Remaja Laki-laki/ Foto: Pixabay
DREAM.CO.ID - Pubertas merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk bagi anak laki-laki yang mulai memasuki masa remaja. Para orang tua dan pendidik perlu memahami tanda-tandanya agar dapat memberikan bimbingan dan pendampingaan yang tepat.
Dilansir dari laman Alodokter, berikut rangkuman ciri-ciri pubertas yang umum terjadi pada anak laki-laki.
1. Perubahan Fisik yang Mulai Terlihat
Memasuki usia sekitar 9 hingga 14 tahun, tubuh anak laki-laki mulai mengalami pertumbuhan pesat. Tinggi badan bertambah dengan cepat, disertai peningkatan berat badan.
Bahu tampak semakin bidang, otot mulai berkembang, dan perubahan ini dapat terjadi dalam waktu relatif singkat.
Selain itu, anak laki-laki biasanya mulai tumbuh rambut halus di beberapa bagian tubuh, seperti ketiak, kaki, tangan, dan area sekitar kemaluan. Tak ketinggalan, sebagian anak juga mulai melihat tumbuhnya rambut tipis di wajah, terutama di area atas bibir.
2. Mimpi Basah
Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki yang seringkali terjaadi adalah mimpi basah. Ini merupakan proses ejakulasi yang terjadi saat sedang tidur. Hal ini wajar terjadi karena anak laki-laki yang sedang pubertas mulai memproduksi lebih banyak hormon testosteron dan menghasilkan sperma.

3. Perubahan pada Suara
Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah suara yang semakin berat. Proses ini terjadi karena perkembangan kotak suara dan pita suara yang memanjang. Pada masa peralihan, suara mereka bisa terdengar pecah-pecah, sesuatu yang sepenuhnya normal dan hanya berlangsung sementara.
4. Ukuran Penis dan Testis Membesar
Testis dan penis mulai membesar seiring perkembangan hormonal. Pada masa ini, anak laki-laki juga dapat mulai mengalami mimpi basah, yaitu keluarnya sperma saat tidur. Hal ini menandakan tubuh sudah mulai memproduksi sel-sel reproduksi.
5. Perubahan Emosi dan Cara Berpikir
Tak hanya fisik, pubertas juga membawa perubahan pada emosi. Anak laki-laki bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau cepat tersinggung. Mereka juga mulai mengembangkan ketertarikan pada lawan jenis dan mencoba memahami identitas diri. Perubahan ini wajar terjadi karena hormon yang meningkat.
Advertisement

Mengapa Milenial Selalu Merasa Selera Musiknya Lebih Bagus Dibanding Generasi Setelahnya

Persiapan Saat Harus Hidup Sendiri di Luar Kota untuk Kuliah

Satu Nama Tiga Varian: Beda Mie Ayam Jakarta, Mie Ayam Bangka, dan Mie Ayam Wonogiri


Menteri Hukum Uji Coba E-Voting dan Libatkan Pegawai untuk Pilih Kepala Kanwil Baru di Jawa Timur

Ilmuwan Indonesia Unjuk Gigi di Panggung Remote Sensing Dunia, dari Selat Bali hingga Gunung Ibu

Kisah Jaka Tarub dan Deretan 'Kembarannya' di Berbagai Penjuru Asia