Investor Mengamati Pergerakan IHSG Yang Sempat Menyentuh Rekor Tertinggi (Antarafoto.com)
Dream - Aksi jual jelang penutupan menekan laju bursa saham syariah. Namun kembali mengalirnya dana asing berhasil mempertahankan laju indeks saham syariah di zona hijau.
Empat sektor saham menjadi motor penggerak pasar modal Indonesia di pertengahan pekan ini. Investor terutama memburu saham di sektor perdagangan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,273 poin (0,18%) ke level 152,042.
Level penutupan ISSI ini lebih rendah dibandingkan sesi pembukaan perdagangan. Pagi tadi ISSI dibuka menguat 0,63 poin ke level 152,399.
Sepanjang perdagangan di zona hijau ini, ISSI berhasil menyentuh level tertinggi 153,593 dan terendah di 152,042.
Naiknya harga saham dari 99 emiten syariah mendorong ISSI menutup perdagangan di zona hijau. Namun, ISSI memang tertekan oleh turunnya harga saham dari 77 emiten lainnya.
Transaksi jual beli saham syariah kali ini bernilai Rp 2,6 triliun dengan 36,61 miliar saham yang berpindahtangan.
Sedikit penurunan laju penguatan indeks juga dialami indeks saham bluechips syariah. Naik 0,476 poin (0,08%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat di level 629,104.
JII bertumpu pada naiknya harga saham dari 11 emiten. Meski tertekan oleh koreksi harga saham dari 15 emiten.
Tekanan jual jelang perdagangan juga menekan kenaikan tinggi yang sempay dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ditutup di level 4.721,121, IHSG menguat 6,365 poin (0,14%).
Lantai bursa kali ini menghimpun dana nasabah hingga Rp 4,45 triliun dan 50,65 miliar saham yang berpindahtangan. Pemodal asing yang empat hari terakhir menggelar aksi jual kini berbalik mengoleksi saham-saham yang sudah jatuh. Nett buy asing sore ini mencapai Rp 367 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham utama China mulai pulih setelah dilanda koreksi dalam. Indeks Hang Seng dan Shanghai sore ini menguat 0,47 persen dan 3,44 persen. Namun Nikkei Jepang dan Kospi Korea justru melemah 0,13 persen dan 0,07 persen.
Di pasar keuangan, laju rupiah juga mulai menunjukan penguatan. Sore ini rupiah menguat 8 poin (0,06%) menjadi 13.444 per dolar AS.