Suka Susu Kemasan? Ternyata Begini Cara Perawatan Sapi Perah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 21 Februari 2020 12:24
Suka Susu Kemasan? Ternyata Begini Cara Perawatan Sapi Perah
Mereka tidak langsung dimasukkan ke dalam satu kandang, lho.

Dream - Sahabat Dream pasti pernah minum susu kemasan yang bisa langsung dikonsumsi. Selain rasanya yang segar, kini pecinta susu juga memiliki banyak pilihan karena produsen membuat berbagai aneka rasa.  

Susu memang termasuk salah satu asupan yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan. Pasti ingat dong dengan jargon menu 4 sehat 5 sempurna. Nah, susu adalah salah satu anjuran penyempurna dari empat asupan wajib bagi masyarakat itu. 

Tapi tahukah Sahabat Dream bagaimana produksi susu kemasan tersebut hingga akhirnya bisa tersaji di meja makan kamu?

Jurnalis Dream berkesempatan untuk mengunjungi sebuah peternakan yang dikelola produsen food and beverages, PT Greenfield Indonesia. Peternakan tersebut berada di Babadan, Malang, Jawa Timur. 

Head of Farm 1 Greenfields Indonesia, Hani Yudayan yang menyambut tim media pada Kamis, 20 Februari 2020 menjelaskan susu kemasan umumnya diperoleh dari sapi yang sudah berusia minimal dua tahun.  

Sapi-sapi perah di perternakan itu berasal dari Australia dan ditempatkan di kandang yang dibuat semirip mungkin dengan negara asalnya. Tak seperi sapi pedaging, sapi perah memang lebih banyak dikandangkan daripada dilepas liar. 

“ Karena berada di iklim tropis, kami membuat kandang yang nyaman dan mirip dengan tempat asalnya. Kalau tidak dikandangin, mereka tidak bisa bertahan hidup,” kata Hani.

1 dari 6 halaman

Sapi Ternyata Makhluk Sosial

Yang mengejutkan, Hani menjelaskan jika cara hidup sapi kurang lebih mirip seperti manusia sebagai mahkluk sosial. Sapi harus hidup berkelompok dan melewati proses adaptasi bertahap saat mereka lahir.

Saat lahir, bayi-bayi sapi akan berada di kadang yang hanya dihuni satu ekor hingga berusia 30 hari. Setelah itu, sekat-sekat di kandang dibuka sampai mereka berusia 60 hari. Hingga usia 2 bulan, sebuah kandang minimal akan dihuni oleh dua ekor sapi.

“ Sebelum dibuka, mereka harus ada di ukuran yang sama agar tidak berkompetisi,” kata dia.

Nantinya, dalam kandang tersebut akan ada 100 ekor berukuran yang sama. Syarat ukuran ini ternyata wajib dipenuhi. “ Supaya tidak terjadi perselisihan satu sama lain,” jelas Hani.

2 dari 6 halaman

Seperti Apa Perawatan Bayi Sapi Baru Lahir?

Ternyata, Begini Proses Pengembangbiakan Sapi Perah© MEN

Hani menjelaskan, sapi yang baru lahir akan membawa plasenta dan tim akan mengoleskan larutan Iodine di bagian pusar agar bisa mengering. 

Saat masih bayi, anak sapi ini akan mendapat kolostrum dari induk sapi yang diambil dari sang induk yang baru melahirkan. Kolostrum ini dibutuhkan anak sapi karena kandungan antibodi. 

“ Itu adalah susu yang mengandung tinggi antibodi beda sama manusia yang transfer antibodinya lewat plasenta kalau sapi itu dapetnya melalui kolostrum,” kata dia. 

Sebelum pemberian kolostrum, tim akan terlebih dahulu kualitas perasan pertama. Jika kualitas dianggap memenuhi syarat, barulah susu kolostrum itu diberikan kepada bayi-bayi sapi. 

Kandang untuk bayi sapi juga dibuat khusus. Mereka diberi alas jerami yang cukup tebal agar hangat dan nyaman.

“ Untuk bayi sapi yang baru lahir diletakan diatas jerami yang lebih tebal daripada sapi berusia lebih tua agar mereka tetap merasa hangat,” kata dia.

Nah sudah tahu kan proses perawatan sapi. Tunggu ya informasi terbaru lainnya. 

3 dari 6 halaman

Tips Mulai Resolusi Gaya Hidup Lebih Sehat Tanpa Gula di 2020

4 dari 6 halaman

Tips Mengurangi Konsumsi Gula Harian

5 dari 6 halaman

Cek Kandungan Gula

6 dari 6 halaman

Alternatif Lain Menikmati Makanan Rendah Gula dengan Nikmat

Beri Komentar