Credit Via Shutterstock
Menjadi sebuah kenikmatan luar biasa ketika bisa menikmati makanan yang sedap dan lezat di lidah. Apalagi saat lagi di rumah saja seperti sekarang ini, menyantap makanan lezat bisa jadi sebuah hiburan tersendiri. Lebih-lebih jika sajian tersebut mampu kita masak sendiri, makin berlipat rasa antusias untuk melahapnya bersama keluarga di rumah.
Tinggal sekarang, apakah mau mulai memasak atau tidak. Apalagi kini tutorial segala jenis masakan bisa didapatkan dengan mudah. Selain itu, sebenarnya kunci untuk mewujudkan masakan yang lezat itu sederhana saja lho, yakni meracik bumbunya dengan pilihan rempah yang tepat. Nah, biar masakan kamu lebih wangi dan gurih, coba masukkan deretan rempah berikut ke dalam daftar bumbu masak.

Banyak kuliner Nusantara yang mencantumkan daun salam di dalamnya, mulai dari menu tumis, hidangan berkuah hingga makanan yang dikukus. Punya nama lain bay leaves, daun salam biasanya digunakan sebagai penyedap makanan atau menetralkan aroma bahan makanan yang amis. Walau memberikan aroma yang cukup kuat, penambahan daun salam tak akan mengubah cita rasa makanan tapi justru membuatnya terasa lebih segar.

Bukan hanya dikonsumsi dalam bentuk minuman tradisional seperti beras kencur, kencur juga banyak dimanfaatkan dalam berbagai makanan. Dalam bentuk segar, kencur bisa digeprek atau diiris kasar, ada juga olahan berbentuk bubuk yang praktis.
Menambahkan sensasi segar pada sayuran berkuah bening, tumisan, racikan sambal, bumbu pecel, hingga seblak, sebaiknya gunakan kencur seperlunya agar rasa masakan nggak berubah pahit. Selain memberikan cita rasa yang unik, kencur juga mengandung minyak atsiri yang kaya manfaat bagi kesehatan, mulai dari mengobati batuk dan diare hingga menghilangkan stres.

Punya nama lain candlenut, kemiri termasuk salah satu rempah yang banyak dipakai dalam masakan Asia. Sebelum diolah, kemiri yang punya nama ilmiah Aleurites moluccanus ini biasanya disangrai atau digoreng untuk mengeluarkan aroma khas, sekaligus menjaganya tetap awet disimpan.
Manfaat menambahkan kemiri dalam masakan pun bukan hanya menguatkan aroma sedapnya, tapi juga jadi pengental alami dalam hidangan berkuah seperti soto. Tekstur makanan pun jadi lebih legit dan mampu mengikat kandungan dalam santan, sehingga mencegahnya pecah saat dipanaskan.

Rempah yang berasal dari Pulau Banda, Maluku, ini bisa dikenali dari bentuknya yang lonjong dengan cita rasa dan aroma yang khas. Bisa diparut atau dihaluskan terlebih dahulu, penambahan pala ke dalam masakan akan memberikan aroma yang harum dan rasa yang sedikit pedas.
Selain lumrah digunakan dalam berbagai masakan Timur Tengah, wedang hangat, hingga kue, pala juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada daging dan ikan yang cukup kuat. Dalam berbagai masakan Nusantara, rempah ini pun bisa ditemukan dalam pembuatan gulai, kari atau semur daging.

Populer dengan sebutan lemongrass, bumbu masak yang satu ini banyak digunakan dalam berbagai hidangan Asia, mulai dari hidangan berkuah hingga minuman hangat. Hanya perlu dimemarkan, serai akan mengeluarkan aroma dan cita rasa yang khas. Ampuh menghilangkan aroma amis pada ikan, ayam atau daging sapi, serai jadi bahan wajib dalam pembuatan sajian Nusantara seperti soto, opor, gulai maupun kare.

Di luar negeri, daun ketumbar ini dikenal sebagai cilantro. Sering digunakan sebagai garnish, daun beraroma harum ini banyak digunakan dalam masakan Asia seperti Thailand, Vietnam dan Indonesia. Cukup tambahkan potongan daun ketumbar sesaat sebelum disajikan, agar aroma dan cita rasa sajian terasa lebih segar.
Menarik memang untuk mempelajari berbagai jenis rempah Nusantara yang ternyata memiliki sejarah panjang. Mengingat ungkapan yang mengatakan jika bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menggagas sebuah program inspiratif bernama Jalur Rempah untuk mengingat kembali identitas Indonesia sebagai bangsa penghasil rempah terbesar di dunia.
Lebih lanjut, program tersebut dibuat untuk merekonstruksi perdagangan rempah yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Selain itu, dengan adanya program Jalur Rempah ini diharapkan dapat menjadi platform untuk menumbuhkan kebanggaan akan jati diri daerah di Indonesia, dan memperkuat jejaring interaksi budaya antar daerah, pulau dan bangsa. Program tersebut juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya Jalur Rempah untuk pembangunan berkelanjutan.
Lebih membanggakan lagi, Kemendikbud akan mengajukan program Jalur Rempah kepada UNESCO agar bisa menjadi warisan dunia. Hal ini secara tak langsung dapat memperkuat diplomasi Indonesia, sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, apabila program Jalur Rempah sukses mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia. Saat ini ada 20 titik awal rekonstruksi Jalur Rempah yang tersebar dari Raja Ampat hingga Pesisir Selatan (Mandeh). Penasaran sama program Jalur Rempah ini? Gali info lebih lengkapnya di sini.