Nggak Cuma Ubah Pola Makan, Support System Bantu Keberhasilan Program Diet Kamu

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Rabu, 2 Maret 2022 06:15
Nggak Cuma Ubah Pola Makan, Support System Bantu Keberhasilan Program Diet Kamu
Tak cuma menjaga asuapan, sistem pendukung selama menjalani program diet juga diperlukan lho, Sahabat Dream

Dream - Kelebihan berat badan kerap menjadi masalah bagi sebagian orang. Tak hanya menurunkan kepercayaan diri, bobot yang bertambah tak terkendali juga berpotensi memicu penyakit berbahaya.

Demi memiliki tubuh yang sehat dan ukuran ideal, banyak perempuan maupun laki-laki yang melakukan upaya penurunan berat badan dengan berolahraga dan mengubah pola makan sehat sesuai takaran atau diet.

Shutterstock© Shutterstock

Namun sayangnya, tak jarang mereka yang menjalani diet kesulitan memulai program pembatasan makanan.

“ Mengawali suatu perubahan tidaklah mudah. Banyak pemula yang tidak tahu bagaimana caranya memulai (diet),” jelas Dien Limano, Founder Program Diet Sehat Gak Gendut Lagi pada keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 1 Maret 2022.

1 dari 6 halaman

Sulit Menahan Makan Hingga Tak Ada Sistem Pendukung

Shutterstock© Shutterstock

Kesulitan memulai diet terjadi karena beragam alasan seperti tak cukup kuat menahan goadaan makan hingga tidak adanya sistem pendukung (support system) yang bisa terus memberikan semangat untuk menjalani program diet.

Sistem pendukung ternyata sangat dibutuhkan dan berperan vital dalam kesuksesan program diet loh, Sahabat Dream. Orang-orang yang mendukung program diet tentunya akan lebih mengingatkan dan menjadi penyemangat saat menjalani program diet.

Apalagi kalau orang yang mendukung ini juga ikut serta dalam program penurunan berat badan juga. Seakan-akan rasanya punya teman seperjuangan yang punya misi yang sama.

2 dari 6 halaman

Mencari Support System agar Termotivasi

Mencari teman seperjuangan untuk diet bisa menjadi salah cara supaya bisa terus termotivasi. Menyadari pentingnya support system dalam program diet Dien Limano meluncurkan program baru GGL atau Gak Gendut Lagi.

Shutterstock© Shutterstock

“ GGL atau Gak Gendut Lagi adalah aplikasi kesehatan yang mampu menemani proses menurunkan berat badan dan menjaga gaya hidup sehat,” jelas Dien.

3 dari 6 halaman

Membantu Memulai, Mengoreksi dan Jawab Pertanyaan

Grup di GGL akan membantu para member untuk memulai, mengoreksi jika ada kesalahan, dan menjawab berbagai pertanyaan. “ Berada di grup yang anggotanya memiliki visi dan misi yang sama untuk hidup sehat juga dapat memotivasi pengguna," ungkap Dien.

“ Ada lebih banyak fitur yang dapat diakses. Salah satunya yang akan dirilis dalam waktu dekat yakni fitur Support Group yaitu group chat yang beranggotakan 15 pengguna dengan goals yang sama. Setiap grup dipimpin oleh seorang pembimbing berpengalaman untuk membantu para pengguna mencapai body goals mereka,” tambah Dien.

Fitur ini baru dapat diakses setelah melakukan bimbingan 30 hari bersama pembimbing GGL. Bagi pengguna yang hendak bergabung dengan Support Group, akan mendapat akses gratis selama 30 hari selama masa awal rilisnya fitur.

Hidup sehat dan punya badan bagus seharusnya tidak sulit lagi ya Sahabat Dream. Karena kini bisa dilakukan bersama-sama dengan “ tim” yang memahami kondisi dan siap mendukung di aplikasi Gak Gendut Lagi.

4 dari 6 halaman

Resep Lasagna Low-Carb yang Cocok untuk Program Diet

Dream - Sajian pasta ala Italia, Lasagna, memang sangat memanjakan lidah. Butter, adonan tepung, daging, saus dan keju melimpah lumer di mulut hanya dalam satu suapan ketika masuk ke dalam mulut.

Meski kelezatannya tak lagi diragunkan, terkadang makanan super creamy ini menjadi momok yang cukup menakutkan bagi orang-orang yang sedang menjalankan diet. Apalagi kalau bukan karena kandungan karbohidrat dan lemak yang cukup besar.

Jika Sahabat Dream sedang menjalankan diet, resep Lasagna Low Carb ini bisa jadi pilihan untuk makan enak namun tidak merusak pola diet. Yuk simak resep yang sudah Dream rangkum dari All Recipes.

Bahan-bahan:

Shutterstock© Shutterstock

  • 1½ timun zukini besar, iris tipis memanjang
  • 1 sendok makan minyak zaitun
  • 1/2 kg daging sapi giling
  • 1½ cangkir saus tomat rendah karbohidrat
  • 2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh oregano kering
  • 1 sendok teh lada hitam bubuk
  • 8 ons keju ricotta
  • 1 telur
  • 1 sendok teh pala bubuk
  • 2 cangkir keju mozzarella parut
  • 1 cangkir keju parmesan parut

 

5 dari 6 halaman

Cara Membuat:

Shutterstock© Shutterstock

  • Panaskan oven hingga 375 derajat F (190 derajat C). Olesi loyang berukuran 8 inci dengan semprotan minyak zaitun.
  • Keringkan irisan zucchini dengan handuk kertas untuk menghilangkan kelembapan minyak berlebih.
  • Panaskan minyak zaitun dalam panci di atas api sedang-tinggi. Tambahkan daging giling, masak sampai kecoklatan, 5 sampai 8 menit.
  • Tambahkan saus tomat, 1 sendok teh garam, oregano, dan merica lalu masak selama 10 menit.
  • Campurkan sisa 1 sendok teh garam, keju ricotta, telur, dan pala dalam mangkuk lalu campur semua.
  • Buat 1 lapis irisan timun zukini di loyang yang sudah disiapkan.
6 dari 6 halaman

Buat Berlapis

Shutterstock© Shutterstock

  • Tambahkan lapisan irisan zukini lainnya dan tuangkan saus. Oleskan campuran ricotta di atasnya.
  • Taburi dengan 1 cangkir keju mozzarella dan keju Parmesan di atasnya. Lapisi loyang dengan aluminium foil.
  • Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya selama 30 menit.
  • Lepaskan aluminium foil dan panggang sampai bagian atasnya berwarna keemasan, sekitar 15 menit.
  • Lasagna low-carb siap disantap.
Beri Komentar