JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Salah Satu Rancangan Mel Ahyar, Happa (Foto: Happa)
Dream - Di era fashion yang semakin modern, busana etnik masih tetap diminati. Salah satu yang megggeluti bidang ini adalah Mel Ahyar.
Desainer jebolan ESMOD Jakarta itu memberi sentuhan etnik di salah satu lininya, Happa. Mel tak sekadar bermain dengan corak tradisional. Setiap karyanya memiliki filosofi yang dalam.
" Harus kumpulin story dari setiap daerah, mana yang mendalam akan kita angkat ke dalam bentuk busana. Bukan yang paling bagus, tapi mana yang mudah dikomunikasikan," tutur Mel di acara launching Hulu Laran, Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

Foto: Happa
Komitmennya terbukti lewat lini Happa yang telah meluncurkan 14 koleksi selama 4 tahun. Wanita kelahiran 1981 itu mengangkat 8 budaya lokal dan 6 mancanegara.
" Kreatifitasnya terletak pada cara mengadaptasi budaya tanpa melanggar pakem yang ada. Ada motif tertentu yang gak cocok dipakai di badan, misal simbol kedewaan, kita hindari itu," jelasnya.
Koleksi terbaru bertajuk 'Hulu Laran' mengangkat budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digarap bersama Andien Aisyah. Agar tetap otentik, Mel bekerjasama dengan pengrajin lokal.

" Setiap kita bawain kain tradisional, tantangannya selalu ada di pengrajin. Ada perbedaan bahasa. Pengrajin juga tidak bisa menentukan hasil jadi yang tetapnya kapan," kata Mel.
Dalam memberi sentuhan etnik, Mel banyak mengandalkan ornamen seperti bordir, sulam, payet hingga manik-manik. Warna vibrant mendominasi karya-karyanya.

Foto: Happa
Pada koleksi Hulu Laran, Mel mengambil inspirasi dari cerita rakyat Sang Penyair dan Tari Caci. Kesan etnik juga terlihat pada campaign video.
Bedurasi singkat, Mel dan tim Happa melakukan syuting di tengah hutan. Salah satu kru bahkan sempat terjangkit demam berdarah.
Pemilik nama lengkap Imelda Ahyar itu juga menggarap lini fashion mewah lewat Mel Ahyar Couture. Sahabat Dream bisa tengok koleksinya di sini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun