Bentuk `Megabank` Syariah, BSM Ikut Kata Pemilik

Reporter : Ramdania
Rabu, 8 Juli 2015 10:45
Bentuk `Megabank` Syariah, BSM Ikut Kata Pemilik
"Soal merger itu urusan pemegang saham. Sekarang kita masa konsolidasi. Pemegang saham sudah pengalamana dengan urusan merger, dan sebagainya,"

Dream - Menguaknya isu penggabungan bank syariah untuk dijadikan pemain besar di Tanah Air ditanggapi santai pihak Bank Syariah Mandiri (BSM). Dirut BSM Agus Sudiarto menyerahkan urusan itu kepada pemegang saham.

" Soal merger itu urusan pemegang saham. Sekarang kita masa konsolidasi. Pemegang saham sudah pengalamana dengan urusan merger, dan sebagainya," ujar Agus di sela Buka Puasa Bersama BSM di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2015.

Hal senada disampaikan Direktur Keuangan dan Strategi BSM Agus Dwi Handaya. Menurutnya, saat ini pihak direksi tengah melakukan konsolidasi internal.

Manajemen bank syariah pelat merah terbesar di Tanah Air itu mempertimbangkan tiga opsi pengembangan bisnis perusahaan. Opsi itu adalah merger, naik status menjadi bank BUMN, atau tidak lagi menjadi anak perusahaan.

" Jadi kami siapkan dulu, mau diapain nanti hasilnya bisa bagus," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahkan mengaku siap menyuntikan modal Rp 15 triliun untuk membentuk megabank syariah itu.

Deputi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo kepada seperti dikutip Dream dari laman Bloomberg, Jumat, 19 Juni 2015 mengatakan suntikan modal tersebut akan terealisasi tahun depan.

Sebelumnya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad menegaskan pembentukan megabank syariah ini diharapkan terwujud tahun depan.

" Jika terwujud, itu akan memberikan harapan baik bagi perbankan dan keuangan syariah tidak hanya bagi Asia tapi juga global," kata Managing Director Rukun Pte, Raj Mohamad.

Raj menambahan mimpi mewujudkan megabank syariah memang bakal menghadapi banyak tantangan. Pengalaman inilah yang terus dialami banyak negara.

Menurut Trihargo, bank pelat merah diharapkan menyuntikan modal sekitar Rp 5 triliun-10 triliun untuk unit bank syariahnya sebelum merger dijalankan.

Jika terwujud, gabungan dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, dan BTN Syariah ini akan mengelola aset hingga Rp 70 triliun. Seluruh dana ini rencananya akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur. (Ism)

 

Beri Komentar