Bagaimana Hukum Asuransi Menurut Agama Islam? Berikut Penjelasan dari Setiap Jenis Asuransi

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 26 Januari 2022 17:45
Bagaimana Hukum Asuransi Menurut Agama Islam? Berikut Penjelasan dari Setiap Jenis Asuransi
Hukum dari setiap jenis asuransi bisa berbeda dan memiliki ketentuannya masing-masing.

Dream – Masyarakat semakin sadar dengan perlindungan diri, sehingga menjadikan asuransi sebagai pilihan yang tepat. Mengingat di masa depan ada berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi serta peristiwa-peristiwa tidak terduga yang bisa terjadi. Misalnya saja biaya pendidikan, pernikahan, hingga kejadian buruk seperti sakit parah maupun kecelakaan yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Dengan memiliki asuransi, maka hidup seseorang bisa lebih tenang. Hal ini karena hampir setiap kerugian yang dialami bisa ditanggung oleh asuransi yang sedang kamu gunakan sekarang. Meskipun tidak semuanya ditanggung, keberadaan asuransi bisa sangat membantu terutama dari segi finansial.

Meski begitu, bagi umat Muslim tentunya harus memerhatikan dengan baik perihal hukum asuransi menurut agama Islam. Mengingat bahwa dalam agama Islam telah memiliki batasan serta aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Di mana ketika ada sesuatu yang dilarang Allah SWT, maka harus dihindari agar tidak terjerumus dalam lubang dosa.

Nah, bagi sahabat Dream yang ingin mengetahui secara lebih jelas tentang bagaimana hukum asuransi menurut agama Islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Tujuan Asuransi

Tujuan Asuransi© Unsplash.com

Sebelum membahas lebih lanjut terkait bagaimana hukum asuransi menurut agama Islam, alangkah lebih baik jika mengetahui apa sebenarnya tujuan dari adanya asuransi. Berikut adalah beberapa tujuan asuransi yang penting untuk diketahui seperti dikutip dari Merdeka.com:

Untuk Pengalihan Risiko

Tujuan asuransi yang pertama adalah untuk pengalihan risiko. Hal ini melihat bahwa setiap orang sadar akan berbagai ancaman yang bisa membahayakan harta dan juga jiwanya kapan saja. Jika bahaya itu datang, maka hal tersebut akan menghadirkan dampak, baik itu berupa kerugian harta hingga hal yang membahayakan dirinya.

Nah, untuk menghilangkan beban tersebut maka hadirlah asuransi yang bisa mengalihkan dari risiko yang mengancam itu. Sistemnya adalah dengan membayarkan premi yang sudah ditentukan perusahaan asuransi dan risiko pun akan beralih pada penanggung.

Jika jangka waktu yang ditetapkan sudah selesai dan tidak ada kejadian yang terjadi, maka pihak penangung bisa mendapat keuntungan untuk menerima premi.

Untuk Pembayaran Ganti Rugi

Tujuan asuransi yang kedua adalah untuk pembayaran ganti rugi. Dalam artian, kejadian yang membahayakan bisa saja tidak terjadi pada sahabat Dream. Sehingga ini menjadi kesempatan untukmu agar bisa mengumpulkan premi. Jika suatu hari kejadian itu benar-benar ada dan mendatangkan kerugian, maka pada pihak tertanggung akan dibayarkan ganti rugi yang seimbang dengan jumlah asuransi.

Untuk Pembayaran Santunan

Tujuan asuransi yang ketiga adalah untuk pembayaran santunan. Diketahui bahwa asuransi sendiri ada beberapa jenis. Pada jenis asuransi kerugian dan asuransi jiwa, hal ini diadakan dengan berdasar pada perjanjian sukarela di antara penanggung dan tertanggung.

Namun, undang-undang telah mengatur asuransi yang wajib atau disebut dengan asuransi sosial. Tujuannya adalah untuk bisa memberikan perlindungan pada masyarakat ketika menghadapi peristiwa seperti kecelakaan yang berisiko besar berupa cacat hingga kematian.

Lalu jika ada yang mengalami kecelakaan dalam bekerja, maka ahli waris akan mendapatkan santunan dari penanggung dengan jumlah yang sudah ditetapkan oleh undang-undang.

Untuk Kesejahteraan Anggota

Tujuan asuransi yang keempat adalah untuk kesejahteraan anggota. Jika ada beberapa orang yang tergabung dalam sebuah perkumpulan, maka perkumpulan itu memiliki posisi sebagai penanggung. Lalu anggota-anggotanya adalah sebagai tertanggung.

Nah, jika mengalami suatu kejadian yang menimbulkan kerugian pada anggotanya, maka perkumpulan itulah yang akan menanggung atau membayar pada anggota.

2 dari 3 halaman

Hukum Asuransi dari Setiap Jenisnya

Hukum Asuransi dari Setiap Jenisnya© Unsplash.com

Setelah mengetahui tujuan asuransi, lalu bagaimana hukum asuransi menurut agama Islam? Hal ini tentu saja penting untuk diketahui oleh setiap umat Islam, apalagi yang tertarik untuk memiliki produk asuransi tersebut. Apalagi saat ini ada banyak sekali produk asuransi yang ditawarkan oleh setiap perusahaan dengan pelayanan yang menarik.

Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana hukum asuransi menurut agama Islam dari setiap jenisnya seperti dikutip dari islam.nu.or.id:

Asuransi Sosial

Asuransi sosial merupakan asuransi yang memberikan jaminan pada masyarakat dan dalam penyelenggaraannya dilakukan oleh pemerintah. Pada jenis asuransi ini, hukumnya adalah diperbolehkan, namun dengan ketentu-ketentuan seperti berikut ini:

1. Dalam asuransi sosial tidak termasuk akad mu’awadlah, namun syirkah ta’awuniyah.

2. Asuransi sosial diselenggarakan oleh pemerintah. Dengan begitu, jika mengalami kerugian maka pemerintah akan bertanggungjawab. Sedangkan jika ada keuntungan, maka akan digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Asuransi Kerugian

Asuransi kerugian adalah asuransi yang memberikan ganti rugi pada tertanggung yang tengah mengalami kerugian barang atau pun benda. Di mana kerugian tersebut bisa terjadi dikarenakan mengalami bencana atau bahaya. Kerugian yang dimaksud adalah kehilangan nilai pakai, kekurangan nilai, dan kehilangan keuntungan yang diharapkan tertanggung.

Lalu, bagaimana hukum asuransi menurut agama Islam dalam jenis asuransi kerugian ini? Hukumnya diperbolehkan, asal telah memenuhi persyaratan yang diberlakukan yang di antaranya sebagai berikut:

1. Asuransi kerugian itu adalah persyaratan untuk objek-objek yang menjadi agunan bank.

2. Jika asuransi kerugian tidak bisa dihindari karena adanya ketentuan dari pemerintah, misalnya pada barang-barang yang diimpor atau diekspor.

3 dari 3 halaman

Hukum Asuransi dari Setiap Jenisnya

Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah perjanjian pembayaran uang dari premi serta berkaitan dengan hidup atau matinya seseorang. Dalam hal ini termasuk perjanjian asuransi kembalinya uang. Perjanjian yang dimaksud tersebut tidak termasuk dalam perjanjian asuransi kecelakaan (yang masuk dalam asuransi kerugian). Hal ini dengan berdasar pada pasal 1 a Bab I Staatblad 1941 – 101.

Hukum dalam asuransi jiwa ini adalah haram. Akan tetapi bisa diperbolehkan jika telah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

1. Asuransi jiwa mengandung unsur tabungan.

2. Saat menyerahkan premi, tertanggung memiliki niat untuk menabung keuntungannya pada pihak perusahaan asuransi.

3. Pihak penanggung memiliki niat untuk menabung uang dari pihak tertanggung dengan cara yang sesuai syariat Islam.

4. Jika sebelum datang jatuh tempo ternyata pihak penanggung sangat membutuhkan (dalam kondisi darurat) uang tabungannya, maka pihak tertanggung diperbolehkan untuk mengambil uang tabungannya tersebut. Kemudian pihak penanggung wajib untuk menyerahkan uangnya.

5. Jika terpaksanya pihak tertanggung tidak bisa membayar premi, maka ada kemungkinan yang terjadi sebagai berikut:

- Uang premi menjadi utang yang bisa diangsur saat membayar uang premi selanjutnya.

- Hubungan pihak tertanggung dan penanggung tidak putus.

- Uang tabungan tertanggung tidak hangus oleh penanggung.

- Jika sebelum jatuh tempo pihak tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris berhak untuk mengambil uang tersebut dan penanggung wajib mengembalikan uangnya.

Beri Komentar