Salah Satu Terbaik di Dunia, Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 14 Januari 2019 16:50
Salah Satu Terbaik di Dunia, Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali
Format retail terbaru yang berbasis pengalaman ini mengajak pelanggan menikmati proses coffee journey dari benih ke cangkir.

Dream - Indonesia patut bersyukur memiliki Bali sebagai destinasi wisata tersohor di dunia. Bagaimana tidak? Jejaring franchice kopi terbesar dunia, Starbucks memperkenalkan Starbucks Coffee Sanctuary di Dewata Bali, pada Sabtu, 12 Januari 2019 kemarin. 

Starbucks Coffee Sanctuary di Bali ini menjadi yang terbesar di Kawasan Asia Tenggara dan khusus dibangun untuk merayakan proses perjalanan kopi dari benih hingga ke cangkir dari gerai kopi Starbucks yang akrab dengan sebutan Sbux.

Pembukaan satu-satunya Coffee Sanctuary di Indonesia itu juga menjadi penanda kemitraan Starbucks Indonesia dan PT Sari Coffee Indonesia yang telah menunjukkan keahliannya setelah 16 tahun berinovasi dalam hal desain, customer experience, dan bagaimana memberi dampak bagi komunitas.

 Instagram.com/StarbucksIndonesia

Foto: Instagram.com/StarbucksIndonesia

Gerai Starbucks Dewata merupakan bentuk penghormatan terhadap peran penting Indonesia, negara penghasil kopi Arabika keempat terbesar di dunia, yang berkontribusi  mempersembahkan kopi berkualitas tinggi untuk pelanggan-pelanggan Starbucks, termasuk single-origin Sumatra yang terkenal.

Kopi Sumatra telah menjadi bagian penting dalam daftar minuman Starbucks sejak 1971.

“ Kami mulai memakai kopi Indonesia sejak lebih dari empat dekade lalu dan kami selalu terkesan oleh rasa kebersamaan dan ketelitian terhadap setiap tahap pemrosesan kopi,” ujar Kevin Johnson, CEO Starbucks Coffee Company.

 Instagram.com/StarbucksIndonesia

Foto: Kevin Johnson, CEO Starbucks Coffee Company/Instagram StarbucksIndonesia

Menurut Johnson The coffee sanctuary merupakan gerai Starbucks Reserve Bar yang ke-10 di Indonesia, yang merupakan salah satu dari 185 gerai terbaik di dunia, dengan gerai terbanyak berada di Asia.

" Inilah puncak Starbucks, dan kami sangat bangga dapat memperkenalkan pengalaman menarik ini di salah satu pasar paling dinamis di kawasan Asia Tenggara.”

Didesain sebagai sebuah Coffee Sanctuary di atas lahan seluas 1.850 kaki persegi, gerai Starbucks Dewata menonjolkan craftmanship dan culture sekaligus menyajikan kopi premium dalam pengalaman yang berbeda.

Ini menjadi semacam “ origin-centered version” tempat roasteries, yang memanjakan kelima pancaindra.

Pengunjung masuk melalui perkebunan kopi Arabika, dan bisa ikut dalam pengupasan dan pencucian biji kopi pada musim panen, menjemur biji kopi hijau, mengunjungi pusat pembibitan kopi, lalu masuk ke gerai dengan desain yang terinspirasi budaya dan kerajinan Bali dan seni Indonesia.

Di dalam gerai, pengunjung dapat menikmati lebih dari 100 jenis makanan, merchandise dan handcrafted beverages yang hanya ada di Starbucks Dewata Bali, termasuk Lavender Latte.

Anthony Cottan, director, Starbucks Indonesia, PT Sari Coffee Indonesia menambahkan status Bali sebagai salah satu tujuan wisata terfavorit di Asia dan Indonesia selama ini terkenal sebagai salah satu tempat penghasil kopi yang luar biasa.

" Hal ini mendorong kami bersemangat mengundang para penikmat kopi untuk mengunjungi kami dan mencoba pengalaman menikmati kopi yang dapat menyentuh kelima pancaindra dan menikmati proses coffee journey dari benih hingga ke cangkir di Coffee Sanctuary yang unik ini,” tuturnya.

1 dari 3 halaman

Pengalaman menikmati kopi dengan kelima pancaindra

Berlokasi di Kawasan retail premium Sunset Road Bali, Starbucks Coffee Sanctuary menyediakan pengalaman interaktif yang dikurasi secara saksama.

Saat pengunjung masuk, mereka akan disambut penerima tamu, dan kemudian dipandu menuju perkebunan kopi seluas 1.000 meter persegi, yang merupakan ukuran perkebunan di Indonesia pada umumnya.

Pelanggan bisa melanjutkan perjalanan mereka melewati lanskap Bali kontemporer, melintasi pohon-pohon kopi dan juga pusat pengupasan biji kopi, sebelum akhirnya mencoba mencuci dan menjemur biji kopi yang masih hijau dengan tangan mereka sendiri.

Di dalam gerai, Reserve bar yang sangat luas memberikan pengunjung pengalaman unik untuk menyesap kopi Starbucks Reserve dalam takaran kecil.

Bar utama Starbucks Coffee Sanctuary juga menawarkan minuman khas Starbucks yang selama ini telah dikenal secara luas.

 Instagram.com/StarbucksIndonesia

Foto: Instagram.com/StarbucksIndonesia

Pusat pembibitan kopi Starbucks berlokasi di lantai dua, berkonsep rumah kaca beratapkan panel kaca sehingga menawarkan pengalaman open air.

Di tempat ini, pelanggan dapat melihat tahap awal dalam perjalanan kopi dari benih hingga ke cangkir, dan memperdalam pengetahuan mereka mengenai bagaimana merawat pohon-pohon kopi bersama petani setempat di Bali.

Di sebelah ruang pembibitan, terdapat ruang untuk mencicipi kopi. Di sini pelanggan dapat menikmati kopi sebagaimana ahli-ahli kopi, tanpa menggunakan saringan – hanya kopi dan air – sehingga keunikan cita rasa kopi pada masing-masing cangkir dapat jelas terasa.

Bagi yang menginginkan pengalaman lebih kaya, pengunjung dapat berinteraksi dengan interactive video wall dan mengetahui bagaimana kopi ditanam, diproses, dipanggang, dikirim dan diseduh menjadi secangkir espresso yang nikmat.

Di lantai dua, terdapat media room yang memiliki dua dinding video yang secara serentak menunjukkan hasil kerja Pusat Dukungan Petani milik Starbucks (Starbucks Farmer Support Center) di Sumatra dan hasil kerja Dr. Surip Mawardi, ahli agronomi, dengan petani kopi Indonesia.

2 dari 3 halaman

Mengenal Kopi Melalui Desain Lokal

Starbucks Coffee Sanctuary didesain sebagai homage terhadap kayanya budaya Indonesia dan tradisi kopi negeri ini.

Interior gerai yang luas terinspirasi rumah tradisional Bali yang memiliki ruanganruangan yang saling terhubung sehingga mendorong eksplorasi dari satu tempat ke tempat selanjutnya.

Interior gerai ini didesain bersama para pengrajin dan seniman lokal dengan satu tujuan: menceritakan kisah kopi di Indonesia.

Hal ini direfleksikan pahatan kayu yang menggambarkan budaya dan arsitektur enam lokasi penghasil kopi di Indonesia.

 Instagram.com/StarbucksIndonesia

Foto: Instagram.com/StarbucksIndonesia

Sebuah mural setinggi dua lantai yang berada di halaman didedikasikan khusus bagi petani-petani lokal yang menjaga dan melindungi biji kopi pada setiap
tahapan perjalanannya menuju Starbucks.

Di lantai utama, partner (pegawai) Starbucks menyambut pelanggan dengan Reserve bar yang terbuat dari kayu jati berukuran 13 meter, yang desainnya terinspirasi lanskap terasering lahan sawah di Bali.

Di sini, pengunjung dapat menikmati beberapa minuman Starbucks yang jarang ditemui.

Di dalam gerai, terdapat dinding yang dipenuhi oleh tanaman khas Bali. Spot yang akan menarik perhatian pengunjung ini berada di belakang bar utama dan didesain untuk mengingatkan pengunjung akan ombak pantai di Bali.

Desain serupa dapat ditemui pada tembok luar bagian depan gerai yang terbuat dari batu bata merah.

3 dari 3 halaman

Komitmen Starbucks bagi Komunitas

Starbucks bersungguh-sungguh bekerja sama dengan petani di Indonesia agar secara etis dan berkelanjutan dapat membawa kopi berkualitas tinggi Indonesia ke dunia.

Saat ini, Starbucks adalah pembeli terbesar kopi Arabika Indonesia.

Pada 2015, Starbucks membuka Farmer Support Center di Berastagi, Sumatra Utara di mana tim ahli agronomi Starbucks yang dipimpin oleh Dr. Mawardi melakukan penelitian untuk mengembangkan varietas kopi tahan penyakit dalam upaya menjadikan kopi produk pertanian berkelanjutan pertama di dunia melalui Sustainable Coffee Challenge.

 Instagram.com/StarbucksIndonesia

Foto: Instagram.com/StarbucksIndonesia

Pusat Dukungan Petani di Sumatra adalah salah satu dari sembilan fasilitas yang ada di dunia, termasuk Tiongkok, yang menawarkan bantuan agronomi secara
open-source dan dukungan bagi petani kopi regional untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pohon kopi mereka.

Selain itu, Starbucks Indonesia telah menyumbangkan lebih dari 330.000 bibit kopi beserta bantuan teknis kepada petani kecil hingga saat ini.

Bersama inisiatif yang didorong secara lokal untuk mendukung perbaikan pertanian, Starbucks berkomitmen untuk menyumbangkan 100.000 bibit kopi setiap tahun melalui kemitraan dengan Farmer Support Center.

Sejak 2006, The Starbucks Foundation telah menyediakan lebih dari 4 juta dolar untuk mendukung komunitas petani dan mendukung program pendidikan, air, sanitasi dan kesehatan (WASH) di seluruh Indonesia.

Pada 2018, Yayasan tersebut memberikan hibah kepada Lutheran World Relief untuk mendukung program kesehatan dan kebersihan komunitas yang dipimpin oleh wanita untuk 2.100 rumah di desa-desa penghasil kopi di Sumatra selama tiga tahun ke depan dan kepada CARE untuk mendukung pemberdayaan ekonomi bagi para pekerja wanita di perkebunan teh dan program-program komunitas WASH di Jawa Barat selama dua tahun ke depan.

Saat ini, Starbucks Indonesia menghadirkan Starbucks Experience di 370 gerai, di mana hampir 4.500 mitra dengan bangga mengenakan apron hijau. Starbucks Dewata Coffee Sanctuary di Dewata Bali menandai Starbucks Reserve Bar yang pertama di Bali dan yang kesepuluh di Indonesia, seiring usaha Starbucks menghadirkan coffee journey yang lebih baik bagi pelanggan di Indonesia.

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida