Pendiri Bank Infrastruktur Islam Bertambah Satu Pihak, Yaitu Arab Saudi.
Dream - Arab Saudi memutuskan bergabung dengan Turki, Indonesia, dan Islamic Development Bank (IDB) untuk membentuk bank infrastruktur Islam. Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan, Bambang P. S. Brodjonegoro.
" Keempatnya akan menjadi pendiri bank tersebut," kata Bambang di Jakarta, dilansir dari India Times, Selasa 24 Mei 2016.
Dia mengatakan masing-masing pihak akan menyumbang US$300 juta atau sekitar Rp4,09 triliun untuk mendirikan proyek ini. Rencananya, bank ini akan memiliki dua kantor pusat, yaitu di Istanbul, Turki, dan Jakarta, Indonesia.
Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ini mengatakan entitas baru ini akan beroperasi awal tahun 2017. Bank ini tak hanya melakukan pembiayaan dengan surat utang syariah (sukuk), tapi juga membuka pasar sekunder bagi instrumen finansial syariah lainnya.
" Untuk membuka pasar sukuk, kehadiran bank ini sangat penting," kata dia.
Masuknya Arab Saudi yang notabene sebagai pemegang saham terbesar di IDB dan beberapa bank syariah terbesar, diyakini akan menyukseskan pendirian bank infrastruktur Islam.