Kegiatan Kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9. (Foto: Energen)
Dream - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi gizi dan tumbuh kembang sang anak. Salah satunya adalah dengan menyediakan sarapan yang bergizi sebelum jam 9 pagi.
“ Idealnya sarapan sehat dilakukan sebelum jam 9 pagi. Tidak hanya bertujuan untuk mencegah lapar tetapi juga untuk pemenuhan gizi seimbang saat sarapan dibutuhkan anak untuk belajar, bermain, berkreasi dan berolahraga. Maka dari itu, sarapan sehat yang baik dilakukan pagi hari sebelum pukul 9," jelas Prof. DR. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia.
Untuk memperingati Hari Anak Nasional 2016, Energen menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan anak Indonesia yang lebih sehat dengan mengadakan acara di Taman Mini Indonesia Indah.
Acara ini dihadiri 1000 anak SD dan TK yang didampingi oleh para pendamping. Mereka melakukan kegiatan yang meliputi sarapan sehat bersama, pawai jalan sehat anak, berbagai lomba keterampilan mewarnai, tari, dan edukasi ajakan untuk terus membiasakan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9.
Sales & Marketing Director PT Mayora Indah, Goesnawan, mengatakan, " dukungan di momentum Hari Anak Nasional ini sebagai salah satu wujud keseriusan Energen untuk terus mengampanyekan ‘Sarapan Sehat Sebelum Jam 9’ untuk mewujudkan visi dan misi anak Indonesia sehat,"
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
