© Pexels.com/Vanessa Loring
DREAM.CO.ID - Ketika berbelanja di pasar atau supermarket, kita mungkin tidak pernah terlalu memikirkan apakah tomat, mentimun, atau labu termasuk buah atau sayuran. Pengelompokan tersebut biasanya dilakukan berdasarkan kebiasaan. Bahan makanan yang sering dimasak bersama lauk disebut sayuran, sedangkan yang biasa dimakan langsung atau dibuat jus dianggap buah.
Cara membedakan seperti ini memang terasa masuk akal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika dilihat dari ilmu botani, pembagiannya ternyata tidak sesederhana itu. Beberapa bahan yang selama ini kita anggap sebagai sayuran justru secara ilmiah termasuk buah.
Lantas, apa sebenarnya yang membedakan buah dan sayuran?
Perbedaan Buah dan Sayuran
Dilansir dari Healthline, buah dan sayuran dapat dibedakan melalui dua sudut pandang, yakni botani dan kuliner. Dalam ilmu botani, pengelompokan didasarkan pada bagian tanaman tempat bahan tersebut berkembang.
Buah merupakan bagian tanaman yang terbentuk dari bunga setelah terjadi proses pembuahan. Karena itu, buah pada umumnya mengandung biji yang berfungsi sebagai bagian dari proses reproduksi tanaman. Sementara itu, sayuran dapat berasal dari berbagai bagian tanaman lainnya, seperti akar, batang, daun, atau bagian tertentu yang bukan merupakan buah.
Dari sudut pandang kuliner, pembagian buah dan sayuran lebih banyak dipengaruhi oleh rasa serta cara penggunaannya. Buah biasanya memiliki cita rasa manis atau asam dan kerap dikonsumsi sebagai camilan, bahan minuman, salad, atau hidangan penutup. Sebaliknya, sayuran umumnya memiliki rasa yang lebih gurih atau netral dan sering digunakan dalam masakan utama maupun makanan pendamping.
Perbedaan inilah yang membuat pengelompokan berdasarkan kebiasaan makan tidak selalu sama dengan klasifikasi secara botani.
Tomat menjadi salah satu contoh paling terkenal mengenai perbedaan antara klasifikasi botani dan kuliner. Dalam ilmu botani, tomat jelas termasuk buah karena berkembang dari bunga dan memiliki biji.
Namun, masyarakat lebih sering memperlakukannya sebagai sayuran karena tomat biasanya digunakan dalam masakan, sambal, saus, atau salad, bukan sebagai makanan penutup. Bahkan, perdebatan mengenai status tomat pernah masuk ke ranah hukum di Amerika Serikat.
Pada 1893, Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan tomat dikategorikan sebagai sayuran untuk keperluan peraturan bea cukai. Keputusan tersebut berkaitan dengan cara tomat digunakan dan diperdagangkan, bukan mengubah klasifikasinya secara botani.
Selain tomat, terdapat sejumlah tanaman lain yang sering dianggap sebagai sayuran, padahal secara botani termasuk buah. Contohnya adalah mentimun, alpukat, paprika, terong, zaitun, zucchini, labu, labu musim dingin, serta beberapa jenis polong-polongan.
Terlepas dari perbedaan klasifikasi, buah dan sayuran sama-sama merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Keduanya menyediakan serat, vitamin, mineral, antioksidan, serta berbagai senyawa tumbuhan yang dibutuhkan tubuh.
Buah dan sayuran juga secara alami cenderung rendah sodium dan lemak. Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan dalam komposisi nutrisinya. Buah pada umumnya mengandung lebih banyak gula alami sehingga jumlah kalorinya cenderung lebih tinggi dibandingkan sebagian besar sayuran.
Kandungan airnya juga berbeda-beda. Sayuran berdaun, misalnya, dapat mengandung sekitar 84–95 persen air. Pada buah, kandungan airnya berkisar sekitar 61–89 persen, tergantung jenisnya.
Beberapa buah juga dapat menyediakan serat dalam jumlah cukup tinggi. Namun, tidak berarti salah satunya lebih baik daripada yang lain. Setiap jenis buah dan sayuran memiliki kombinasi vitamin, mineral, antioksidan, serta senyawa tumbuhan yang berbeda.
Jadi, jika selama ini kita mengira buah dan sayuran hanya dibedakan berdasarkan rasa atau cara memasaknya, ilmu botani memberikan jawaban yang berbeda. Buah berasal dari bagian bunga dan biasanya mengandung biji, sedangkan sayuran dapat berasal dari akar, batang, daun, atau bagian tanaman lainnya. Karena itu, jangan heran jika mentimun, tomat, terong, dan paprika ternyata masuk kategori buah secara ilmiah, meskipun sehari-hari lebih sering kita perlakukan sebagai sayuran.
Advertisement

Bisa Duduk dan Berdiri Tanpa Bantuan Tangan? Tes Sederhana Ini Bisa Menggambarkan Kebugaran Tubuh


Dunia pada 1293: Peristiwa di Seluruh Dunia saat Majapahit Berdiri

Ibu Eva Dwiana Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Leadership di Sraya Nusa

8 Cara Membantu Anak Mengembangkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
