Berpotensi Besar, Wapres Dorong Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 4 Juni 2021 07:33
Berpotensi Besar, Wapres Dorong Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia
Potensi pasar halal dunia `gurih` bukan main.

Dream – Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, mendorong Indonesia agar bisa menguasai pasar halal dunia, mengingat potensi yang sangat besar.

“ Indonesia memiliki potensi pasar besar bagi produk Muslim. Kita tentu sangat ingin Indonesia menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia,” kata Ma’ruf saat membuka acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion), dikutip dari wapresri.go.id, Kamis 3 Juni 2021.

Menurut State Global Islamic Economic Report 2020-2021, tingkat konsumsi masyarakat Muslim dunia mencapai US$2,02 triliun (Rp28.809,81 triliun) di sektor makanana, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan, dan media/rekreasi halal.

Misalnya, pengeluaran untuk modest fesyen mencapai US$277 miliar (Rp3.950,63 triliun) atau meningkat 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlahnya diperkirakan mencapai US$311 miliar (Rp4.435,54 triliun) pada 2024.

Menilik data OIC Economic Outlook 2020, di antaranya negara-nrgara anggota Organisasi Kerja Sama Islam, Indonesia masih menjadi eksportir terbesar ke lima dengan proporsi 9,3 persen di bawah Arab Saudi 14,5 persen, Malaysia 13,3 persen, Uni Emirat Arab 12,3 persen, dan Turki 10,1 persen.

Indonesia juga menjadi importer terbesar ke empat dengan proporsi 8,4 persen di bawah Uni Emirat Arab 12,2 persen, Turki 12,1 persen, dan Malaysia 11,8 persen. Kiai Ma’ruf juga mengahrapkan potensi Indonesia sebagai produk khusus Muslim harus dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri, khususnya ke negara-negara OKI.

“ Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal, khususnya negara-negara OKI,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Empat Langkah

Untuk mewujudkannya, Ma’ruf menyebut ada empat langkah strategis yang bisa dilakukan. Pertama, mengembangkan riset halal dan meningkatkan substitusi impor. Kedua, membangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal.

“ Ketiga, membangun sistem informasi halal termasuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat halal,” kata dia.

Yang terakhir, lanjut Ma’ruf, meningkatkan kontribusi produsen-produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia.

“ Melihat berbagai potensi yang kita miliki, ditambah dukungan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, saya optimis Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia dalam waktu mendatang,” kata dia.

Beri Komentar