© Pexels.com/Markus Winkler
DREAM.CO.ID - Setiap kali membuka kemasan bakpao yang masih hangat, hampir selalu ada satu lembar kertas kecil menempel di bagian bawahnya. Banyak orang otomatis membuangnya tanpa berpikir dua kali, menganggapnya sekadar alas pembungkus biasa. Padahal, kertas tipis itu punya peran teknis yang cukup penting dalam keseluruhan proses pembuatan bakpao, jauh sebelum kudapan itu sampai ke tangan pembeli.
Kertas roti atau parchment paper diletakkan di bawah setiap adonan bakpao sebelum dimasukkan ke keranjang pengukus. Fungsi utamanya sederhana namun krusial: mencegah adonan menempel pada permukaan pengukus maupun pada bakpao lain di sebelahnya. Tanpa alas kertas ini, bagian bawah bakpao yang masih lembek dan lengket berisiko menempel erat pada dasar keranjang bambu atau panci kukus, membuat bentuknya rusak begitu diangkat.
Kertas roti berlubang yang dipasang pas dengan ukuran pengukus jadi cara tercepat melapisi keranjang kukusan. Lubang-lubang kecil pada kertas ini memungkinkan uap panas tetap bisa bersirkulasi bebas ke seluruh bagian bakpao, sementara kertasnya sendiri mencegah bakpao menempel pada kukusan.
Selain mencegah lengket, kertas ini juga membantu menjaga bentuk bakpao tetap rapi selama proses pengukusan berlangsung. Sangat disarankan meletakkan potongan kecil kertas roti di bawah setiap bakpao untuk mencegahnya menempel pada dasar pengukus maupun pada bakpao lainnya. Kertas roti ini juga membuat proses mengangkat bakpao dari pengukus yang masih panas jadi jauh lebih mudah, tanpa merusak bentuk atau permukaan bakpao yang baru matang.
Uniknya, kertas ini bisa dipakai berulang kali. Kelembapan dari proses pengukusan menjaga kertas tetap lentur dan tidak mudah rapuh, berbeda dari kertas roti yang dipakai dalam proses pemanggangan biasa yang cenderung getas setelah sekali pakai.
Dilansir dari Brightime, penggunaan kertas pengukus membantu distribusi panas yang merata ke seluruh bagian bakpao, sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang konsisten pada setiap bagian adonan. Ini penting terutama saat mengukus dalam jumlah banyak sekaligus, di mana distribusi uap yang tidak merata bisa membuat sebagian bakpao matang sempurna sementara bagian lain masih kurang matang.
Selain parchment paper biasa, sejumlah produsen bakpao juga memakai kertas kukus berbahan bambu, yang selain mencegah lengket juga memberikan aroma khas alami pada bakpao saat proses pengukusan berlangsung.
Bagi produsen bakpao dalam skala besar, kertas pengukus juga punya manfaat praktis dari sisi kebersihan alat. Penggunaan kertas kukus membuat proses pembersihan pascamemasak jadi lebih mudah, sebab meminimalkan sisa adonan yang menempel dan menumpuk di keranjang pengukus, sehingga menghemat waktu dan tenaga terutama bagi produksi bakpao dalam jumlah besar.
Kertas ini murni berfungsi sebagai alat bantu produksi, bukan bagian dari makanan itu sendiri, sehingga tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi. Setelah bakpao matang dan siap disantap, kertas ini sebaiknya dilepas terlebih dahulu sebelum bakpao dimakan, meski keberadaannya selama proses pengukusan jadi salah satu elemen kecil namun penting yang memastikan bakpao yang sampai ke tangan pembeli punya bentuk rapi, tekstur matang merata, dan bagian bawah yang mulus tanpa bekas lengket dari keranjang kukusan.
Advertisement

Tak Lagi Diplonco, Ini yang Sebenarnya Dipelajari Mahasiswa Baru saat Orientasi Kampus

IIDI Cabang Malang Edukasi Masyarakat Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung dan pembuluh Darah

Ketahui Apa Arti Tanggal Kedaluwarsa pada Parfum, Betulkah Berbahaya Jika Digunakan?

Mengapa Setiap Daerah di Indonesia Punya Soto Versinya Sendiri

Jatuhnya Fat Man di Nagasaki yang Membalik Sejarah pada 9 Agustus 1945

Kebiasaan Minum Manis Sejak Kecil Terbukti Berkaitan dengan Tekanan Darah Tinggi saat Dewasa
