Jakarta Rakit Diplomasi Kota Lewat Sister City, Beasiswa, dan Musik Dunia

Reporter : Abidah
Selasa, 1 September 2026 13:31
Jakarta Rakit Diplomasi Kota Lewat Sister City, Beasiswa, dan Musik Dunia
Kerja sama sister city, pembangunan Indonesia Center di New York, beasiswa untuk talenta muda Jakarta, dan cita-cita menjadikan ibu kota sebagai pusat hiburan dunia.

DREAM.CO.ID – Jakarta memperkuat posisinya sebagai kota global lewat diplomasi internasional, kerja sama budaya, pendidikan, dan industri kreatif, sambil tetap menjalankan roda pemerintahannya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo membahas arah ini dalam pertemuan di Balai Kota Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Kerja sama sister city, pembangunan Indonesia Center di New York, beasiswa untuk talenta muda Jakarta, dan cita-cita menjadikan ibu kota sebagai pusat hiburan dunia masuk dalam pembahasan.

Kerja sama Jakarta dengan Los Angeles sudah berjalan lama dalam format sister city, mencakup perdagangan, ekonomi, pariwisata, seni budaya, lingkungan, perencanaan kota, pendidikan, serta sains dan teknologi. Belakangan, kolaborasi kedua kota merambah transportasi ramah lingkungan lewat kerja sama TransJakarta dengan Pemerintah Kota Los Angeles. Pramono Anung akan menemui Wali Kota Los Angeles Karen Bass dalam forum Urban 20 (U20), bagian dari rangkaian pertemuan G-20 di New York pada 19–23 September 2026.

Jakarta juga tercatat resmi menjalin kemitraan dengan Arkansas dalam dokumen kerja sama Pemprov DKI. Jaringan Jakarta di Amerika Serikat meluas melampaui kota-kota besar, membuka peluang kerja sama ekonomi, budaya, dan layanan publik dengan mitra lain. Sementara itu, rencana sister city Jakarta–New York terus bergulir sebagai peluang strategis baru.

Pramono Anung berencana bertemu Wali Kota New York Zohran Mamdani, Wali Kota Los Angeles Karen Bass, dan Wali Kota Washington DC Muriel Bowser dalam forum U20 — langkah yang menegaskan ambisi Jakarta memperkuat posisinya dalam diplomasi perkotaan global.

Pramono Anung dan Indroyono Soesilo turut membahas pembangunan Indonesia Center di kawasan Broadway dan Times Square, gagasan yang dirintis mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno untuk memberi Indonesia etalase permanen di jantung New York. Pemprov DKI juga berencana mengirim pemuda-pemudi berbakat Jakarta menempuh studi S2 dan S3 di universitas-universitas terkemuka Amerika Serikat lewat beasiswa Pemprov Jakarta.

1 dari 1 halaman

© Dream

Indroyono Soesilo menilai rangkaian agenda ini membuka peluang besar bagi Jakarta untuk mengambil peran lebih aktif dalam jejaring kota-kota dunia.

" Jakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi kota global. Kerja sama sister city, pengembangan pendidikan, industri kreatif, hingga peluang menghadirkan musisi dan industri film internasional harus kita lihat sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta di panggung dunia. Ini bukan hanya tentang membangun hubungan antarkota, tetapi bagaimana Jakarta bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, budaya, pendidikan, dan kreativitas yang memiliki daya saing internasional," kata Indroyono.

Jakarta juga membidik posisi sebagai pusat hiburan dunia. Kemudahan fasilitasi dari Pemprov Jakarta diharapkan membuat kota ini makin siap menampung konser band dan musisi internasional besar seperti BTS, The Weeknd, Guns N' Roses, dan Metallica. Kehadiran nama-nama besar itu membawa dampak lebih luas dari sekadar konser — menyentuh citra kota, ekonomi kreatif, dan daya tarik global. Rencana kerja sama Jakarta dengan Motion Picture Association of America turut dibahas, dengan tujuan menjadikan Jakarta pusat produksi film internasional.

Jika seluruh agenda ini berjalan konsisten, Jakarta bergerak menuju peran baru: bukan sekadar ibu kota Indonesia, melainkan simpul penting diplomasi kota, pendidikan internasional, dan pusat budaya populer di Asia.

Beri Komentar