Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia, Ukurannya Lebih Kecil dari Kucing Rumahan

Reporter : Abidah
Minggu, 27 September 2026 06:00
Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia, Ukurannya Lebih Kecil dari Kucing Rumahan
Seekor kucing liar berukuran lebih kecil dari kucing rumahan ditemukan di hutan berkabut Bolivia.

DREAM.CO.ID - Seekor kucing liar berukuran lebih kecil dari kucing rumahan ditemukan di hutan berkabut Bolivia. Hewan yang oleh masyarakat setempat disebut tilcayo itu ternyata bukan sekadar variasi dari kucing liar yang sudah dikenal, melainkan spesies baru yang secara resmi diidentifikasi untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu abad tidak ada penemuan spesies kucing liar yang masih hidup.

Kucing tersebut ditemukan di kawasan hutan Yungas, Bolivia, wilayah pegunungan yang dikenal dengan hutan lembap yang kerap diselimuti awan. Para peneliti kemudian menggunakan analisis genetik untuk memastikan statusnya sebagai spesies berbeda dan memberinya nama ilmiah Leopardus tilcayo, dengan tetap mempertahankan nama lokal tilcayo.

Menurut laporan Reuters yang diterbitkan 17 September 2026, kucing ini memiliki panjang sekitar 46 sentimeter dan berat sekitar 1,4 kilogram. Ukurannya bahkan lebih kecil dibandingkan rata-rata kucing domestik.

Secara fisik, Leopardus tilcayo memiliki bulu berwarna cokelat muda dengan pola roset berbentuk tidak beraturan di seluruh tubuhnya. Paola Nogales-Ascarrunz, peneliti sekaligus National Geographic Explorer dan salah satu penulis penelitian, mengatakan karakteristik kucing tersebut membuat para peneliti mulai mempertanyakan identitas kucing harimau yang selama ini diketahui hidup di Bolivia.

“ Bulu mereka berwarna cokelat muda ... dengan roset berbentuk tidak beraturan di seluruh tubuhnya,” kata Nogales-Ascarrunz.

1 dari 2 halaman

Terlihat Mirip, Ternyata Berbeda Secara Genetik

Leopardus tilcayo termasuk kelompok tiger cats atau kucing harimau yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Selatan. Kelompok ini dikenal sebagai cryptic species, yakni kelompok hewan yang memiliki kemiripan fisik sangat tinggi sehingga sulit dibedakan hanya dengan melihat penampilannya.

Selama bertahun-tahun, kucing harimau sebelumnya dianggap sebagai satu spesies. Namun, penelitian genetika yang dilakukan beberapa dekade terakhir mulai menunjukkan bahwa kelompok tersebut kemungkinan terdiri atas beberapa spesies berbeda.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Current Biology, tim peneliti menganalisis DNA 38 kucing dari sejumlah negara di Amerika Selatan. Sampel tersebut mencakup delapan spesimen yang tersimpan di museum.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok kucing harimau sebenarnya terdiri atas lima spesies yang berbeda secara genetik. Salah satunya adalah Leopardus tilcayo dari Bolivia.

Garis keturunan kucing tersebut diperkirakan telah terpisah dari kucing harimau lainnya sekitar 1,4 juta tahun lalu. Menurut Jonas Lescroart dari University of Antwerp, perbedaan genetik sebesar itu umumnya sudah dianggap sebagai pemisah pada tingkat spesies pada kelompok kucing.

“ Kami tidak pernah menduga kucing harimau Bolivia ini merupakan spesies terpisah, dan tidak ada seorang pun yang pernah mengusulkannya sebagai hewan, subspesies, atau bentuk lain yang berbeda,” ujar Lescroart.

 

2 dari 2 halaman

Kehidupannya Masih Menjadi Misteri

Pengetahuan tentang kehidupan Leopardus tilcayo masih sangat terbatas. Para peneliti baru memeriksa dua individu hidup serta memperoleh sejumlah rekaman dari kamera jebak.

Salah satu individu yang diketahui adalah kucing jantan berusia 10 tahun yang kini tinggal di suaka margasatwa Senda Verde, Bolivia. Sebelumnya, kucing tersebut dipelihara sebuah keluarga lokal di rumah mereka.

Sampel kotoran menunjukkan keberadaan sisa-sisa hewan pengerat kecil sehingga kemungkinan tikus dan hewan sejenis menjadi bagian dari makanannya. Rekaman kamera jebak juga mengindikasikan kucing ini mungkin lebih aktif pada malam hari.

Tim peneliti juga mengidentifikasi subspesies baru kucing harimau di kawasan Yungas, Peru, yang diberi nama Leopardus tigrinus antisuyo. Nama tersebut merujuk pada Antisuyu, salah satu wilayah Kekaisaran Inca yang mencakup daerah tempat subspesies tersebut ditemukan.

Penemuan Leopardus tilcayo juga menimbulkan perhatian terhadap kondisi habitatnya. Hutan Yungas menghadapi tekanan akibat deforestasi, perluasan pertanian, kebakaran yang disebabkan manusia, serta aktivitas pertambangan.

Para peneliti telah menyerahkan temuan mereka kepada International Union for Conservation of Nature (IUCN). Penilaian mendatang akan menilai kelima garis keturunan kucing harimau tersebut secara terpisah. Pemisahan itu dapat memberikan gambaran risiko yang lebih akurat, termasuk kemungkinan bahwa Leopardus tilcayo ternyata berada dalam kondisi lebih terancam daripada yang terlihat ketika seluruh kelompok masih dianggap sebagai satu spesies.

Bagi para peneliti, penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa dunia masih menyimpan banyak spesies yang belum dikenali. Eduardo Eizirik, ahli biologi evolusi dari Pontifical Catholic University of Rio Grande do Sul, mengatakan banyak spesies yang mungkin belum ditemukan dan berisiko menghilang sebelum manusia sempat mengenalinya.

Beri Komentar