© 2026 Jokowi Menunjukkan Kartu Anggota PSI (YouTube)
DREAM.CO.ID - Dibukalah kartu itu. Diangkat tinggi-tinggi. Sambil bangkit dari kursi, Jokowi memamerkan tanda anggota itu di hadapan kader partai. Keheningan pecah, suasana berubah riuh. Tepuk tangan membahana. Orang-orang yang sejak awal tekun menyimak ikut bersorak-sorai.
Kartu itu menandai jalan baru. Sebuah pilihan politik. Identitas di tangan Jokowi itu adalah tanda anggota Partai Solidaritas Indonesia. PSI. Kartu itu didapat 14 Oktober 2025. Hampir setahun identitas itu disimpan. Baru di Bandung dia membuka kartu itu ke publik.
" Jadi sudah jelas semua ya, jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya sudah menjadi keluarga besar PSI," tegas Jokowi.
Tak hanya menunjukkan, Jokowi juga membaca identitas di atas kartu itu. Joko Widodo. Demikian dia menyebut nama yang tertera. Presiden ketujuh Indonesia itu juga mengungkap nomor anggota: S337220257777777.
" Saya nggak tahu kenapa nomor tujuhnya kok banyak sekali," gurau Jokowi.
Di Bandung, Jokowi bukan liburan. Tidak sekadar mengisi akhir pekan. Ini safari politik. Di Hotel Grand Pasundan, Sabtu, 26 September, itu dia menghadiri Rapat Koordinasi Daerah PSI Kota Bandung. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, ada di sana. Begitu pula jajaran pengurus pusat dan daerah.

Di depan kader partai Gajah itu, suami Iriana itu bicara mesin partai. Struktur, katanya, tidak boleh sekadar lengkap di atas kertas. Ia harus hidup. Harus bekerja. Dia meminta kader PSI hadir ke rumah-rumah warga. Jika tidak bisa masuk, minimal sampai ke depan pintu.
Rakorda Bandung itu menjadi panggung untuk menunjukkan perubahan posisi Jokowi. Dua tahun keluar Istana. Tidak berpartai sejak berpisah dengan PDIP. Kini dia tampil terang-terangan sebagai bagian partai politik. Mengumumkan diri sebagai anggota PSI.
Dari Bandung, Jokowi bergerak ke Kabupaten Bekasi. Masih Jawa Barat. Agendanya sama, mengikuti Rakor PSI. Di Cikarang Timur, ayah Gibran itu mengungkap alasan baru menunjukkan kartu anggota partai itu.
Jokowi menjawab pendek, " Suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya."
Bagi Jokowi, politik soal momentum. Dan momentum menunjukkan kartu identitas partai itu memang datang sekarang. Dua kota. Dua hari. Satu pesan. Jokowi tidak lagi menyembunyikan rumah politiknya.
Tapi, pertemuan di Bandung itu bukanlah titik awal. Perjalanan Jokowi sudah dimulai jauh sebelumnya.
Jokowi pernah menggambarkan rencana kehidupannya setelah keluar dari Istana dengan sangat sederhana. Pulang ke Solo. Menjadi rakyat biasa.
Jokowi mengungkap niat itu saat masih jadi presiden. Setelah tidak lagi menjabat presiden, Jokowi memang benar-benar pulang kampung. Dia tinggal di Kelurahan Sumber, Solo.
Namun, menjadi rakyat biasa bukan berarti sebagai sosok biasa pula. Rumah Jokowi tetap menjadi magnet, didatangi banyak orang. Tokoh politik datang. Pejabat bertandang. Rakyat biasa juga menyambang.
Setahun lalu, 20 Juli 2025, Presiden Prabowo datang ke rumah Jokowi. Kala itu dia baru tiba dari lawatan luar negeri. Prabowo tak sendiri. Sejumlah pejabat diajak. Menteri teras. Gibran Rakabuming Raka, wakil presiden yang juga putra sulung Jokowi, juga hadir.

Tidak ada ruang Istana. Tidak ada meja rapat kabinet. Di rumah Sumber itu, pembicaraan politik dan pemerintahan tetap mengalir. Prabowo juga bercerita tentang hasil kunjungan ke luar negeri. Pertemuan itu dihelat beberapa hari sebelum Prabowo menghadiri Kongres PSI di Solo.
Pertemuan Jokowi dengan Prabowo itu hanya salah satu saja. Selain sebagai rumah Jokowi, Solo juga menjadi titik temu. Rumah di Sumber itu seolah menegaskan bahwa Jokowi memang sudah pensiun, namun pengaruhnya belum surut.
Setelah keluar Istana, Jokowi masuk PSI. Dari rumah di Sumber itulah dia bergerak. Bukan sebagai kepala pemerintahan, melainkan sebagai orang politik.
Geliat Jokowi sudah terlihat di Hotel Claro, Makassar. Pada 31 Januari 2026, di Rakernas PSI, pidatonya bukan lagi nostalgia. Tidak lagi sekadar mengenang masa kepresidenan. Dia berteriak lantang tentang pekerjaan besar. Safari politik.
Sama seperti di Bandung itu, Jokowi bilang PSI butuh mesin besar. Struktur harus bergerak sampai bawah. Tidak cukup hanya punya pengurus di atas kertas. Jokowi siap turun ke berbagai daerah jika diperlukan. Pidato itu mirip cetak biru perjalanan Jokowi berikutnya.
" Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi saya masih sanggup. Ke kabupaten kota, saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan saya masih sanggup," tegas Jokowi.
Dia juga membakar semangat kader PSI. Jokowi berjanji akan bekerja keras, seperti yang dilakukan para kader di bawah.
" Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI. Saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI. Saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI," teriak Jokowi.
Beberapa bulan kemudian, Jokowi membuktikan pidato itu. Dia mulai safari ke sejumlah daerah. Lampung menjadi tujuan pertama. Ratusan simpatisan menjemputnya di Bandara Radin Inten II pada 26 Juni 2026.
Di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai itu, Jokowi berkeliling ke sejumlah daerah. Mesuji. Tulang Bawang. Bandar Lampung. Pesawaran. Lampung Timur. Itu titik persinggahan. Di tempat-tempat itu Jokowi bertemu kader PSI, selain masyarakat dan pelaku UMKM.
Jokowi juga tampil dengan atribut PSI. Di Bandar Lampung, Jokowi menjawab pertanyaan soal jaket yang melekat di badan. Dia hanya melempar jawaban ringan, " Kalau seseorang sudah memakai baju, artinya tahu sendiri."

Sehari kemudian, Jokowi menerima gelar adat masyarakat Lampung Pepadun. Bertempat di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, Jokowi mendapat anugerah gelar Baginda Pemuka Bangsa. Dia menjalani sejumlah prosesi, diantaranya menjejakkan kaki ke kepala kerbau, bagian dari rangkaian Begawi Cakak Pepadun.
Dari Lampung, Jokowi terbang ke timur. Akhir Juli, dia mendarat di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di sana, gelarnya bahkan bertambah satu. Jokowi yang mengikuti Karnaval Gajah dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor oleh delapan raja dari wilayah kerajaan di Pulau Timor.
Sama seperti Makassar dan Lampung, kunjungan ke NTT itu bukan sekadar jalan-jalan biasa. Ada politik di dalamnya. Jokowi bertemu struktur PSI. Berbicara dengan kader dan warga.
Pada September ini, Jokowi kembali ke NTT. Ke Sikka. Namun bukan untuk pidato di Rakorda PSI. Kali ini Jokowi bertemu warga yang terdampak gempa. Jokowi berkunjung di tengah musibah itu meski ketika mendapat keluhan tentang ketersediaan air bersih dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah pensiun.
Dari berbagai kunjungan ke daerah itu semakin kentara, Jokowi dan PSI seolah berkelindan. Popularitas lama Jokowi mendapat kendaraan politik baru. PSI. Sebaliknya, PSI memperoleh tokoh dengan jangkauan nasional. Jokowi.
Soal safari politik Jokowi itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan, kunjungan itu bukan hanya untuk memenuhi undangan masyarakat saja. Lawatan itu juga untuk menunaikan janji Jokowi pada PSI. Saat Kongres PSI di Solo, kata dia, Jokowi berjanji memberi dukungan penuh.

Menurut Bestari, Lampung, NTT, dan Jawa Barat, menjadi pilihan karena Jokowi punya jejak historis positif terkait pembangunan di tiga provinsi itu.
Dalam rentetan kunjungan itu semakin terlihat posisi politik Jokowi. Di Bandung, kian benderang. Di Kota Kembang itu status politik diumumkan. Jokowi mengeluarkan kartu. Mendeklarasikan diri sebagai anggota partai.
Jalan politik Jokowi belum berhenti setelah jabatan usai. Dan dia telah memilih PSI sebagai kendaraan baru untuk menapaki jalan itu. Di depan kader PSI itu, dia bahkan menyebut banyak pihak ketar-ketir dengan kendaraan gajahnya.
" Meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan. Wong sama partai baru saja kok takut," kata Jokowi.
Dari atas panggung di Bandung itu pula, Jokowi yang berkemeja dan udeng putih itu bahkan sangat yakin PSI akan menjadi partai besar. " Ini partai baru, tapi juga hati-hati, meskipun partai baru hati-hati, ini akan menjadi partai besar. Kita harus meyakini itu," imbuhnya.
Dulu, Jokowi berkunjung ke berbagai daerah sebagai presiden. Kini dia berkeliling sebagai anggota PSI. Anggota partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang.
Advertisement

Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia, Ukurannya Lebih Kecil dari Kucing Rumahan

Kurang Tidur Bikin Kepala Sakit? Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Sarapan Sebaiknya Protein atau Karbohidrat? Ahli Gizi Ungkap Pilihan yang Lebih Tepat

Mengapa Motif Batik Mega Mendung Mirip dengan Desain Awan China?


Sempurnakan Kriteria FCA, Hari Ini 92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI

Bukan 2026, Negara-Negara Ini Masih Menggunakan Kalender dengan Tahun yang Berbeda