Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Kilang Minyak
Dream - Ambruknya harga minyak mentah dunia ke bawah level US$ 40 per barel memukul ekonomi negara-negara Timur Tengah. Menggantungkan pendapatan dari emas hitam, masa depan negara kaya seperti Arab Saudi menjadi perhatian dunia.
Mohammad Al Sabban yang menjadi penasihat kerajaan soal kebijakan minyak selama 27 tahun hingga 2014, mempunyai pandangan sendiri terkait nasib Saudi di tengah murahnya harga minyak. Menurutnya, Saudi masih sanggup bertahan dengan harga minyak rendah setidaknya selama delapan tahun.
Kepada media BBC, Al Sabban mengungkapkan pihak kerajaan memang khawatir dengan harga rendah minyak mentah yang terus berkelanjutan. Namun Saudi bersikukuh pada kebijakannya mempertahankan pangsa pasar.
" Arab Saudi dapat mempertahankan harga minyak yang rendah ini untuk setidaknya delapan tahun," kata Al Sabban kepada BBC World Business Report seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Kamis, 22 Januari 2015.
AL Saban melaporkan ketahanan Saudi saat ini masih bisa ditunjang dari cadangan devisa yang besar bernilai 3 triliun riyal. Kedua, pemerintah Saudi juga mulai melakukan rasionalisasi pengeluarannya dengan jalan mencoba memangkas semua kelebihan dari anggarannya.
Arab Saudi sebelumnya telah menolak memotong produksi minyak meski harga turun sekitar 60 persen, menjadi kurang dari US$ 50 per barel, sejak Juni.
Al Sabban mengatakan kerajaan akan menunggu selama mungkin untuk mendorong produsen minyak shale keluar dari pasar.
" Untuk mempersingkat siklus, Anda perlu menurunkan harga serendah mungkin untuk melihat produsen minyak shale keluar dari pasar di satu sisi, dan juga jika ada peningkatan permintaan yang tentu akan disambut pasar," katanya.
Sementara itu, Iran mengklaim negara-negara Arab tengah memimpin rencana internasional untuk melemahkan Teheran dengan memaksa menurunkan harga minyak.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes