Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi Asuransi Syariah
Dream - Bisnis asuransi syariah yang masih berusia muda harus berjuang keras memasuki pasar yang padat. Bisnis ini harus berjuang melalui layanan, bukan harga, agar mampu menjaring para nasabah konvensional.
Menurut Safder Jaffer, Managing Director dan Consulting Actuary, Timur Tengah & Afrika, Milliman, perusahaan asuransi syariah tidak memiliki kesempatan yang besar dibandingkan asuransi konvensional yang diluncurkan di semua negara, seperti Uni Emirat Arab.
" Ini yang sulit, apalagi asuransi kesehatan yang memerlukan infrastruktur yang kuat dan saya tidak melihat nilai yang unik dari bisnis asuransi syariah kesehatan," ujarnya seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Sabtu, 3 Mei 2014.
Sekretaris Jenderal for the Gulf Insurance Federation, Fareed Lutfi, yakin asuransi syariah tidak bisa bersaing dengan konvensional. Dengan kekuatan sokongan modal, bisnis syariah diyakini bakal kalah.
Lemahnya kekuatan bisnis syariah tak terlepas dari usianya yang relatif muda. Bisnis asuransi syariah diketahui baru berusia 12 tahun dengan waktu pematangan konsep di Malaysia yang baru berumur 30 tahun.
" Jika ini terjadi maka akan berisiko dan mungkin ada pemain yang memiliki bantal untuk menopang kerugian, tetapi ada pemain lain yang tidak mampu bertahan," ujar Bassel Hindawi, Member of the Steering Committee, MENA Insurance CEO Club dan pembentuk Insurance Commissioner of Jordan.
Bassel justru menyarankan agar semua pemain asuransi syariah berhati-hati dalam menentukan harga.
Lalu di manakah peluang besar bagi asuransi syariah? Jaffer menyatakan kesempatan ada pada asuransi keluarga dan pribadi, simpanan, pensiun, hipotek.
" Saya tidak melihat masa depan bagi asuransi syariah untuk kesehatan dan asuransi kendaraan bermotor," katanya.
Untuk itu, perlu dikembangkan bisnis di jalur tersebut. Tentunya didukung dengan peraturan yang tepat guna memberikan pelaku bisnis asuransi syariah jalan untuk berkembang.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

