Kurs Rupiah Diperkirakan Tertekan Pasca Aksi 22 Mei

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 21 Mei 2019 12:45
Kurs Rupiah Diperkirakan Tertekan Pasca Aksi 22 Mei
Ada beberapa hal yang mendorong rupiah terkoreksi.

Dream – Kabar akan adanya aksi penolakan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 diperkirakan akan membuat nilai tukar rupiah melemah. Hal ini diungkapkan oleh peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira.

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 21 Mei 2019, Bhima mengatakan rupiah akan mengalami koreksi. Seperti yang diketahui, saat ini nilai tukar rupiah sudah melemah selama beberapa waktu terakhir.

“ Rupiah diperkirakan kembali alami koreksi ke 14.500-14.600 pasca 22 Mei," kata dia.

Meski ada kemungkinan mengalami koreksi nilai tukar rupiah, Bhima menilai kondisi pasca pemilu tahun ini sangat berbeda dengan 2014 silam.

" Kondisi saat ini berbeda dari tahun 2014 di mana optimisme pelaku pasar paska Pemilu cukup tinggi. Ada harapan pemerintah di bawah Jokowi bisa mendorong ekonomi hingga tumbuh 7 persen," kata dia.

1 dari 1 halaman

Investor Tak Seoptimistis Dulu?

Bhima mengatakan, saat ini investor tak seoptimistis dulu. Dikatakan bahwa “ Jokowi’s Effect” tak lagi terjadi pada Pemilu tahun ini.

Hal ini disebabkan tidak tercapainya angka pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sejak awal pemerintahan yaitu pada angka 7 persen.

" Tapi sekarang ekspektasinya tidak setinggi itu karena melihat tren 5 tahun terakhir ekonomi hanya mampu tumbuh 5 persen. Jokowi effect berkurang di mata investor," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan nilai tukar Rupiah terhadap Amerika Serikat (AS) pada Mei 2019 melemah 1, 45 persen. Kondisi ini dipengaruhi dampak ketidakpastian global serta pola musiman peningkatan permintaan valuta asing.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya