Astagfirullah, Satu Juta PNS Mau Dipecat!

Reporter : Syahid Latif
Senin, 30 Mei 2016 12:34
Astagfirullah, Satu Juta PNS Mau Dipecat!
Langkah drastis ini merupakan bagian dari rasionalisasi. Siapa saja yang bakal terkena pemecatan?

Dream - Kabar buruk bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintahan Jokowi-JK disebutkan tengah menggodok aturan rasionalisasi atau pengurangan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tanah Air. Targetnya, satu juta PNS akan diberhentikan hingga 2019 mendatang.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, rencana pengurangan jumlah PNS hingga satu juta orang ini menunggu proposal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Sebagai bendahara negara, Bambang memastikan belanja negara dipastikan akan dihemat dengan kebijakan pengurangan ini.

" Ya (lebih hemat) dikali satu juta jumlah gajinya. Tapi kan harus semacam ada pesangon," ucap Bambang di Jakarta, dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Senin, 30 Mei 2016. 

Bambang yakin pengurangan jumlah PNS ini tidak akan mempengaruhi pelayanan bagi masyarakat.

Isyarat akan adanya pemangkasan jumlah PNS sebelumnya keluar dari pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi. Ia meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk memahami rencana rasionalisasi PNS secara rasional, bukan emosional.

Menurut Yuddy, rasionalisasi atau pengurangan jumlah PNS harus dilakukan untuk menekan belanja pemerintah. Tak tanggung-tanggung, Yuddy menargetkan akan mengurangi 1 juta PNS hingga 2019 mendatang.

" Pemerintahan ini dibangun dengan rasionalitas, tentu menentukan kebutuhan pegawai pun harus rasional. Perhatikan kapasitas anggaran masing-masing. Masa anggaran belanja pegawai jauh lebih besar dari belanja publik?. Pemerintahan ada untuk mensejahterakan publik. Pegawai itu alatnya, bagaimana roda pemerintahan bisa dijalankan," kata Yuddy seperti ditulis situs kementerian di Jakarta, Jumat (18/3).

Unit Kerja PNS yang Terkena Pemecatan...

1 dari 3 halaman

Unit Kerja PNS yang Terkena Pemecatan

Dream - Pemerintah telah menyiapkan alternatifnya dengan menerapkan sistem teknologi informasi yang lebih canggih.

" Yang harusnya dirampingkan kan yang dianggap fungsinya sudah tergantikan oleh yang ada maupun oleh sistem," katanya.

Kemenkeu sendiri mengaku masih membutuh tenaga PNS khususnya untuk penerimaan pajak dan bea cukai. Namun lembaganya tak menutup kemungkinan mengurangi jumlah PNS di bidang-bidang yang bisa digantikan.

" Kan sudah banyak yang online dan pakai IT. Itu kita pengurangan kebutuhan pegawai," jelas Bambang.

Terkait pesangon untuk PNS yang terkena pemutungan kerja, Bambang masih enggan menyebut anggaran yang disiapkan pemerintah. " Nanti kita lihat," tegas Bambang.

2 dari 3 halaman

PNS Gajian 3 Kali di Bulan Juli?

Dream - Tahun ini, pemerintah akan memberikan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, waktu pencairannya belum dipastikan.

Meskipun demikian, Kementerian Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengisyaratkan pencairan kedua tambahan penghasilan abdi negara ini akan dilakukan serempak.

" Kemungkinan sama pada Juli, sebelum Lebaran," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman, ketika dihubungi Dream di Jakarta, Rabu 25 Mei 2016.

Alasannya, kata dia, pemerintah melihat ada momentum Lebaran dan Tahun Ajaran Baru anak sekolah yang berdekatan. Apabila dicairkan bersamaan pada Juli 2016, PNS akan mendapatkan tiga gaji, yaitu gaji biasa, THR, dan gaji ke-13.

Namun, pencairan pada bulan Juli itu masih belum pasti. " Belum bisa dipastikan. Yang jelas bisa bersamaan. Atau, tidak (bersamaan), tapi waktunya tidak jauh (akhir Juni dan awal Juli 2016)," kata dia.

3 dari 3 halaman

Besaran Uang THR Buat Para PNS

Dream - Untuk pertama kalinya, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada Lebaran tahun ini. Tak cuma itu, abdi negara juga bersiap menerima gaji ke-13.

Meski sudah memberikan kepastian diberikan pada Juli 2016, pencairan gaji ke-13 dan THR bagi PNS belum bisa dipastikan waktunya.

“ Namun untuk kepastian diberikan sebelum atau sesudah lebaran belum ada,” jelas Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Gaji dan Tunjangan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PANRB), Hidayah Azmi Nasution.

Mengutip laman Setkab, Senin, 16 Mei 2016, Rancangan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian THR Tahun Anggaran 2016 dan RPP tentang Pemberian Gaji Ke-13 tersebut sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM

Setelah proses harmonisasi, RPP tersebut akan dikembalikan lagi ke Kementerian PANRB kemudian diajukan ke Presiden.

Adapun besaran THR atau gaji ke-14, menurut Hidayah, lebih kecil dari gaji ke-13, yakni satu kali gaji pokok. Hal ini karena THR merupakan pengganti dari kenaikan gaji PNS setiap tahunnya, dimana tahun 2016 ini tidak ada kenaikan gaji pokok.

Sedangkan untuk gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lain, seperti penghasilan PNS/Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasa diterima setiap bulan.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah akan memberikan gaji ke-13 dan THR kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“ Gaji ke-13 diberikan saat anak- anak masuk sekolah, THR akan dibayarkan menjelang lebaran,”ujar Yuddy.

Beri Komentar