Mengapa Nasi Baru Matang Harus Segera Diaduk

Reporter : Abidah
Rabu, 2 September 2026 12:00
Mengapa Nasi Baru Matang Harus Segera Diaduk
Mengaduk nasi ketika baru matang bukan sekadar kebiasaan semata, namun memiliki manfaat dan penjelasan ilmiah dibaliknya.

DREAM.CO.ID - Kebiasaan ini diwariskan turun-temurun: begitu rice cooker berbunyi tanda nasi matang, segera buka tutupnya dan aduk nasinya. Banyak orang melakukannya begitu saja tanpa benar-benar tahu alasannya, sekadar mengikuti kebiasaan orang tua dulu. Ternyata, di balik kebiasaan sederhana ini ada penjelasan fisika yang cukup masuk akal.

Penjelasan Ilmiah dari Seorang Profesor ITB

Fenomena ini pernah dijelaskan secara ilmiah oleh Prof. Dr. Eng. Mikrajuddin Abdullah, M.Si., ahli fisika nanomaterial dari Institut Teknologi Bandung (ITB), lewat unggahan di akun Facebook pribadinya yang sempat viral. Menurut penjelasannya, saat nasi baru matang di rice cooker, masih ada butiran air yang terperangkap di dalam nasi. Air tersebut akan keluar lewat proses penguapan atau difusi, dan proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

" Akibatnya, kalau nasi tidak diaduk, maka air terperangkap cukup lama dalam nasi dan dapat menyebabkan nasi cepat basi," jelas Mikrajuddin.

1 dari 3 halaman

Kenapa Mengaduk Bisa Membuat Nasi Lebih Awet

Solusinya sederhana: begitu nasi diaduk setelah matang, proses ini menciptakan ruang-ruang kosong kecil di antara butiran nasi. Ruang kosong inilah yang memudahkan air yang terperangkap di bagian dalam nasi untuk keluar lebih cepat lewat penguapan.

Mikrajuddin bahkan menjelaskan fenomena ini dengan analogi material berpori, di mana gas atau uap air bisa lebih mudah melewati celah-celah kecil tersebut. Dengan ruang kosong yang tercipta lewat proses pengadukan, jumlah air yang terperangkap dalam nasi jadi berkurang, sehingga nasi bisa bertahan lebih lama alias tidak cepat basi.

2 dari 3 halaman

Melepaskan Sisa Uap Nasi Berlebih

Selain soal air yang terperangkap, ada alasan lain kenapa mengaduk nasi baru matang itu penting: melepaskan sisa uap panas berlebih. Saat rice cooker berpindah dari mode memasak ke mode menghangatkan (warm), proses pematangan sebenarnya belum sepenuhnya berhenti. Di fase ini, masih ada banyak uap panas yang terperangkap di dalam panci, dan butiran nasi yang baru saja matang masih aktif menyerap sisa kelembapan di sekitarnya.

Fase ini sering disebut sebagai masa istirahat atau resting bagi nasi, agar proses pematangannya benar-benar sempurna sebelum akhirnya diaduk. Lama waktu istirahat ini bisa berbeda-beda, tergantung jenis beras yang digunakan, jumlah nasi yang dimasak, dan tipe rice cooker yang dipakai.

Setelah masa istirahat itu selesai, barulah nasi bisa diaduk perlahan agar uap berlebih bisa keluar dan butiran nasi tidak saling menempel. Proses mengaduk ini juga membuat suhu nasi jadi lebih merata dan mengurangi risiko butiran nasi saling menggumpal, membantu menjaga tekstur nasi tetap pulen saat disantap.

3 dari 3 halaman

Cara Mengaduk yang Benar

Agar hasilnya maksimal, sebaiknya aduk nasi secara perlahan dari bagian bawah ke atas menggunakan centong nasi, bukan sekadar mengaduk di permukaan saja. Cara ini membantu memastikan uap panas dari bagian bawah panci ikut terlepas, bukan hanya bagian atasnya saja.

Tips Tambahan agar Nasi Lebih Awet

Selain rutin mengaduk nasi setelah matang, ada beberapa trik tambahan yang bisa membantu nasi bertahan lebih lama dan tidak cepat basi. Menambahkan beberapa tetes air perasan jeruk nipis atau lemon sebelum memasak bisa membantu menghambat pertumbuhan bakteri, sekaligus membuat warna nasi tampak lebih putih dan teksturnya lebih lembut. Menambahkan dua lembar daun pandan yang disobek juga bisa membuat nasi lebih harum sekaligus membantu menjaga kesegarannya.

Penting juga untuk tidak menyimpan nasi terlalu lama di dalam rice cooker, terutama dalam kondisi menyala terus-menerus di mode warm, karena kondisi ini justru bisa membuat nasi cepat kering di bagian atas dan mempercepat proses basi.

Beri Komentar