Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Waktu Sangat Berharga, Sekalinya Pergi Dia Takkan Kembali. (Foto: Shutterstock)
Dream – Orang-orang sukses sepakat bahwa waktu adalah hal yang paling berharga. Sekali waktu pergi, dia takkan kembali.
Tak seperti uang, kamu takkan bisa menghasilkan lebih banyak waktu.
Sayangnya, meskipun banyak waktu berharga yang diberikan, sebagian besar orang justru menyiakannya. Kita menghabiskan waktu untuk tidak melakukan apa pun. Kita juga sering konsetrasi terpecah untuk hal-hal yang tidak penting.
Lantas, bagaimana cara kita untuk menghargai waktu? Dikutip dari Success, Selasa 26 Februari 2019, ada empat cara yang bisa kamu lakukan.
Dengan banyaknya gangguan dalam aktivitas sehari-hari, kita bisa sangat mudah kehilangan satu “ gambaran” besar. Ini kadang-kadang tidak bisa kita hindari ketika sedang menangani sebuah krisis atau masalah keluarga.
Tapi, kalau terus-menerus diganggu oleh media sosial, surel, dan prioritas orang lain, kita akan menjadi frustrasi dan stres karena tak bisa hadir untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Untuk bisa mencapai suatu gambaran besar, kamu perlu bertanya kepada diri sendiri apa tujuan yang akan dicapai dan kemungkinan menyesal kalau tak tercapai. Lalu, tanyakan juga apa prioritasmu dan hal yang membuatmu untuk bangun tidur setiap pagi.
Menjawab pertanyaan itu akan membuatmu memberikan tujuan hidup. Ketika punya tujuan hidup, kamu akan termotivasi untuk fokus dan melakukan apa saja untuk mencapai potensi yang maksimal.
Bayangkan ketika bangun tidur pada hari tanpa rencana. Terkadang, itu adalah perubahan yang disambut baik ketika sedang berlibur.
Bagaimana kalau itu terjadi pada hari kerja? Tanpa daftar yang harus dilakukan, kamu mungkin akan mengembara ke kantor sampai merasa ingin pulang. Kamu juga membiarkan gangguan yang tak berguna, mengendalikan jadwalmu. Buang-buang waktu saja.
Lebih buruk lagi, dengan tidak merencanakan hari, kita tidak bisa membuat kemajuan pada tujuan yang bisa membantumu mewujudkan gambaran besar yang ada dalam pikiran kita. Meskipun tak direncanakan setiap menit, kamu perlu memiliki struktur tentang cara menghabiskan waktumu.
Kita semua bersalah membuang-buang waktu. Kita sering membuang waktu dengan menonton video streaming atau membaca media sosial. Lebih baik buatlah prioritas, misalnya, melalui Google Calendar.
Kamu bisa mengurutkan jadwal tugas yang akan diprioritaskan.
Idealnya, ketika memiliki waktu luang, itu harus dihabiskan untuk kegiatan yang berharga dan bisa membantumu tumbuh sebagai pribadi yang lebih baik.
Contohnya, menghabiskan waktu yang berkualitas dengan orang-orang yang dicintai, membaca, mempelajari keterampilan baru, berolahraga, atau memperbarui keuangan kamu.
Nah, cara yang terakhir ini acapkali dilupakan orang. Waktumu itu adalah aset yang sangat berharga, makanya kamu tidak bisa memberikannya secara percuma.
Tanpa disadari, ada perbuatan yang memperlihatkan waktumu tidak berharga, seperti menjadi “ Yes Man”, yaitu menerima setiap permintaan dari orang lain dan memprioritaskan mereka. Mulailah untuk mengatakan “ tidak” terhadap permintaan itu. Ini adalah cara yang paling sederhana untuk mencapai tujuan.
Ada juga kamu yang mudah terganggu. Ketika berada di tengah-tengah pekerjaan, kamu terganggu dengan panggilan, e-mail, teks, atau suara ketukan pintu. Kamu harus menghentikan apa yang dilakukan dan gangguan semakin bertambah.
Jika tak ingin buang-buang waktu, jadwalkan waktu kamu untuk memblokir gangguan-gangguan tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya