Senin, 19 Oktober 2026 Cari

Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah

Reporter : Eko
Senin, 19 Oktober 2026 15:10
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Satu survei mencatat mayoritas publik puas, survei lain berkata sebaliknya. Ketika beranjak ke elektabilitas, angkanya makin berwarna.

DREAM.CO.ID - Dua lembaga survei merilis hasil jajak pendapat terkait tingkat kepuasan publik pada kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hasil jajak pendapat yang dirilis oleh kedua lembaga survei menunjukkan hasil berbeda.

Hasil survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan mayoritas responden puas terhadap kinerja pemerintah. Sementara itu, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di bawah 50 persen.

PPI mencatat 65,4 persen responden puas terhadap kinerja pemerintah. Sebanyak 32,5 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 2,1 persen tidak menjawab atau tidak tahu. Survei ini dilakukan pada 26 September–6 Oktober 2026.

Sedangkan, SMRC yang melakukan survei pada 1–10 Oktober 2026 menemukan 44,5 persen responden menyatakan sangat atau cukup puas terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden. Adapun 53,4 persen menyatakan kurang atau tidak puas sama sekali.

Meski demikian, kedua hasil itu tidak bisa dibandingkan secara langsung. PPI menanyakan kepuasan terhadap kinerja pemerintah secara umum, sedangkan angka SMRC merujuk pada evaluasi terhadap kinerja presiden. Namun, ketika mengukur kepuasan terhadap Prabowo secara pribadi, PPI mencatat 65,2 persen responden puas.

Survei PPI juga memotret alasan responden yang merasa puas dengan kinerja pemerintah. Sebanyak 16,7 persen responden yang mengaku puas menilai bantuan sosial semakin banyak. Penegakan hukum terhadap koruptor memperoleh 10,3 persen, program Sekolah Rakyat 9,8 persen, dan 8,5 persen responden menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin baik.

PPI juga mencatat sejumlah alasan ketidakpuasan. Sebanyak 11,8 persen responden yang tidak puas menyebut kondisi ekonomi yang sulit atau menurun. Sebanyak 11,4 persen menyoroti bantuan sosial yang dinilai kurang tepat sasaran, sedangkan 10,4 persen menilai harga kebutuhan pokok masih mahal.

Gibran Rakabuming Raka (Instagram @setwapres.ri)

Elektabilitas Prabowo

Selain kepuasan terhadap kinerja pemerintah, kedua lembaga mengukur pilihan responden jika pemilihan presiden digelar saat survei berlangsung. Hasilnya berbeda, sejalan dengan perbedaan skenario kandidat yang digunakan.

Dalam simulasi semi terbuka dengan 24 nama, SMRC mencatat Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 35,5 persen. Gubernur Jawa Barat itu berada di urutan pertama, diikuti Anies Baswedan dengan 10,3 persen dan Prabowo dengan 9,8 persen. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperoleh 8,4 persen.

Nama lain yang masuk dalam hasil survei antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo, masing-masing dengan 5 persen. Sebanyak 13,9 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak menjawab.

SMRC juga mencatat perubahan elektabilitas Prabowo dibandingkan dengan survei sebelumnya. Dalam simulasi yang sama, dukungan terhadap Prabowo tercatat 34,9 persen pada November 2025, kemudian 33,3 persen pada Februari–Maret 2026, dan 14,5 persen pada Juli 2026. Pada Oktober, angkanya menjadi 9,8 persen.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengaitkan penurunan elektabilitas Prabowo dengan penilaian publik terhadap kondisi ekonomi, situasi politik, penegakan hukum, penanganan persoalan mendesak, serta sejumlah program pemerintah, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.

Sedangkan, survei PPI menunjukkan hasil berbeda. Dalam simulasi terbuka dengan 20 nama, Prabowo memperoleh 31,6 persen. Dedi Mulyadi berada di urutan berikutnya dengan 11,4 persen, disusul Anies Baswedan dengan 10,1 persen, dan Gibran dengan 6,9 persen.

Ketika daftar kandidat dipersempit menjadi 17 nama, elektabilitas Prabowo tercatat 34 persen. Dalam simulasi lima nama, angkanya mencapai 40,5 persen. Pada skenario terakhir itu, Anies memperoleh 17,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 14 persen, Gibran 12,2 persen, dan Pramono Anung 3,9 persen.

SMRC melakukan survei nasional pada 1–10 Oktober 2026 terhadap 1.213 warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Sebanyak 1.013 responden yang memiliki telepon seluler dipilih secara acak dengan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon. Sebanyak 200 responden yang tidak memiliki telepon seluler dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka.

SMRC menyatakan margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Adapun PPI melakukan survei pada 26 September–6 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Responden tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa atau kelurahan.

Pengumpulan data PPI dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling. PPI menyatakan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 2,83 persen.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More