Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Buttonscarves Paradise Takeover 2026
Buttonscarves kembali menggelar Tropical Paradise Takeover, sebuah aktivasi tahunan yang menggabungkan fashion, gaya hidup, kuliner, dan kebersamaan komunitas dalam satu destinasi. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, acara ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026, dengan konsep yang lebih besar dan semakin lengkap dibandingkan edisi sebelumnya.
Mengangkat tema Under The Sea Series, Tropical Paradise Takeover 2026 terinspirasi dari pesona dunia bawah laut. Berlokasi di Land's End, Pantai Indah Kapuk 2, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman mulai dari pop up store, instalasi bernuansa laut, area foto interaktif, hingga kolaborasi kuliner bersama sejumlah tenant yang berada di kawasan tersebut.
CEO Buttonscarves, Linda Anggrea, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali diperkenalkan pada 2024, Tropical Paradise memang dirancang sebagai pengalaman yang lebih dari sekadar peluncuran koleksi terbaru.
" Ketika pertama kali memperkenalkan Tropical Paradise pada 2024, sejak awal kami membayangkan aktivasi ini sebagai sesuatu yang lebih besar dari sekadar peluncuran koleksi. Kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman tahunan yang benar-benar dapat dinantikan oleh komunitas Buttonscarves," ujarnya.

Jika pada dua penyelenggaraan sebelumnya Buttonscarves identik dengan warna Viva Magenta atau Fuchsia, tahun ini brand tersebut memilih Deep Teal sebagai warna utama koleksi musim panas. Linda menjelaskan, pemilihan warna tersebut mengikuti tren warna 2026 sekaligus merepresentasikan kedalaman laut yang menjadi inspirasi utama tema tahun ini.
Menurutnya, warna laut tidak hanya didominasi biru, tetapi juga menghadirkan gradasi hijau kebiruan yang semakin pekat seiring bertambahnya kedalaman. Karakter warna itulah yang kemudian diaplikasikan ke berbagai produk Buttonscarves, mulai dari scarf, busana, tas, sepatu, aksesori, hingga lini lifestyle.
" Aku cinta banget sama elemen-elemen laut. Setiap kali berada di laut dan melihat horizon, rasanya pikiran jadi lebih tenang. Keindahan itu yang selalu ingin kami refleksikan ke dalam koleksi-koleksi Buttonscarves," kata Linda saat konferensi pers.
Under The Sea Series juga menjadi koleksi terlengkap yang pernah diperkenalkan dalam rangkaian Tropical Paradise Takeover. Selain scarf, Buttonscarves menghadirkan lebih dari 20 koleksi ready to wear, tas, alas kaki, kacamata, dan berbagai produk lainnya yang mengusung permainan warna terinspirasi dari terumbu karang serta kedalaman laut. Meski begitu, sentuhan Fuchsia tetap dipertahankan sebagai identitas khas brand.

Tidak hanya menghadirkan koleksi terbaru, Tropical Paradise Takeover 2026 juga dirancang sebagai ruang interaksi bagi komunitas dan keluarga. Selama satu bulan penyelenggaraan, berbagai kegiatan akan digelar bersama Buttonscarves Community, mulai dari gathering hingga aktivitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Linda menjelaskan, koleksi musim panas kali ini memang dikembangkan untuk menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Material yang ringan dipilih agar tetap nyaman dikenakan saat beraktivitas di luar ruangan maupun ketika berada di dalam ruangan berpendingin udara.
" Kami ingin orang-orang menikmati liburan dengan pakaian yang ringan, nyaman, dan tetap fashionable. Biarkan angin yang berbicara, biarkan fashion yang menjadi dramanya," ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Tropical Paradise Takeover, Buttonscarves juga membawa visi yang lebih besar dalam membangun merek Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Linda berharap konsistensi dalam menghadirkan produk berkualitas dapat membuktikan bahwa brand lokal memiliki daya saing yang setara dengan label internasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki pasar yang besar sekaligus talenta kreatif yang mampu menghasilkan produk, tim, hingga cara berpikir berstandar dunia. Dengan komitmen tersebut, ia optimistis semakin banyak brand dari Asia Tenggara yang dapat berdiri sejajar dengan nama nama besar di industri fashion global.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya