Terkuak! Ini Rahasia di Balik Menyengatnya Bau Durian

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 11 Oktober 2017 10:28
Terkuak! Ini Rahasia di Balik Menyengatnya Bau Durian
Ternyata, terdapat gen sulfur yang menjadi sumber bau durian.

Dream - Anda pernah bertanya mengapa bau durian yang khas sangat menyengat? Jika pernah, maka hasil penelitian inilah jawabannya. Sejumlah peneliti di Singapura menemukan rahasia bau durian sangat menyengat.

Para peneliti itu menemukan gen bau yang menyebabkan aroba buah berduri itu menyengat dan 'lezat'. Penemuan ini bahkan bisa menjadi jalan bagi riset di masa depan untuk menciptakan durian tanpa bau atau berbau ringan.

Lima peneliti dari Pusat Kanker Nasional Singapura (NCCS) dan Duke-NUS Medical School memulai proyek penelitian tersebut awal 2015. Menggunakan dana sebesar 500 ribu dolar Singapura, setara Rp5 miliar, dari komunitas pecinta durian, peneliti menggunakan durian jenis Musang King atau Mao Shan Wang sebagai sampel.

" Sebagai seorang ilmuwan, saya juga tertarik untuk menemukan gen apa yang ada di balik bau dan rasa durian," kata ketua tim peneliti, Profesor Teh Bin Tean, dikutip dari Channel News Asia.

Tim mendapat temuan bahwa terdapat genom durian terdiri dari 46 ribu gen, dua kali lebih banyak dari manusia dengan 23 ribu gen. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics.

1 dari 1 halaman

Gen yang Menyebabkan Bau Menyengat

Dengan membandingkan berbagai aktivitas gen dari masing-masing bagian tanaman durian, tim peneliti berhasil mengidentifikasi kelas gen yang dinamai MLGs (methionine gamma lyases). Kelas ini mengatur produksi senyawa bau yang disebut senyawa sulfur volatil (VSC).

" Analisis kami menunjukkan produksi VSC diperbaharui dengan cepat pada durian, menghasilkan bau sulfur seperti diakui banyak orang," kata asisten ketua tim, Patrick Tan.

Urutan genom durian akan menjadi sumber sangat berguna bagi penelitian agronomi durian. Contohnya seperti mengidentifikasi, dan kemungkinan untuk memodifikasi gen sehingga bisa tahan terhadap penyakit, namun tetap mempertahankan rasa.

" Kita dapat melihat pada gen-gen (yang bertanggung jawab pada) kadar gula di durian," ujar Tean.

" Secara teoritis, untuk menghasilkan durian yang lebih ramah pada penderita diabetes," kata Tean melanjutkan.

Sang profesor juga mengatakan tantangan penelitian ini adalah jumlah genom tanaman jauh lebih kompleks ketimbang manusia. Hasil riset ini berupa peta genom durian, disumbangkan ke Dewan Taman Nasional dengan harapan bisa mendorong riset lebih jauh tentang durian di masa depan.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More