Penjelasan BNI Terkait Pegawai di Kramat Jakarta yang Meninggal Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 19 Maret 2020 07:36
Penjelasan BNI Terkait Pegawai di Kramat Jakarta yang Meninggal Dunia
BNI telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dream – PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) mengakui seorang pegawainya di unit kantor di BNI Kramat, Jakarta meninggal dunia karena sakit. Namun perusahaan belum tak ingin berandai-andai dengan menyatakan pegawainya itu tutup usia karena terpapar virus corona baru, Covid-19. 

Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati, mengatakan penyebab kematian pegawainya tersebut akan diperiksa oleh petugas kesehatan yang berwenang. 

“ Kami tidak dapat berandai-andai terkait penyebab kematian seseorang. Informasi yang valid mengenai penyebab kematiannya ada pada pihak yang berwenang,” kata Adi di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis BNI yang diterima Dream, Kamis 19 Maret 2020.

Adi mengatakan perusahaan saat ini masih memantau perkembangan pegawainya yang sedang dirawat di rumah sakit. Pegawai yang sakit tersebut berada pada status yang berlainan, yaitu 1 orang Suspect COVID -19 dan 1 orang berstatus positif COVID-19.

Sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19, BNI telah melaksanakan berbagai langkah peningkatan sanitasi gedung di lokasi yang menjadi tempat kedua pegawai tersebut bekerja sehari-hari.

Selama proses sanitasi dilaksanakan, BNI memutuskan menutup sementara kantor BNI yang bersangkuat dan mengalihkan operasional ke kantor-kantor cabang terdekat. 

Program peningkatan sanitasi lingkungan kerja tersebut merupakan langkah-langkah penanganan COVID-19 yang telah dimulai di beberapa kantor BNI dalam seminggu terakhir ini.

BNI juga terus menjalankan proses menekan penyebaran virus Corona dengan berbagai cara di kantor-kantor cabang. Itu dilakukan antara lain dengan pengukuran suhu tubuh setiap akan memasuki kantor cabang BNI dan menyebar Hand Sanitizer di banyak lokasi di sekitar lokasi banking hall.(Sah)

1 dari 5 halaman

Satu Karyawan BNI Positif Corona, Begini Kondisinya

Dream – PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)/BNI menyebut ada satu pegawainya yang positif terjangkit virus corona baru, Covid-19. Perusahaan pelat merah ini menyebut sang karyawan berada di unit back office.

“ Kami sangat prihatin dengan kondisi ini,” kata Corporate Secretary BNI, Meiliana, dikutip dari laman BNI, Selasa 17 Maret 2020.

© Dream

Dia mengatakan, pegawai yang terjangkit Covid-19 itu dalam kondisi stabil. Di kantor, dia bekerja sebagai petugas di unit “ yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat” sehingga potensi penularan kepada masyarakat bisa ditekan.

Meiliana mendoakan karyawan itu bisa lekas sembuh 100 persen. “ Untuk keluarga, kami menyampaikan simpati kami. Semoga diberi kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” kata Meiliana.

2 dari 5 halaman

Jurus BNI Tekan Virus Corona

BNI menerapkan cara-cara untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Misalnya, tiga penyesuaian sistem kerja, yaitu split operation, shift operations, dan work from home. Split dan shift operation diberlakukan untuk fungsi yang terkait dengan operasional utama dan layanan perbankan.

Sementara itu, posisi lainnya diterapkan sistem work from home atau bekerja dari rumah. Sistem ini hanya diterapkan pada daerah yang telah ditetapkan sebagai daerah dengan kondisi risiko tinggi.

Langkah ini diharapkan akan turut menekan laju penyebaran virus corona di pusat-pusat penyebarannya, termasuk di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pegawai untuk menjaga kesehatan orang-orang terdekatnya di rumah sekaligus memberikan perlindungan maksimal dari potensi tertularnya virus Covid-19 selama bekerja atau dalam perjalanan dari dan ke kantor.

3 dari 5 halaman

Operasional dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Meiliana juga menegaskan bahwa pelayanan perbankan dapat tetap dinikmati oleh nasabah dan masyarakat yaitu dengan memanfaatkan electronic channel yang telah dikembangkan oleh BNI. Teknologi yang diterapkan pada electronic channel BNI ini dapat menemani nasabah dan masyarakat untuk tetap dapat bertransaksi, bahkan 24 jam sehari selama tujuh dari dalam seminggu.

“ Untuk keperluan transaksi, BNI menyiagakan layanan digitalnya yang memungkinkan transaksi terjadi tanpa interaksi langsung dengan pegawai bank. BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, BNI SMS Banking, dan ATM BNI dapat dimanfaatkan oleh nasabah selama 24 jam. Bahkan untuk masyarakat yang membutuhkan layanan konsultasi kami siap di BNI Call Center pada nomor 1500046,” ujar Meiliana.

Apabila tetap membutuhkan layanan perbankan di cabang, masyarakat pun tidak perlu khawatir karena di setiap kantor cabang, BNI menerapkan protokol pengamanan Corona. Protokol tersebut antara lain tindakan Preventif, antara lain melakukan pengecekan suhu tubuh kepada semua orang yang masuk dan keluar dari Kantor Cabang BNI.

Menyiapkan Hand Sanitizer di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Hand Sanitizer juga disiapkan pada para petugas di front office yang bertemu langsung dengan masyarakat, seperti Teller dan Customer Service.

“ Untuk perlindungan maksimal, kami telah menyemprotkan cairan desinfektan di kantor cabang BNI, ATM dan ruang-ruang kerja, sehingga penularan virus Corona akan semakin kami minimalkan,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Pegawai Diperiksa Terkait Corona, Operasional KC Bank Mandiri Kyai Tapa Dipindah

Dream – PT Bank Mandiri Tbk (Persero) mengalihkan kantor cabang Jakarta Kyai Tapa ke cabang S. Parman, Jakarta. Pengalihan ini mulai berlaku pada 16 Maret 2020.

Keputusan pengalihan tempat operasional kantor cabang dilakukan menyusul adanya seorang pegawai yang menjalani pemeriksaan virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, Corporate Secretary Bank Mandiri, Rully Setiawan, menjelaskan, pengalihan operasional ini dilakukan sebagai tindakan preventif dan perlindungan terhadap nasabah serta pegawai. Sebab, terdapat seorang pegawai yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut terkait virus Covid-19.

 

© Dream

 

" Kesehatan pegawai dan nasabah adalah prioritas kami. Jadi kami melakukan ini sebagai langkah preventif. Informasi lebih lanjut kami serahkan kepada Kementerian Kesehatan sebagai lembaga yang berwenang menyampaikan informasi terkait Covid-19 ini," kata Rully di Jakarta.

Terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, lanjut Rully, nasabah bisa menggunakan aplikasi Mandiri Online terbaru yang dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan nasabah.

Bahkan, seiring dengan transformasi digital Bank Mandiri, saat ini masyarakat luas juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan di manapun, tanpa harus datang ke kantor bank maupun bertemu dengan staff perbankan di Bank Mandiri.

" Semua keperluan untuk pembukaan tabungan dapat dilakukan dengan video call," kata Rully.

5 dari 5 halaman

Layanan Lain

Selain itu, nasabah juga dapat menggunakan layanan ATM 24 Jam. Saat ini Mandiri memiliki 18.291 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima san Visa/Plus, EDC serta jaringan e-banking lainnya.

Bagi perusahaan, transaksi keuangan juga dapat dilakukan menggunakan layanan Mandiri Cash Management yang dapat dilakukan melalui lokasi kerja masing-masing perusahaan.

(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)

Beri Komentar