5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
© Pexels.com/Towfiqu Barbhuiya
DREAM.CO.ID - Kesehatan jantung sering kali dikaitkan dengan hal-hal besar, seperti olahraga rutin, berhenti merokok, atau menjaga berat badan. Namun, menurut sejumlah ahli jantung, masalah justru bisa bermula dari kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele. Terlalu lama duduk, tidur sambil terus menggulir layar ponsel, hingga tidak mengetahui tekanan darah ternyata dapat memengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab utama kematian. Karena itu, menjaga jantung tidak selalu membutuhkan perubahan drastis. Mengenali kebiasaan yang berisiko dan memperbaikinya secara bertahap dapat menjadi langkah penting.
Berikut delapan kesalahan yang perlu diperhatikan.
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Tubuh membutuhkan natrium untuk menjalankan berbagai fungsi, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi sendiri merupakan salah satu faktor risiko penting untuk penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan gagal jantung.
Sebagian besar natrium dalam pola makan modern berasal dari makanan kemasan dan makanan restoran. Karena itu, membaca label nutrisi dan lebih sering mengonsumsi makanan segar dapat membantu mengendalikan asupan natrium. Batas umum yang digunakan adalah maksimal 2.300 miligram natrium per hari.
2. Terlalu Lama Duduk
Pekerjaan di depan komputer membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk. Kurang bergerak dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, diabetes, dan berbagai masalah metabolisme yang pada akhirnya membebani jantung.
Tidak selalu harus pergi ke pusat kebugaran. Bangun dari kursi setiap jam, berjalan saat istirahat makan siang, berjalan bersama teman, atau mengajak anjing berjalan-jalan juga dapat menambah aktivitas harian.
3. Menggunakan Ponsel Sebelum Tidur
Kebiasaan menggulir media sosial menjelang tidur dapat membuat waktu tidur berkurang. Paparan cahaya dari layar juga dapat mengganggu melatonin, sementara stimulasi mental dapat membuat tubuh lebih sulit rileks.
Kurang tidur berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih buruk karena tekanan darah seharusnya menurun ketika seseorang tidur. Membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur dan menjaga kamar tetap gelap, sejuk, serta tenang dapat membantu.
4. Menyimpan Terlalu Banyak Makanan Tidak Sehat di Rumah
Makanan ringan tinggi gula, garam, lemak, dan makanan ultra-proses mudah berubah menjadi kebiasaan ketika selalu tersedia di rumah. Konsumsi berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol.
Salah satu strategi sederhana adalah tidak membeli makanan tersebut secara berlebihan. Gantilah sebagian camilan dengan pilihan yang lebih bernutrisi dan cobalah bergerak sebentar ketika tubuh terasa lelah sebelum langsung mencari makanan.
5. Mengabaikan Hubungan Sosial
Kesepian dan kurangnya hubungan sosial bukan hanya persoalan kesehatan mental. Keduanya juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.
Melakukan aktivitas bersama teman, menelepon keluarga, bergabung dalam komunitas, atau menjadi relawan dapat membantu mempertahankan hubungan sosial. Dukungan sosial juga dapat membantu seseorang menghadapi stres dengan lebih baik.
6. Tidak Mengetahui Angka Kesehatan Sendiri
Seseorang dapat terlihat sehat tetapi memiliki tekanan darah, kolesterol, atau gula darah yang tinggi tanpa menyadarinya. Pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu menemukan faktor risiko sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Kebiasaan ini penting bukan hanya bagi orang lanjut usia. Tekanan darah tinggi dan diabetes juga semakin ditemukan pada kelompok usia lebih muda.
7. Menganggap Sudah Terlambat untuk Berubah
Sebagian orang merasa tidak ada gunanya memperbaiki gaya hidup karena sudah bertahun-tahun merokok, jarang berolahraga, atau memiliki berat badan berlebih. Padahal, perubahan tetap dapat memberikan manfaat.
Tidak perlu langsung membuat target ekstrem. Mengurangi camilan setelah makan malam, memperkecil porsi, lebih sering berjalan, atau mulai berolahraga secara bertahap merupakan langkah yang lebih realistis untuk dipertahankan.
8. Mengabaikan Tanda Peringatan
Kesalahan paling berbahaya adalah menganggap gejala jantung akan hilang dengan sendirinya. Nyeri atau tekanan di dada terkadang disalahartikan sebagai gangguan pencernaan. Padahal, nyeri dada merupakan salah satu gejala serangan jantung yang paling umum.
Nyeri atau rasa tertekan di dada, serta keluhan yang menjalar ke rahang, leher, lengan, atau bagian tubuh lain perlu mendapat perhatian segera. Jika gejala berlangsung atau mengkhawatirkan, jangan menunda mencari pertolongan medis.
Menjaga jantung pada akhirnya bukan tentang menjalani gaya hidup yang sempurna. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih penting. Mengurangi garam, lebih banyak bergerak, tidur cukup, menjaga hubungan sosial, melakukan pemeriksaan rutin, dan tidak mengabaikan gejala merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman