaghetti mahal dan spaghetti murah.
" Tekstur al dente jadi sebuah nyawa dari menu spaghetti. Hal ini lah yang menentukan kualitas dari menu pasta. Untuk mencapai tekstur tersebut, dibutuhkan keahlian dan jam terbang dari juru masak," ungkap Celenza seperti dikutip dari Huffingtonpost.
Waktu yang tepat antara mengolah dan menyajikan juga berperan besar. Segera setelah diolah, spaghetti memang sebaiknya langsung dinikmati. Hal ini agar yang memakannya mendapat tekstur pas saat dinikmati.
Tekstur seperti juga rasa dan aroma, akan sangat mempengaruhi kualitas dan kenikmatan makanan. Bagi menu spaghetti, tekstur adalah kunci utamanya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya