Krisis Ukraina, Arab Saudi Siap Tambal Pasokan Minyak

Reporter : Ramdania
Selasa, 13 Mei 2014 12:16
Krisis Ukraina, Arab Saudi Siap Tambal Pasokan Minyak
Krisis Ukraina yang berkepanjangan membuat pasar minyak dunia tergunjang. Terjadi kekurangan pasokan yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia. Arab Saudi siap menambah pasokan guna menjaga harga.

Dream - Eksportir minyak terbesar di Arab Saudi siap memasok lebih banyak minyak jika ketegangan antara Rusia dan Ukraina semakin memburuk. Intervensi militer Rusia di Semenanjung Crimea Ukraina menyebabkan pasar minyak dunia tergunjang dalam beberapa bulan terakhir.

Bahkan, harga acuan minyak Brent saat ini menyentuh US$ 108 per barel, setelah sempat mencapai level tertingginya, US$ 112,39 per barel pada 3 Maret lalu.

" Kami bersedia memasok kekurangan pasokan minyak karena krisis ini," kata Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al Naimi di arabianbusiness.com yang dikutip Dream.co.id, Selasa 13 Mei 2014.

Naimi menambahkan, saat ini produksi minyak di Arab sebesar 9,6 juta barel per hari. Sementara kapasitas yang dimiliki sebanyak 12,5 juta barel per hari. Pada bulan April, produksi minyak Arab Saudi sebesar 9,66 juta barel per hari, meningkat dari bulan Maret yang sebesar 9,57 juta barel per hari.

Krisis ini masih berpotensi memanas karena adanya pernyataan sepihak, pihak pro-Moskow atas kemenangannya, Minggu lalu. Berbicara di sela-sela konferensi di Seoul, Naimi mengatakan harga minyak yang paling moderat adalah US$ 100 per barel.

" Seratus dolar adalah harga yang adil untuk semua konsumen, produsen, dan perusahaan minyak," ungkapnya.

Dia menambahkan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) harus menjaga stok 30 juta barel per hari. Pada pertemuan OPEC Juni mendatang, akan disepakati peningkatan produksi guna menutup kekurangan stok karena adanya kasus perselisihan atau sanksi-sanksi yang didapat negara-negara produsen minyak beberapa tahun terakhir. (Ism)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara