Bidik 180 Ribu Users Baru, Muamalat Percanggih Mobile Banking

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 November 2019 17:12
Bidik 180 Ribu Users Baru, Muamalat Percanggih Mobile Banking
Bank Muamalat ingin menghapus kesan 'tradisional' yang melekat pada bank syariah.

Dream - PT Bank Muamalat Tbk ingin mengubah paradigma yang mengesankan bank syariah sebagai institusi keuangan 'tradisional'. Cara yang ditempuh dengan mengadopsi teknologi termutakhir di bidang perbankan.

" Cita-cita kami ingin menampilkan bank syariah bisa semodern bank konvensional," kata Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana dalam peluncuran mobile banking terbaru Muamalat Digital Islamic Network (DIN) di Jakarta, Kamis 14 November 2019.

Permana mengatakan kesan tradisional pada bank syariah ternyata begitu kuat dalam pandangan masyarakat. Salah satu indikatornya yaitu keharusan nasabah pergi ke bank untuk transaksi.

" Kini, nasabah yang biasa transaksi dengan topup, QR code, nggak perlu datang ke bank kami," kata Permana.

1 dari 5 halaman

Tak Kalah Canggih dari Bank Konvensional

Muamalat DIN telah dilengkapi sejumlah fitur canggih laiknya bank konvensional. Permana pun percaya diri kecanggihan aplikasi mobile banking Muamalat setara dengan bank lainnya.

" Di level login saja sudah bagus. Ada finger login," kata dia.

Sekadar informasi, aplikasi mobile banking ini menyediakan fitur modern sepeti biometric login dengan sidik jari. Ada juga fitur auto read one time password (OTP). Untuk seri iPhone X ke atas, tersedia fitur face ID.

" Bahkan, untuk membuka account, (nasabah) bisa memakai (aplikasi) ini," kata dia.

Untuk peluncuran aplikasi ini, Permana menargetkan pengguna baru sebanyak 180 ribu. Sedangkan total transaksi dipatok sebanyak 26 juta kali pada 2020.

 

2 dari 5 halaman

Fitur Finger Print dan Face ID

Direktur Bisnis Ritel Muamalat, Purnomo B. Soetadi, mengatakan aplikasi ini bisa diunduh di Google Play Store untuk Android dan Apple Store untuk iOS. Dibandingkan versi sebelumnya, mobile banking ini dilengkapi dengan fitur single portofolio view.

" Jari saya akan dipindai di sini dan portofolio terlihat," kata dia.

Dari sisi keamanan, ada fitur biometric login dan auto read OTP. Teknologi ini memudahkan pengguna untuk login dengan sidik jari dan pengenalan wajah (face ID).

User ID dan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) ponsel milik nasabah juga tercatat di bank sehingga lebih aman.

" Bahkan, juga bisa top up electronic money," kata Purnomo.

3 dari 5 halaman

Bank Muamalat Tambah Fasilitas Pembiayaan ke Barata Indonesia Rp100 M

Dream - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menambah fasilitas pembiayaan kepada PT Barata Indonesia (Persero) sebesar Rp100 miliar. Hal ini sebagai wujud dukungan Muamalat terhadap program pemerintah sekaligus meningkatkan kerja sama dengan BUMN.

" Kami ingin mensupport project pemerintah dan company," kata Chief Corporate Banking Officer Muamalat, Irvan Yulian Noor, di Jakarta, Kamis 14 November 2019.

Tambahan yang disalurkan berupa talangan tagihan kepada supplier Barata. Nantinya, Barata menjadi anchor customer yang akan memberikan referensi mitra usaha kepada Muamalat.

Sedangkan mitra Barata akan mendapat fasilitas pembiayaan jika memenuhi kriteria dan persyaratan dari Muamalat.

" Fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh Muamalat akan membantu supplier mengelola keuangan," kata Irvan.

Bagi Muamalat sendiri, kerja sama ini mempercepat akusisi nasabah baru serta meningkatkan volume portofolio perusahaan. Bank syariah ini juga akan mendapat tambahan fee based income (FBI) dari transaksi pembayaran dari supplier melalui kanal elektronik.

Finance and Human Resource Director Barata, Rahman Sadikin, mengatakan Barata dan Muamalat sudah menjalin kerja sama sejak 2004. Saat ini, Barata telah mengantongi permodalan dari Muamalat menjadi Rp400 miliar.

Dengan tambahan permodalan Rp100 miliar, nilai fasilitas permodalan dari bank syariah ini mencapai Rp500 miliar.(Sah)

4 dari 5 halaman

Mobile Banking Bank Muamalat Hadirkan Fitur QR Code, Psst..Ada Banyak Promo

Dream - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkenalkan fitur QR Code pada aplikasi mobile banking terbarunya.  Fitur ini diharapkan memudahkan nasabah melakukan transaksi pembayaran di merchant yang bekerja sama dengan Muamalat.

Kehadiran fitur baru itu juga sebagai bentuk dukungan Bank Muamalat terhadpa rencana Bank Indonesia (BI) yang akan memberlakukan kebijakan Quick Respon Code Indonesia Standard (QRIS) mulai 1 Januari 2020. Dengan standar ini, akan ada satu QR Code yang dapat digunakan pada beragam aplikasi.

" Kalau BI sudah menyiapkan perangkat, dalam arti aturan, kami sebagai bank mendukung," kata Consumer and Retail Banking Director Muamalat, Purnomo B. Soetadi, usai peluncuran Muamalat Digital Islamic Network (DIN) di Jakarta, Kamis 14 November 2019.

Untuk mengedukasi masyarakat terkait fitur baru tersebut, Muamalat akan menyosialisasikan kepada nasabah di berbagai event gathering.

Selain itu, Bank Muamalat juga menyediakan beragam promo pembayaran menggunakan QR code menarik minat nasabah.

Purnomo mengakui masyarakat membutuhkan waktu untuk membiasakan bertransaksi dengan QR code. Dia menyamakannya dengan masa awal diperkenalkannya Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

" Kalau balik zaman dulu, banyak orang yang punya kartu ATM, tapi yang bertransaksi dengan ATM belum banyak," kata dia.(Sah)

5 dari 5 halaman

Gandeng Muamalat, Takaful Keluarga Bidik Premi Rp120 Mliliar

Dream – PT Asuransi Takaful Keluarga berharap bisa mendapatkan tambahan premi Rp120 miliar dari produk asuransi syariah pendidikan anak. Optimisme itu menguat setelah perusahaan menjalin kerjasama dengan pionir bank syariah, PT Bank Muamalat Indonesia.

Dua lembaga keuangan tersebut bersepakat untuk bekerja sama dalam pemasaran produk asuransi syariah pendidikan anak. Dari kerjasama tersebut, perusahaan asuransi ini membidik premi ratusan miliar rupiah pada tahun pertama untuk kerja sama ini.

“ Bisa-bisa Rp120 miliar pada tahun pertama,” kata Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga, Arfandi Arief, di Jakarta, Rabu 4 September 2019.

Melihat asuransi yang dipasarkan berkaitan dengan pendidikan, Arfandi optimistis produknya tersebut akan laku di masyarakat. 

“ Insya Allah, pasti laku,” kata dia.

Arfandi mengatakan tantangan menjual asuransi syariah pendidikan ini memang bergantung kepada nasabah yang dibidik. Jika ditawarkan ke nasabah wealth management, tantangan yang dihadapi kemungkinan takkan banyak terjual.

“ Tinggal bagaimana meyakinkan mereka untuk save dan switch invest ke insurance,” kata dia.

Tantangan berbeda juga akan dihadapi oleh para agen penjual saat memasarkan produk ini pada nasabah baru.

“ Butuh seni untuk meyakinkan. Insurance rendah itu bukan karena nggak paham, tapi seberapa gigihnya (agen menawarkan asuransi),” kata dia.

(Sah, Laporan: Keisha Ritzska Salsabila)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting