Anggaran Dipotong, Begini Nasib THR Para PNS

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 18 Mei 2016 07:31
Anggaran Dipotong, Begini Nasib THR Para PNS
Pemerintah memangkas anggaran APBN sampai Rp 50 triliun. Alokasi sejumlah kementerian dipangkas besar. Lalu nasib THR PNS?

Dream - Pemerintah telah memangkas anggaran hingga Rp50,01 triliun tahun ini. Meski memotong anggaran cukup besar, pemerintah memastikan pemotongan anggaran ini tidak berpengaruh terhadap tunjangan kinerja pengawai negeri sipil (PNS).

Tentu ini menjadi kabar baik bagi para abdi negara. Dengan keputusan ini, pembayaran gaji ke-13 dan ke-14, atau disebut Tunjangan Hari Raya (THR) para PNS masih aman.

" Tunjangan kinerja adalah bagian dari pengembangan sumber daya manusia (SDM). Yang kami kurangi adalah belanja operasional, tidak termasuk belanja pegawai," kata Menteri Keuangan, Bambang P. S. Brodjonegoro, di Jakarta, Selasa 17 Mei 2016.

Bambang mengatakan setiap tunjangan kinerja tersebut sudah termasuk ke dalam anggaran setiap kementerian. " Setiap tunjangan kinerja itu adalah bagian dari reward kementerian lembaga yang sudah melakukan reformasi di masing institusi," kata dia.

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L). Dalam aturan itu, pemerintah memangkas anggaran kementerian sebanyak Rp50,01 triliun dalam APBN 2016.

Dilansir dari situs Sekretariat Kabinet, Senin 16 Mei 2016, potongan anggaran sebesar Rp50,01 triliun ini terdiri atas efisiensi belanja operasional sebesar Rp20,95 triliun dan efisiensi belanja lain sebesar Rp29,06 triliun. Dalam pemotongan anggaran itu, anggaran pendidikan dan kesehatan pun juga dipangkas. Anggaran kesehatan dikurangi sebesar Rp10,9 triliun dan anggaran pendidikan dikurangi Rp1,43 triliun.

Sementara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memastikan gaji ke-13 dan THR para PNS akan dicairkan pada tahun ini. Namun proses pencairan masih menunggu harmonisasi peraturan pemerintah. 

1 dari 2 halaman

Ini Besaran Uang THR Para PNS

Dream - Untuk pertama kalinya, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada Lebaran tahun ini. Tak cuma itu, abdi negara juga bersiap menerima gaji ke-13.

Meski sudah memberikan kepastian diberikan pada Juli 2016, pencairan gaji ke-13 dan THR bagi PNS belum bisa dipastikan waktunya.

“ Namun untuk kepastian diberikan sebelum atau sesudah lebaran belum ada,” jelas Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Gaji dan Tunjangan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PANRB), Hidayah Azmi Nasution.

Mengutip laman Setkab, Senin, 16 Mei 2016, Rancangan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian THR Tahun Anggaran 2016 dan RPP tentang Pemberian Gaji Ke-13 tersebut sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM

Setelah proses harmonisasi, RPP tersebut akan dikembalikan lagi ke Kementerian PANRB kemudian diajukan ke Presiden.

Adapun besaran THR atau gaji ke-14, menurut Hidayah, lebih kecil dari gaji ke-13, yakni satu kali gaji pokok. Hal ini karena THR merupakan pengganti dari kenaikan gaji PNS setiap tahunnya, dimana tahun 2016 ini tidak ada kenaikan gaji pokok.

Sedangkan untuk gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lain, seperti penghasilan PNS/Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasa diterima setiap bulan.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah akan memberikan gaji ke-13 dan THR kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“ Gaji ke-13 diberikan saat anak- anak masuk sekolah, THR akan dibayarkan menjelang lebaran,”ujar Yuddy.

2 dari 2 halaman

Aturan Baru, Pegawai Baru Kerja Sebulan Dapat THR

Dream - Jelang Lebaran tahun ini, para pegawai yang baru bekerja satu bulan mendapat kabar baik. Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan berhak mendapatkan Tunjang Hari Raya (THR) Keagamaan.

Besaran THR sendiri dihitung secara proporsional dengan memperhitungkan masa kerja.

Ketentuan ini tertuang dalam kebijakan baru Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan yang diundangkan mulai 8 Maret 2016.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Dream, Jumat, 1 April 2016 mengatakan dalam Permenaker 4/1994, sebelumnya dinyatakan pembagian THR diberikan kepada pekerja dengan masa kerja minimal 3 bulan. Namun dengan aturan baru ini. pegawai yang baru bekerja minimal 1 bulan berhak mendapat THR.

" Hal itu berlaku bagi pekerja yang memilki hubungan kerja, termasuk yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu, (PKWT), “ kata Hanif.

Menurut peraturan yang lama, Ketentuan besarnya THR berdasarkan peraturan THR Keagamaan tersebut adalah bagi pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. Selain itu, disebutkan pula setiap pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus-menerus atau lebih maka berhak mendapatkan THR secara proporsional.

" Pekerja/buruh yang bermasa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional, dengan menghitung jumlah masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah," jelas keterangan tersebut.

Hanif menjelaskankan THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan atau dapat ditentukan lain sesuai dengan kesepakatan pengusaha dan pekerja yang dituangkan dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PKB).

Beri Komentar