4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dream – Pada tahun 1987 silam, masyarakat digegerkan dengan kelahiran bayi kembar siam yang diberi nama Yuliana dan Yuliani. Anak pasangan Tularji dan Hartini dari Tanjung Pinang, terlahir kembar siam dempet di kepala secara vertikal atau disebut dengan kraniopagus.
Hingga akhirnya, pada usia yang baru menginjak 2 bulan 21 hari, Yuliana dan Yuliani harus menjalani operasi pemisahan kepala di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Dulu banyak yang meragukan si kembar siam Yuliana-Yuliana akan tumbuh normal, bahkan banyak pakar mengumbar pernyataan bahwa keduanya akan mengalami cacat mental. Faktanya, kini Yuliana-Yuliani berhasil berkembang sehat, cerdas, bahkan menjadi orang yang sukses. Operasi pada 21 Oktober 1987 itu jadi tonggak sejarah bidang kedokteran di Indonesia, khususnya bedah saraf.
Kini, Yualiana-Yuliani telah dewasa. Bagaimana kabar mereka sekarang?
Nah, ketika kamu berfikir akan menjadi apa mereka setelah operasi? Tidak ada yang menyangka sekalipun bahwa si kembar telah menjadi orang hebat dan sukses. Meski dulunya kembar siam dan pernah menjalani operasi pemisahan kepala yang sangat berisiko, tetapi keduanya mampu bersaing, khususnya di bidang pendidikan dengan anak-anak lain pada umumnya yang terlahir normal. ( Foto: Twitter/ @airin_nz)
Hak Cipta Twitter/ @airin_nzAdvertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
