Bank Dunia Gelontorkan US$160 Miliar Buat Hadapi Dampak Wabah Corona

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Jumat, 3 April 2020 10:55
Bank Dunia Gelontorkan US$160 Miliar Buat Hadapi Dampak Wabah Corona
Di tengah wabah Corona, Bank Dunia menawarkan bantuan kepada negara - negara berkembang.

Dream – Hampir seluruh negara-negara di dunia sedang berfokus pada pencegahan penyebaran pandemi Corona Covid-19. Organisasi internasial juga memberikan perhatian besar salah satunya rencana Bank Dunia membantu negara-negara berkembang dalam sektor perawatan kesehatan.

Bank Dunia kabarnya akan menggelontorkan dana hingga US$ 160 miliar untuk mendukung keuangan jangka panjang selama 15 bulan ke depan. Pembiayaan tersebut dimaksudkan untuk membantu pembiayaan terkait kebijakan negara dan melindungi rumah tangga miskin.

Selain itu, Bank Dunia juga akan membantu negara berkembang terkait akses pasokan medis yang dibutuhkan di tengah – tengah pandemi. Seperti masker, alat pelindung diri, dan juga obat-obatan medis.

“ Bank dunia berkomitmen untuk membantu mempersingkat waktu pemulihan. Bantuan ini akan memberikan dukungan mendesak kepada bisnis dan pekerjanya untuk mengurangi dampak finansial dan ekonomi dari penyebaran COVID-19, ” ungkap David Malpass, Presiden Bank Dunia.

“ Bank Dunia berkomitmen terhadap respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara-negara berkembang. Operasi dukungan sudah berlangsung, dan alat pendanaan akan membantu menopang ekonomi, perusahaan dan pekerjaan" tambahnya

1 dari 2 halaman

Bank Dunia beri Bantuan untuk Sarana Kesehatan

Bantuan Medis© Pixabay.com

Bank Dunia akan memberikan bantuan di bidang kesehatan demi menyelamatkan banyak nyawa. Bantuannya berfokus pada beberapa hal:

  1. Mencegah dan membatasi transmisi lokal, melalui peralatan laboratorium, meningkatkan sistem pengawasan kesehatan dan menyediakan alat kesehatan seperti sarung tangan, masker, dan ventilator portabel.
  2. Membangun atau memperluas fasilitas perawatan klinis, seperti perbaikan unit perawatan intensif atau fasilitas rawat inap di rumah sakit dan menyiapkan fasilitas karantina.
  3. Membangun sistem untuk pengawasan penyakit berbasis komunitas real-time dan melalui keterlibatan warga negara secara proaktif dan berbasis bukti.
  4. Memperkuat kolaborasi untuk penelitian dan respons untuk memfasilitasi pengembangan vaksin, terapi, dan tindakan lain.
2 dari 2 halaman

Bank Dunia menggandeng sektor swasta

Sektor Swasta© Pixabay.com

Dalam menghadapi situasi berat di saat pandemi, Bank Dunia menggandeng sektor swasta. International Finance Corporation akan mendukung perusahaan untuk terus beroperasi dan mempertahankan para pekerjaan.

Adapun bantuan yang akan diberikan adalah:

1. Bantuan sebesar US$ 2 milyar untuk Fasilitas Penanggulangan Krisis Sektor Riil

Bantuan ini akan mendukung klien yang berada di industri infrastruktur, manufaktur, pertanian dan jasa yang rentan terhadap pandemi. IFC akan menawarkan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan, dan jika perlu, melakukan investasi ekuitas. Instrumen ini juga akan membantu perusahaan-perusahaan di sektor perawatan kesehatan yang mengalami peningkatan permintaan.

2. Bantuan sebesar US$ 2 miliar dari Global Finance Finance Program

Bantuan itu nantinya akan menanggung risiko pembayaran lembaga keuangan sehingga mereka dapat memberikan pembiayaan perdagangan kepada perusahaan yang mengimpor dan mengekspor barang. IFC berharap ini akan mendukung perusahaan kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai pasokan global.

3. Bantuan dari program Solusi Modal Kerja, sebesar US$ 2 miliar

Bantuin ini akan menyediakan dana kepada bank-bank pasar berkembang untuk memberikan kredit guna membantu bisnis menopang modal kerja mereka. Kumpulan dana yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihan mereka dan memberi kompensasi kepada pekerja.

4. Program Likuiditas Perdagangan Global, dan Program Keuangan Komoditas Kritis sebesar US$ 2 miliar

Program ini akan menawarkan dukungan pembagian risiko kepada bank-bank lokal sehingga mereka dapat terus membiayai perusahaan-perusahaan di pasar negara berkembang. Komponen baru ini diinisiasi atas permintaan klien dan disetujui pada 17 Maret 2020.

(Sah, Sumber World Bank)

Beri Komentar