Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Orang Kaya.
Dream – Belum lama ini, Megawati Institute merilis kajian tentang oligarki ekonomi di Indonesia. Hasilnya, 40 orang terkaya di Indonesia memiliki harta ratusan ribu kali lipat dari aset rata-rata orang Indonesia.
Dikutip dari laporan yang diunggah di laman megawatiinstitute.org, oligarki adalah sistem politik pertahanan kekayaan (wealth defense) yang dilakukan oleh segelintir orang dengan konsentrasi kekayaan yang besar yang bersumber dari kekuasaan.
Nah, dalam kajian ini, Megawati Institute menggunakan konsep material power index (MPI) yang dikembangkan oleh Jeffrey Winters.
Hasilnya, angka MPI Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain, kecuali Filipina. Angka MPI Indonesia sebesar 584,476. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata aset yang dikuasai 40 orang terkaya di Indonesia setara dengan 600 ribu kali lipat aset rata-rata yang dimiliki oleh orang di Indonesia.
Selain itu, hasil kajian yang berjudul Hasil Riset Oligarki Ekonomi ini juga menunjukkan, selama periode (2006-2016), kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia naik 317,1 persen atau 4 kali dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk informasi, total kekayaan orang Indonesia pada 2017 sebesar US$119,72 miliar (Rp1.606,66 triliun), meningkat dari total kekayaan pada 2016 yang sebesar US$92,91 miliar (Rp1.246,87 triliun).
Pada periode itu pula, kekayaan orang Indonesia naik 510,7 persen atau 10 kali dari pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Data Megawati Institute yang dikutip dari Forbes, BPS, dan IMF juga menunjukan total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia mencapai Rp1.696 triliun. Harta kekayaan itu lebih besar dibandingkan target penerimaan pajak pemerintah dalam APBN 2018 yang sebesar Rp1.618 triliun.
Tak hanya itu, dengan kekayaannya itu, ekonomi INdonesia bisa menggerakkan roda pemerintah Indonesia dalam satu tahun kalender anggaran dimana APBN 2018 menetapkan belanja pemerintah senilai Rp1.454 triliun.
Kajian ini juga menyebut bahwa oligarki ekonomi menjadi ancaman terbesar bagi keadilan sosial karena bisa menimbulkan pembentukan harga, persaingan tidak sehat, wirausaha baru dan pertumbuhan ekonomi terhambat, serta mengganggu stabilitas politik karena ketimpangan ekonomi.
Untuk itu, Megawati Institute merekomendasikan pemerintah untuk mempercepat redistribusi aset dan akses untuk meningkatkan penguasaan aset masyarakat bawah dan memberikan alat untuk berproduksi, mempercepat pelaksanaan kebijakan dana desa, sehingga masyarakat bawah bergerak.
Pemerintah juga diimbau fokus memperkuat UKM dan IKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, serta menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
