3 Pelajaran Buruk Soal Uang yang Ditularkan Orangtua

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 26 Maret 2016 13:01
3 Pelajaran Buruk Soal Uang yang Ditularkan Orangtua
Yang mencemaskan, orangtua tak sadar telah menularkan cara mengelola uang tersebut.

Dream - Jangan heran jika tingkat literasi atau pengetahuan keuangan di Indonesia masih rendah. Ternyata banyak orangtua, tak hanya di Tanah Air, memberikan contoh buru dalam urusan mengelola uang.

Padahal pendidikan soal uang tak hanya cukup dipelajari di bangku sekolah. Orangtua juga harus menjadi guru buat anaknya.

Jika mau anak Anda paham tentang uang, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengajar diri kita sendiri. Atau paling tidak mengamati bagaimana keluarga kita menangani soal keuangan.

Sayangnya, banyak yang salah memberikan pelajaran.

Berikut adalah contoh pendidikan buruk soal uang yang dipelajari anak dari orangtuanya:

1. Mengabaikan tabungan

Tak mau punya tabungan karena terlalu malas terkena biaya-biaya administrasi. Sebaiknya ubah pemikiran itu. Kini kita hidup dalam dunia penuh dengan biaya.

Jangan karena alasan ini, Anda malas punya simpanan atau membuka tabungan. Mulai saat ini mulailah mengecek tabungan Anda. Periksa berapa banyak biaya administrasi keluar. Jika ada, hindari menggunakan transaksi yang dikenakan biaya tinggi

2. Belanja Tak Karuan

Orangtua kita hidup dengan pola yang sudah tertanam sejak lama. Dimulai dari belajar yang rajin agar masuk kuliah dan dapat pekerjaan bagus. Harga diri kamu dengan membeli mobil bagus, lalu membeli rumah, punya anak, dan nikmati masa pensiun bahagia.

Namun tak disadari jika waktu berubah dan barang-barang atau roda kehidupan keuangan juga terus bertambang. Sebagai contoh, bank tak mau memberi pinjaman padahal kami belum dapat pekerjaan bagus. Gaji pun naik tak sesuai harapan.

3. Tabu membicarakan soal uang dengan pasangan

Orang tua kita mungkin termasuk generasi yang tak mau mengungkit soal gaji yang diterima pasangan. Atau seberapa besar kamu menghabiskan uang. Hal itu bahkan dianggap tabu.

Padahal, jika kamu tak mau mengobrol tentang uang, itu bisa menjadi awal bencana. GoBankigRates.com menyebut hampir 36 persen orang menyembunyikan masalah keuangan. Sementara 32,6 persen mengaku punya utang menumpuk.

Jadi masih tabu membicarakan uang?

(Sumber: Cheatseat.com)

Beri Komentar