Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Langka, Pria Ini Ini Nyalakan Rumah 8 Tahun Pakai 1.000 Baterai Laptop
DREAM.CO.ID - Sebuah rumah pada umumnya mendapat pasokan listrik dengan berlangganan kepada perusahaan penyedia listrik dari negara maupun swasta. Kini juga berkembang teknologi panel surya yang membuat pemilik rumah bisa memasok kebutuhan listriknya secara mandiri.
Prinsip yang sama juga diterapkan seorang pria bernama Glubux asal Prancis untuk memasok kebutuhan listrik tanpa perlu berlangganan. Namun cara yang dilakukannya benar-benar out of the box.
Glubux selama delapan tahun memasok kebutuhan listrik rumahnay dengan menggunakan lebih dari 1.000 baterai laptop. Pria yang berprofesi sebagai engineer ini melakukan proyek DIY (do it yourself) sejak tahun 2016.
Penemuan yang dia bagikan di internet itu dianggap sebagai sebuah pencapaian besar, baik dari sisi energi berkelanjutan maupun dari sisi daur ulang baterai.
Glubux menghabiskan bertahun-tahun mengumpulkan baterai laptop dan menghubungkannya ke panel surya agar bisa sepenuhnya mandiri secara listrik. Setelah sembilan tahun berlalu, kisahnya kini kembali menjadi topik hangat.
“ Saya sudah memproduksi sebagian listrik yang saya butuhkan. Saya memiliki panel surya 1,4 kW di atap, baterai forklift lama 24v 460AH, pengendali pengisian Victron MPPT 100/50, penurun tegangan Victron 24v ke 12v, dan inverter Victron 3KVA,” tulis Glubux pada November tahun 2016 kala itu dikutip dari Oddity Central.
Di tahun 2016 itu, Glubux mengatakan rencananya membangun sebuah gudang untuk menempatkan semua baterai dan pengendali/inverter.
" Saya mulai mengumpulkan baterai laptop beberapa bulan lalu, dan kini saya punya sekitar 650," lanjutnya.

Seiring waktu, ia mengumpulkan lebih dari 1.000 baterai laptop bekas yang kemudian ia pasang di sebuah gudang terpisah, sekitar 50 meter dari rumahnya.
Pada awalnya, tingkat pengosongan baterai tidak merata karena perbedaan kondisi sel, yang menyebabkan beberapa baterai lebih cepat habis daripada yang lain. Karena itu, Glubux mulai membongkar baterai laptop dan menyusun sel-selnya dalam rak khusus.
Menurut laporan Scienceclock, sistem cerdas buatan Glubux ini telah berjalan terus-menerus selama delapan tahun terakhir, dan tidak satu pun sel baterai yang gagal. Temuan ini dinilai menjadi statistik yang luar biasa, mengingat proyek ini dibuat sendiri secara DIY.
Selama bertahun-tahun, kapasitas produksi energinya meningkat dari 7 kWh menjadi 56 kWh berkat penambahan beberapa panel surya.
Bagian yang paling mengesankan bagi banyak penggemar DIY adalah sistem penyimpanannya. Sistem ini dinilai efisien dan menjadi contoh bagus tentang bagaimana cara mengurangi limbah elektronik.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya