Kadin Memperkirakan 20 Juta Pegawai Ikut Program Vaksinasi Gotong-Royong. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar program vaksinasi gotong royong di luar vaksinasi gratis yang dijalankan pemerintah. Dari pantauan sementara, Kadin memperkirakan program vaksinasi mandiri ini akan diikuti puluhan juta pekerja di sektor formal.
“ Total 40 persen dari angkatan kerja yang jumlahnya 130 juta adalah 52 juta orang, sehingga kemungkinan yang ikut adalah setengahnya, yakni sekitar 26 juta orang. Atau setidaknya 20 juta pegawai,” kata Rosan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Kadin, Selasa 9 Februari 2021.
Rosan memastikan program vaksinasi ini tidak dibebankan kepada karyawan. Seluruh biaya mulai dari pengadaan sampai vaksinasi akan ditanggung perusahaan.
Sementara jenis vaksin yang digunakan diharapkan bisa menggunakan produk di luar Sinovac atau merek lain yang sudah tercantum dalam daftar program vaksinasi gratis pemerintah.
Melihat respons yang cukup besar dari kalangan pelaku usaha, Kadin memutuskan memundurkan batas waktu pendaftaran keikutsertaan vaksinasi mandiri menjadi 17 Februari 2021. Semula, pendaftaran akan ditutup pada 10 Februari 2021. Perusahaan yang ingin berpartisipasi bisa mendaftar di situs vaksin.kadin.id.
“ Beberapa perusahaan masih membutuhkan waktu,” kata dia.
Regulasi program vaksinasi mandiri itu sampai saat ini masih dalam tahap penyusunan terkait dengan pelaksanaan teknis vaksinasi ditargetkan selesai pada minggu ke-3 Februari ini. Program vaksinasi mandiri akan dilakukan setelah vaksinasi dilakukan terhadap sektor prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.
“ Diperkirakan pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong bisa mulai dilaksanakan dalam rentang kuartal I tahun 2021 hingga memasuki awal kuartal II tahun 2021,” kata dia.(Sah)
Dream – Dunia usaha menyambut baik program vaksinasi gotong-royong yang diinisiasi oleh kalangan pengusaha swasta. Tanpa menggunakan kuota untuk vaksin gratis, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan industri padat karya dan perusahaan yang berada di zona merah menyampaikan minat besar pada program ini.
“ Kami sudah berkoordinasi dengan para pelaku usaha, juga melakukan sosialisasi terkait hal ini. Ternyata antusiasme swasta dari berbagai sektor sangat tinggi untuk mengikuti program ini,” kata Ketua Umum Kadin, Rosan P. Roeslani, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 9 Desember 2021.
![]()
Rosan mengatakan minat besar untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi gotong royong ini di antaranya muncul dari perusahaan di sektor perbankan, manufaktur, tekstil, dan logistik. Mereka umumnya sudah mendaftar untuk ikut terlibat dalam program tersebut.
Yang cukup mengejutkan, Rosan mengungkapkan sejumlah UMKM juga turut mendaftar dalam program vaksinasi mandiri itu.
Lebih lanjut disampaikan, program vaksinasi mandiri lebih efisien dibandingkan dengan mengeluarkan biaya untuk hal-hal lain, seperti tes antigen dan PCR.
Selain itu, program vaksinasi karyawan diyakini dapat mengembalikan jumlah pekerja ke jumlah normal sehingga produktivitas ikut membaik.
“ Perusahaan-perusahaan mengharapkan agar vaksinasi bisa segera dilaksanakan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Kita juga berharap agar iklim usaha segera pulih dan perekonomian dapat bergerak,” kata Rosan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Pelaku usaha turut andil bagian dalam program vaksinasi COVID-19. Keikutsertaan para pengusaha ditandai dengan kehadiran Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P. Roeslani, yang turut hadir dalam program vaksinasi yang resmi dimulai hari ini, Rabu 12 Januari 2021.
Dikutip dari live streaming Youtube Sekretariat Presiden, Rosan menceritakan pengalamannya ketika mengikuti vaksinasi ini. Dikatakan bahwa ada pemeriksaan kesehatan dan dokumen.
“ Prosesnya dicek dulu oleh Bu Dokter. Tensi darah dicek. Ditanya riwayat (kesehatan). Sudah itu, baru dicek lagi persyaratan dan (vaksinasi) nggak lebih dari lima menit,” kata dia ketika ditanya oleh dr. Reisa Broto Asmoro.
Usai mendapat suntikan vaksin, Roeslan yang diminta menunggu selama 30 menit mengaku tak merasakan keluhan apapun setelah divaksin.
“ Alhamdulillah, enak, semangat, nyaman, dan tidak ada keluhan apa-apa,” kata dia.
![]()
Rosan juga berharap vaksinasi ini menjadi jawaban untuk menuntaskan pandemi COVID-19. Dia berharap sektor-sektor perekonomian yang terdampak bisa pulih kembali pada 2021.
“ Kita tentunya menyambut baik dan mengapresiasi pemerintah. Inilah yang kita butuhkan ke depannya agar sektor kesehatan dan juga yang terdampak oleh COVID-19 ini bisa terkendali dan tumbuh di 2021,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.