Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Freepik)
DREAM.CO.ID - Climate Resilience for All merilis studi terbarunya mengenai suhu di malam hari yang semakin meningkat di berbagai negara di dunia yang mengakibatkan udara terasa lebih panas.
Studi bertajuk " Extreme Heat and the Shrinking Diurnal Range: A Global Evaluation of Oppressive Air Mass Character and Frequency" itu telah menganalisis data cuaca selama periode 30 tahun dari tahun 1994 hingga 2024.
Ada dua jenis kondisi cuaca yang yang dianggap paling berbahaya bagi kesehatan manusia, yakni cuaca tropis kering (dry tropical) yang panas dan kering, dan cuaca tropis lembap (moist tropical) yang panas dan lembap.
Selama periode studi 30 tahun, pola cuaca tropis lembap di musim panas telah meningkat mendekati atau lebih dari 50 persen di Amerika Tengah dan Selatan, Oseania, dan Afrika. Kemudian tumbuh sebesar 37 persen secara global.
Adapun pola cuaca tropis kering telah meningkat sebesar 13 persen selama periode yang sama, dengan peningkatan terbesar di Australia, yang mengalami peningkatan sebesar 29 persen.
Sebanyak 83% kota dalam penelitian ini mengalami suhu malam hari yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Suhu malam hari meningkat paling cepat di Melbourne, Australia (tropis kering), yang meningkat 1°C setiap 5,36 tahun, dan Dubai, UEA (tropis lembap), yang meningkat 1°C setiap 8,81 tahun.

Selama cuaca tropis lembap, Santa Maria, Upington, Seoul, Samarkand, Paris, Kuwait City, Portland, dan Abadan mengalami penurunan suhu terbesar antara siang dan malam hari.
Berikut rincian jumlah kota yang mengalami penurunan suhu per wilayah adalah sebagai berikut:
Afrika: 13 dari 15.
Asia: 18 dari 22.
Amerika Tengah dan Selatan: 10 dari 11.
Eropa: Tujuh dari 12.
Timur Tengah: 5 dari 5.
Amerika Utara: 14 dari 16.
Oseania: Sembilan dari 11.
Kemudian selama cuaca tropis yang kering, Melbourne, Agadir, Seoul, Mumbai, Kairo, Luxor, Kuwait City, dan Santiago mengalami penurunan suhu terbesar antara siang dan malam hari.
Berikut rincian jumlah kota yang mengalami penurunan suhu per wilayah adalah sebagai berikut:
Afrika: 10 dari 14.
Asia: 13 dari 22.
Amerika Tengah dan Selatan: Tujuh dari 11.
Eropa: Empat dari enam.
Timur Tengah: Enam dari tujuh.
Amerika Utara: 11 dari 14
Oseania: Lima dari sembilan.
Studi ini menyimpulkan perlunya tindakan pencegahan dan respons terhadap panas ekstrem untuk secara eksplisit memperhitungkan dan mengatasi ancaman malam hari yang semakin panas dan meningkat pesat.
" Kami ingin analisis ini memobilisasi para pemimpin kota dan kesehatan untuk segera memperluas pandangan mereka tentang krisis panas 24 jam. Penelitian ini mengungkap titik buta yang krusial dalam pemahaman kita tentang panas ekstrem," ujar CEO Climate Resilience for All, Kathy Baughman McLeod.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya