BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

Reporter : Abidah
Selasa, 1 September 2026 14:00
BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026
BCA, pengurus Desa Bakti BCA, pelaku UMKM, pemerintah, dan mitra memanfaatkan forum ini untuk mengevaluasi program, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat kolaborasi.

DREAM.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan kembali komitmennya mengembangkan UMKM dan desa lewat Desa Bakti BCA Community Forum 2026, yang berlangsung pada 25-27 Agustus 2026 di bawah payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA.

Forum tahunan ini sebelumnya dikenal sebagai Rapat Koordinasi (RAKOR). BCA, pengurus Desa Bakti BCA, pelaku UMKM, pemerintah, dan mitra memanfaatkan forum ini untuk mengevaluasi program, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat kolaborasi.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, serta Duta Bakti BCA Nicholas Saputra menghadiri forum ini.

Antonius Widodo Mulyono menjelaskan bahwa forum ini menyediakan ruang diskusi sekaligus meningkatkan keterlibatan antara UMKM dan desa binaan Bakti BCA selama ini. Ia berharap forum ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi UMKM maupun desa untuk naik kelas.

" Pengembangan desa wisata dan UMKM membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara berbagai pihak. Mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, hingga perluasan akses pasar," ujar Widodo.

Hera F. Haryn menambahkan bahwa BCA mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lewat forum ini untuk berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi, dan menemukan peluang pengembangan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

" Desa Bakti BCA Community Forum menjadi ruang bagi kami untuk terus belajar bersama, mengevaluasi program, dan memperkuat kapasitas para penggerak desa wisata maupun pelaku UMKM. Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan," kata Hera.

Rangkaian forum dimulai dengan kedatangan peserta dan coaching clinic pada Selasa (25/8), berlanjut ke forum utama pada Rabu (26/8), lalu kegiatan benchmarking dan penutupan pada Kamis (27/8). Peserta kembali ke daerah masing-masing pada Jumat (28/8).

1 dari 1 halaman

© Dream

Peserta forum menerima pembekalan seputar kepemimpinan dan regenerasi pengurus desa wisata, penguatan kapasitas pelaku dan produk UMKM, serta pemanfaatan transformasi digital untuk memperluas akses pasar. Sesi benchmarking memperkaya wawasan peserta tentang pelestarian lingkungan dan praktik pengembangan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era modern.

Forum ini juga menjadi ajang apresiasi bagi UMKM dan Desa Bakti BCA yang berkontribusi mengembangkan potensi ekonomi dan sosial di daerah masing-masing. Ketua dan tim penggerak desa wisata, ketua Rumah Pangan Hidup (RPH), serta pemilik UMKM desa mengikuti forum ini. BCA mendorong penguatan kapasitas dan jejaring antarpelaku lewat forum tersebut, agar potensi desa dan UMKM berkembang berkelanjutan dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BCA menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal lewat pendampingan usaha dan desa binaan, dengan fokus pada upskilling SDM dan penguatan kelembagaan (capacity building) serta promosi dan dukungan perluasan akses pasar (market access) secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis kebutuhan dan kolaboratif menjadi landasan BCA dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, demi memastikan setiap program relevan, berdampak nyata, dan berjangka panjang.

Bakti BCA saat ini membina 28 desa dengan fokus pengembangan yang beragam, mulai dari desa wisata berbasis pedoman pariwisata berkelanjutan, UMKM di dalam desa, hingga revitalisasi kebun kopi. Program ini telah menyalurkan hampir 200 jenis modul pembinaan bagi komunitas masyarakat desa, menyerap 1.593 tenaga kerja di desa binaan, membina lebih dari 5.000 peserta UMKM, dan mencatatkan potensi nilai ekspor UMKM binaan Bakti BCA hingga Rp110,9 miliar. Desa-desa binaan ini tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku, dengan sejumlah di antaranya meraih penghargaan berskala nasional maupun internasional.

Sumber: https://bcasekuritas.co.id/

Beri Komentar