Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Makan Nasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Sebagian orang mengurangi kalori nasi dengan membatasi jumlah yang dikonsumsi atau menggantinya dengan jenis karbohidrat lain. Ada juga yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli penanak nasi dengan klaim bisa mengurangi kalori nasi.
Padahal, ada cara yang lebih sederhana untuk membuat nasi lebih rendah kalori. Sahabat Dream juga tidak perlu mengubah jenis nasi atau memasaknya dengan alat yang berbeda.
Berikut trik sederhana menurunkan kalori nasi dari Fitness Content Creator, Maria Eleonora.
Simpan nasi yang telah dimasak ke dalam wadah tertutup, lalu simpan di kulkas. Nasi akan melewati proses retrogradasi yang membuat sebagian karbohidrat di dalamnya tidak bisa dicerna, sehingga jumlah kalorinya menurun.

Foto: Instagram @eleonoramaria_
Bahkan menurut jurnal, nasi yang disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas memiliki kalori lebih rendah 25 persen dan mampu menurunkan berat badan, kolesterol, maupun kadar gula darah.
Nasi yang telah disimpan di dalam kulkas bisa dihangatkan kembali menggunakan microwave atau dikukus. Jangan lupa tutup nasi dengan tisu kering saat dihangatkan agar teksturnya tetap lembut.

Foto: Instagram @eleonoramaria_
Dream - Sahabat Dream mungkin sering mendengar saran untuk mengurangi konsumsi nasi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Nasihat juga sering disampaikan ketika mendengar seseorang tengah melakukan diet untuk menurunkan berat badan.
Anggapan itu muncul karena konsumsi nasi putih dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan. Selain bisa menurukan bobot, mengurangi konsusmi nasi juga diklaim membuat tubuh lebih sehat dan kadar gula jadi lebih seimbang.
Di sisi lain kita juga sering melihat teman atau kerabat yang tetap mengonsumsi nasi putih namun bobot tubuhnya tidak berubah drastis. Sebagai jenis karbohidrat yang aman dikonsumsi, banyak orang memiliki bobot ideal dan tetap sehat meski rutin mengonsumsi nasi putih setiap hari.
Ahli Gizi, Rachel Olsen oleh dalam unggahan Instagramnya menegaskan jika tidak ada makanan bersifat sepenuhnya 'baik' atau 'buruk'.
Menurut Rachel, setiap orang seharusnya fokus membuat berbagai makanan lebih bergizi dan sesuai dengan tujuan kesehatan seseorang.
"Sebenarnya tidak ada makanan yang exclusively "baik atau "buruk". Mari kita mulai memikirkan bagaimana setiap makanan yang berbeda dapat sesuai dengan tujuan kesehatan kita sendiri," ujarnya.

Foto: Instagram @rachel.h.olsen
Di samping itu, Rachel juga mengungkapkan konsumsi nasi putih dengan sayuran justru bisa membantu mengurangi lonjakan insulin atau gula darah serta membuat seseorang kenyang lebih lama.
Jadi, kamu hanya perlu menyesuaikan porsi dan melengkapi nilai gizi dari nasi putih dengan menambahkan sayur serta protein. "Selalu ingat untuk fokus pada apa yang harus ditambahkan ke makanan untuk melengkapi nilai gizinya," tutup Rachel.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari