Australia Larang Pejabat dan Kontraktor Naik Lion Air

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 30 Oktober 2018 09:15
Australia Larang Pejabat dan Kontraktor Naik Lion Air
Larang berlaku sampai hasil investigasi keluar.

Dream - Pemerintah Australia melarang warganya menggunakan maskapai Lion Air jika hendak berkunjung ke Indonesia.

Peringatan keras itu dikeluarkan setelah musibah jatunya pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2019 pagi.

" Pejabat dan kontraktor telah diinstruksikan untuk tidak terbang menggunakan Lion Air maupun anak usahanya," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia di situsnya.

Dalam pernyataannya, pemerintah Australia menyatakan keputusan itu akan kembali ditinjau setelah diketahui hasil investigasi terhadap penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

Sebelumnya, CEO Lion Air, Edward Sirait, mengakui adanya laporan tentang masalah teknis yang dialami pesawat JT610 yang jatuh kemarin. Tetapi, Edward menilai hal ini merupakan masalah umum yang kerap terjadi di sejumlah pesawat.

" Memang ada laporan masalah teknis," ujar Edward di Cengkareng, Banten, Senin 29 Oktober 2018.

Edward mengatakan masalah tersebut telah ditangani sesuai dengan petunjuk dari pabrikan pesawat. Namun Edward tidak bisa memberikan keterangan masalah teknis apa yang dialami pesawat Boeing 737 Max 8 yang terbang dari Cengkareng menuju Pangkalpinang tersebut.

" Pesawat mengalami kendala teknis memang umum terjadi. mengenai kerusakan, kami belum bisa memberikan informasi," kata dia.

 

Menurut Edward, pesawat juga diterbangkan oleh pilot berpengalaman. Mereka adalah Kapten Bhavye Suneja dan co-pilot Harvino. Bhavye sudah mengantongi 6.000 jam terbang dan kerap menerbangkan pesawat Lion Air ke sejumlah tujuan.

" Kapten penerbangan sudah mempunyai 6.000 jam terbang dan sering membawa pesawat dari Jakarta ke Manado, bahkan sampai ke China," katanya. 

Demikian pula dengan co-pilot Harvino. Menurut Edward, Harvino adalah co-pilot yang tergolong senior dengan 5.000 jam terbang.(Sah)

 

1 dari 3 halaman

Unggahan Pramugari Lion Air: Lafaz Allah dan Cinta

Dream - Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat 

Sebanyak 189 orang yang terdiri dari penumpang dan kru pesawat berada dalam pesawat yang terbang pukul enam pagi dari Bandara Soekarno-Hatta itu. 

Puing-puing pesawat ditemukan mengapung pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 di lokasi jatuhnya pesawat. 

 Pramugari Lion Air Citra Novita Anggelia Putri

Bedasarkan keterangan Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro, pesawat tersebut dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino.

Selain itu, ada enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

 

Citra merupakan salah satu dari 7 awak pesawat Lion Air, berikut nama-nama awak lainnya: 

Pilot: Bhavye Suneja
Kopilot: Harvino
Senior Flight Attendant: Shintia Melina
Flight Attendant: Citra Novita Anggelia 
Flight Attendant: Alfiani Hidayatul Solikah
Flight Attendant: Fita Damayanti Simarmata
Flight Attendant: Mery Yulyanda
Flight Attendant: Deny Maula

 

(ism)

2 dari 3 halaman

Isyarat Tanda Perpisahan?

Jika dilihat dari media sosial, salah seorang pramugari disebut-sebut seperti memberikan isyarat tanda perpisahan melalui postingan foto yang diunggah di dunia maya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan terakhir Citra Novita Anggelia Putri.

Citra kerap mengunggah postingan religi di akun facebooknya. Dalam postingan terakhirnya pada 8 April 2018, Citra tampak mengunggah foto bandara dengan pesawat Lion Air.

Pada foto itu, Citra juga membubuhkan lafaz Allah disertai lambang cinta.

 

3 dari 3 halaman

Memposting Kedekatan Dengan Keluarga

Melalui akun media sosialnya, Citra juga kerap membagikan kedekatannya dengan keluarga. Ia beberapa kali tampak berlibur bersama ibundanya dan adik laki-lakinya.

Citra adalah 1 dari 189 orang yang berada dalam penerbangan JT 610 dari Jakarta, yang tak pernah sampai ke tujuannya di Pangkal Pinang.

 Citra

Pesawat yang dipiloti Capt. Bhavye Suneja itu berakhir perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat di dekat fasilitas milik PHE ONWJ.

Citra Novita Anggelia Putri merupakan alumni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

 Citra

Setelah lulus, Citra lalu melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Kedigantaraan, Yogyakarta pada tahun 2012 lalu. Gadis kelahiran 6 November ini kemudian melanjutkan kariernya di Lion Air sebagai pramugari.

(ism, Sumber: Facebook.com/Citra Novita Anggelia Putri)

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan