Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mengonsumsi Nasi Putih. (Source: Shutterstock)
Dream - Selain dianggap bisa menyebabkan gagal diet, nasi putih juga seringkali dihindari penderita diabetes. Pasalnya, nasi putih merupakan sumber gula yang sering dikonsumsi setiap makan pagi, siang, dan malam.
Meski begitu, nasi putih tetap bisa dikonsumsi bagi penderita diabetes selama jumlahnya terkontrol. Putri, seorang ahli gizi profesional, lewat akun Instagramnya @putriemje menyarankan penderita diabetes untuk mencoba jenis karbohidrat lainnya yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi putih seperti jagung dan singkong.
Berdasarkan penuturan Putri, indeks glikemik sendiri merupakan indikator seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan gula darah.

Foto: Shutterstock
Jadi, makanan yang memiliki indeks glikemik rendah memiliki risiko lebih kecil menyebabkan lonjakan gula darah atau insulin. Sehingga, memperhatikan kadar indeks glikemik pada makanan cukup penting bagi penderita diabetes.
Walau disarankan mencoba jenis karbohidrat lain, tapi penderita diabetes masih bisa mengonsumsi nasi putih saat makan pagi, siang, atau malam saja dengan porsi sesuai anjuran ahli gizi maupun dokter.
Sesuaikan juga asupan gula harian agar tidak lebih dari 30 gram per hari. Lalu, lengkapi nutrisi makanan dengan sumber protein, lemak, dan serat seperti ayam serta sayuran untuk menurunkan total indeks glikemik.
Penderita diabetes dianjurkan mengonsumsi camilan sehat dengan indeks glikemik serta kandungan gula rendah untuk menjaga gula darah tetap stabil.
View this post on Instagram
Dream - Sahabat Dream mungkin sering mendengar saran untuk mengurangi konsumsi nasi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Nasihat juga sering disampaikan ketika mendengar seseorang tengah melakukan diet untuk menurunkan berat badan.
Anggapan itu muncul karena konsumsi nasi putih dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan. Selain bisa menurukan bobot, mengurangi konsumai nasi juga diklaim membuat tubuh lebih sehat dan kadar gula jadi lebih seimbang.
Di sisi lain kita juga sering melihat teman atau kerabat yang tetap mengonsumsi nasi putih namun bobot tubuhnya tidak berubah drastis. Sebagai jenis karbohidrat yang aman dikonsumsi, banyak orang memiliki bobot ideal dan tetap sehat meski rutin mengonsumsi nasi putih setiap hari.
Ahli Gizi, Rachel Olsen oleh dalam unggahan Instagramnya menegaskan jika tidak ada makanan bersifat sepenuhnya 'baik' atau 'buruk'.
Menurut Rachel, setiap orang seharusnya fokus membuat berbagai makanan lebih bergizi dan sesuai dengan tujuan kesehatan seseorang.
"Sebenarnya tidak ada makanan yang exclusively "baik atau "buruk". Mari kita mulai memikirkan bagaimana setiap makanan yang berbeda dapat sesuai dengan tujuan kesehatan kita sendiri," ujarnya.

Foto: Instagram @rachel.h.olsen
Di samping itu, Rachel juga mengungkapkan konsumsi nasi putih dengan sayuran justru bisa membantu mengurangi lonjakan insulin atau gula darah serta membuat seseorang kenyang lebih lama.
Jadi, kamu hanya perlu menyesuaikan porsi dan melengkapi nilai gizi dari nasi putih dengan menambahkan sayur serta protein. "Selalu ingat untuk fokus pada apa yang harus ditambahkan ke makanan untuk melengkapi nilai gizinya," tutup Rachel.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari