© Pexels.com/Annta Razevich
DREAM.CO.ID - Ketiak biasanya bukan bagian tubuh yang langsung dikaitkan dengan daya tarik seksual. Namun, bagi sebagian orang, area yang tersembunyi di antara lengan dan tubuh itu justru dapat menjadi sumber ketertarikan yang kuat. Dalam psikologi seksual, ketertarikan atau gairah yang berpusat pada ketiak dikenal sebagai maschalagnia, sebuah bentuk fetisisme yang dapat melibatkan ketertarikan terhadap tampilan, aroma, maupun sentuhan pada ketiak.
Fenomena ini mungkin terdengar tidak biasa, tetapi ketertarikan terhadap ketiak telah menjadi bagian dari percakapan di berbagai forum internet dan media sosial. Sejumlah halaman dan komunitas daring bahkan secara khusus membahas atau mengoleksi gambar ketiak perempuan. Di India, misalnya, fenomena tersebut juga pernah muncul dalam pembahasan mengenai budaya populer dan industri film.
Lantas, mengapa ketiak bisa menjadi objek ketertarikan seksual?
Salah satu kemungkinan berkaitan dengan indera penciuman. Ketiak memiliki kelenjar yang menghasilkan senyawa kimia serta aroma tubuh yang khas. Sistem penciuman manusia memiliki hubungan erat dengan bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan memori. Karena itu, aroma tertentu dapat dikaitkan dengan pengalaman emosional atau seksual seseorang.
Bahan sumber juga mengaitkan fenomena tersebut dengan pheromone atau feromon, senyawa kimia yang pada sejumlah hewan dapat berperan dalam komunikasi seksual. Namun, hubungan antara aroma tubuh manusia, feromon, dan ketertarikan seksual jauh lebih kompleks dan belum dapat digunakan untuk menjelaskan secara sederhana mengapa seseorang tertarik pada ketiak.
Selain aroma, ketiak merupakan bagian tubuh yang relatif jarang terlihat dibandingkan wajah, tangan, atau kaki. Ketika seseorang mengangkat tangan, bagian tubuh tersebut tiba-tiba menjadi terlihat. Sifatnya yang sebagian tersembunyi ini dapat memberikan unsur rasa penasaran bagi sebagian orang.
Ketiak juga dapat memperlihatkan aspek tubuh yang biasanya tidak ditampilkan secara terbuka. Rambut tubuh, keringat, tekstur kulit, dan bentuk lipatan tubuh menjadi bagian dari karakteristik yang bagi sebagian orang justru menarik. Dalam konteks ketertarikan seksual, preferensi tersebut tentu berbeda-beda pada setiap individu.
Secara fisik, ketiak juga memiliki banyak ujung saraf yang sensitif. Sentuhan lembut di area tersebut dapat menghasilkan sensasi tertentu dan, dalam konteks hubungan intim yang saling disetujui, dapat menjadi bagian dari pengalaman seksual. Artinya, ketertarikan terhadap ketiak tidak selalu berkaitan dengan fetish secara khusus. Bagi sebagian pasangan, area tersebut mungkin saja menjadi salah satu bagian tubuh yang menyenangkan untuk disentuh.
Meski demikian, tidak semua orang yang menyukai ketiak dapat disebut memiliki fetish. Dalam penggunaan istilah psikologis, fetish merujuk pada pola ketertarikan seksual yang lebih spesifik. Ketertarikan pada bagian tubuh tertentu juga dapat menjadi variasi normal dalam preferensi seksual seseorang selama berlangsung antara orang dewasa yang saling menyetujui dan tidak melibatkan paksaan.
Pada akhirnya, tidak ada satu jawaban sederhana mengenai mengapa sebagian pria tertarik pada ketiak perempuan. Aroma, pengalaman masa lalu, asosiasi emosional, tampilan visual, sensitivitas tubuh, serta unsur tersembunyi dari bagian tubuh tersebut semuanya dapat berperan. Ketertarikan manusia memang tidak selalu mengikuti bagian tubuh yang dianggap paling umum menarik secara seksual.
Advertisement

Terlalu Banyak Makanan Olahan Bisa Bikin Lemak Menumpuk di Otot dan Mengancam Lutut

Garbarata Generasi Baru dari Bukaka Bakal Berseliweran di Bandara Terbaik Dunia

Tren Aneh Pria Potong Bulu Mata demi Terlihat Lebih Maskulin, Ketahui Risikonya bagi Mata

Cuma Cium Aroma Cokelat Sebelum Olahraga Bisa Bikin Pria Mampu Tambah Repetisi

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Seniman dan Anak Bungsu Soekarno Tutup Usia

Sejarah Batik: Dari Teknik Pewarnaan Kuno hingga Menjadi Identitas Budaya Indonesia
