Australia Denda Samsung Rp144 Miliar karena Iklan yang Dianggap Menyesatkan Publik

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 30 Juni 2022 09:47
Australia Denda Samsung Rp144 Miliar karena Iklan yang Dianggap Menyesatkan Publik
Iklan tersebut memperlihatkan beberapa ponsel tahan air keluaran Samsung dapat digunakan di kolam renang dan di pantai, yang sebenarnya tidak disarankan dalam situs web Samsung sendiri.

Dream - Pengadilan di Australia memerintahkan Samsung untuk membayar denda US$9,7 juta atau sekitar Rp144 miliar karena penayangan iklan yang dianggap menyesatkan publik.

Dikutip dari laman The Verge, Rabu 29 Juni 2022, iklan tersebut memperlihatkan beberapa ponsel tahan air keluaran Samsung dapat digunakan di kolam renang dan di pantai, yang sebenarnya di situs resmi Samsung tidak disarankan.

Iklan tersebut ditayangkan pada Maret 2016 hingga Oktober 2018, yang menampilkan ponsel Galaxy A, S7, dan S8. Samsung menyebut semua ponsel tersebut memiliki sertifikat IP68, yang berarti dapat ditenggelamkan sepenuhnya hingga kedalaman 1,5 meter dalam air untuk waktu sekitar 30 menit.

1 dari 2 halaman

Samsung pun telah digugat otoritas persaingan usaha Australia (Australian Competition & Consumer Commission/ACCC) pada Juli 2019.

Otoritas tersebut menilai bahwa klaim Samsung pada sejumlah ponsel itu menyesatkan dan palsu. Terbukti, ACCC menerima ratusan keluhan dari pengguna ponsel tersebut.

Pengguna mengatakan kepada ACCC bahwa smartphone tidak berfungsi dengan baik. Bahkan, ada yang sampai berhenti bekerja sepenuhnya, setelah terkena air.

2 dari 2 halaman

Meskipun ada beberapa perangkat yang bisa tahan air, tapi jelas perangkat ini tidak bisa tahan air laut. Sebab, kandungan garam bisa merusak komponen dalam smartphone tersebut

Terlepas dari iklan, kerusakan karena air bukan bagian yang digaransi oleh Samsung Australia. Jadi, pengguna seolah dibiarkan bersama perangkat yang tidak bisa dipakai.

Pengadilan pun pada Kamis, 23 Juni 2022 menjatuhkan denda untuk raksasa teknologi asal Korea Selatan itu.

Dengan kejadian ini, diharapkan Samsung dapat lebih berhati-hati dengan pembuatan iklan di masa mendatang.

Beri Komentar