Shazia Saleem, Sukses Makanan Halal di Inggris

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 23 April 2014 21:05
Shazia Saleem, Sukses Makanan Halal di Inggris
Shazia Saleem mendirikan perusahaan makanan halal di Inggris karena terdorong rasa frustasi dan lapar.

DREAM - Ini kisah Shazia Saleem. Muslimah asal Luton, Inggris, yang tengah menapak sukses. Usianya baru 29 tahun. Tapi telah membuat gebrakan besar dengan mendirikan perusahaan makanan halal siap saji pertama di Inggris, berlabel 'Ieat Foods'.

Bisnis yang dimulai Oktober 2013, produk Ieat Food semula dijual terbatas. Namun usaha ini berkembang pesat. Bahkan mulai 26 Februari tahun ini, 12 produk halal Ieat Foods--seperti pizza, pie, dan lainnya--mulai masuk ke 23 toko Sainsbury, jaringan supermarket kenamaan Inggris.

Jiwa usaha Shazia memang sangat kuat. Dia mengidolakan Siti Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW yang juga seorang saudagar. Sejak usia 9 tahun Saleem bahkan telah mempelajari model bisnis Khadijah.

Bagi Shazia, Khadijah adalah sosok pebisnis wanita layaknya miliader saat ini. " Tapi dia memilih meninggal dalam kondisi miskin karena kekayaan, tanpa ragu-ragu dipakai mendukung komunitasnya,” katanya dikutip Huffington Post, bulan lalu.

Lulus bangku kuliah, Shazia menjalankan bisnis akademi olahraga yang fokus pada olahraga hoki. Dia juga menjadi karyawan perusahaan investasi milik pengusaha Peter Jones. Ide mendirikan usaha makanan halal siap saji sudah muncul sejak masih menjadi mahasiswa di Universitas Warwick. Awalnya dia merasa frustasi karena harus menjadi vegetarian untuk menghindari makanan yang tidak halal. Maklum, di negara mayoritas penduduknya non-muslim seperti Inggris, susah mendapat makanan halal.

Frustasi Shazia menumpuk tiap kali makan bersama teman-teman kuliah. Keranjang belanja teman-temannya selalu penuh dengan makanan super lezat, namun tidak halal. Sementara, hanya ada keju dan pasta bawang di keranjang perempuan berhijab itu.

" Ini benar-benar membuat frustasi. Saya berfikir mengapa tak ada orang yang membuat makanan halal siap saji, selain kari yang aneh itu," katanya dikutip BBC.

Dua tahun bekerja pada Peter Jones, dia memutuskan keluar. Bukannya membangun perusahaan makanan halal, dia justru berkelana ke Kamboja. Saat itu usianya 25 tahun. Di sana Shazia membeli 50 persen saham sebuah resort untuk usaha barunya. Usaha ini sukses, namun dia justru menjual sahamnya. Kematian sang ayah awal 2013 membuat dia memutuskan pulang ke Inggris.

Shazia Saleem, Sukses Makanan Halal di Inggris

Hati Shazia kembali terusik saat ingat pesan terakhir sang ayah yang memintanya mewujudkan cita-cita membangun perusahaan makanan halal siap saji. " Kamu harus mewujudkan dan membuatnya sukses," katanya mengulang pesan sang ayah.

Semangatnya membuncah. Lewat survey pasar Shazia tahu komunitas muslim di Inggris yang pada 2011 jumlahnya sekitar 2,7 juta kebanyakan sudah sampai generasi ke dua.

Shazia menemukan bahwa komunitas muslim generasi pertama maupun ke dua, memilih makanan tradisional Inggris dan Italia. Namun, kalangan generasi ke dua lebih memilih membeli makanan dalam bentuk siap saji, nikmat rasanya, dan tentu harus halal.

" Ieat memberikan produk halal yang lezat dan sehat," ujar Saleem. Dia kerap kali berkelakar, selain karena frustasi, bisnis ini terinspirasi oleh rasa lapar. 

Beri Komentar