Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
John Singleton Terlihat Mengacungkan Sebuah Gelas Kepada Rekannya Jack Cowin (dailymail.co.uk)
Dream - Di balik kekayaan, para miliarder juga manusia. Mereka akan marah besar jika emosinya sudah tersulut bara amarah.
Inilah yang terjadi dengan dua orang miliarder kala makan siang. Pemilik media John Singleton terlihat mengacungkan sebuah gelas kepada rekannya Jack Cowin. Korban adalah pemilik jaringan restoran cepat saji Hungry Jack.
Singleton sendiri berdalih aksi mengangkat pecahan gelas kaca itu hanya sebuah guyonan.
Yang jelas, mengutip Dailymail.co.uk, Selasa, 12 Mei 2015, insiden ini bermulai ketika kedua orang tajir itu mengelar pertemuan selama tiga jam. Keduanya terlibat dalam perdebatan serius sebelum terjadi aksi dramatis tersebut.
Singleton sendiri merupakan pengusaha berusia 73 tahun. Lebih tua setahun dari rekannya Cowin, 72 tahun.
Singo, panggilan Singleton, terlihat berdiri dengan memegang pecahan gelas kala Cowin masih terduduk di kursinya di restoran Kingsleys Steak and Crabhouse, Wooloomooloo, Sydney.
Terlihat pula petugas restoran berusaha mencegah aksi Singo dan mengambil pecahan gelas tersebut.
Tak mau jadi konsumsi publik, Singo kepada Nine News mengatakan, "Itu hanya becanda namun tampaknya tak lucu sama sekali."
Singo bahkan menambahkan dirinya bisa menjadi aktor yang hebat karena aksinya itu. Dirinya juga membantah perkelahian itu ada kaitannya dengan penyewaan kapal pesiar oleh Cowin.
"Saya katakan padanya telurnya kurang enak," ujar Singleton kala ditemui di luar rumahnya di Mount White, Central Cost.
Agar meyakinkan publik, Singo mengatakan dirinya telah berkawan dengan Jack selama 50 tahun.
"Kami terbiasa bercanda dengan saling membenturkan diri satu sama lain atau memainkan trik tertentu," ujarnya.
Sayangnya, pembelaan ini tampaknya tak disetujui pelayan restoran. "Itu tak sekadar bercanda, mereka benar-benar bertengkar," ungkapnya.
Mengutip laporan dari Forbes, Singleton merupakan entreprenur adveritising yang memulai bisnisnya pada era 1970-an. Kekayaannya ditaksir mencapai US$ 370 juta.
Sementara Cowin ditaksir memiliki harta bernilai US$ 940 juta. Dia merupakan direktur dari Fairfax Media dan pemegang saham mayoritas dari Competitive Foods Australia yang memiliki jaringan restoran Hungry Jack's.
Cowin memiliki lebih dari 50 outlet KFC di Negeri Kangguru dan 350 outlet Hungry Jack. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari