© Pexels.com/Kampus Production
DREAM.CO.ID - Ketika hidup tiba-tiba berubah, hal sederhana seperti bangun tidur pada jam yang sama, makan secara teratur, atau menyelesaikan pekerjaan rumah dapat terasa tidak penting. Seseorang yang kehilangan pekerjaan, sedang menghadapi persoalan pribadi, atau harus merawat anggota keluarga mungkin justru kehilangan pola hidup yang sebelumnya membuat hari terasa teratur. Kondisi tanpa jadwal yang jelas ternyata dapat menambah beban psikologis.
Dilansir dari Verywell Mind, diketahui bahwa rutinitas dapat membantu seseorang menghadapi masa penuh tekanan dengan memberikan struktur, rasa normal, dan kendali terhadap hal-hal yang masih bisa diatur. Penelitian juga menunjukkan bahwa rutinitas dapat membantu mengelola stres dan kecemasan, sekaligus membuat seseorang lebih fokus dan produktif.
Ketika Hari Kehilangan Rutinitasnya
Tanpa rutinitas, seseorang memiliki lebih sedikit aktivitas yang perlu dipikirkan. Sekilas kondisi tersebut terdengar menyenangkan, tetapi justru dapat membuat pikiran semakin terpaku pada persoalan yang sedang dihadapi.
Psikolog Rachel Goldman menjelaskan bahwa ketika seseorang tidak memiliki struktur dan hanya memiliki sedikit hal untuk dikerjakan, perhatian dapat semakin terpusat pada situasi yang membuat stres. Kondisi tersebut kemudian berpotensi meningkatkan kecemasan dan tekanan psikologis.
Karena itu, membangun kembali struktur sederhana dapat menjadi salah satu cara memutus siklus tersebut. Rutinitas tidak harus berarti jadwal yang sangat ketat. Yang terpenting adalah adanya pola yang cukup dapat diprediksi, misalnya menentukan waktu bangun, tidur, makan, bekerja, dan melakukan aktivitas tertentu.
Salah satu manfaat rutinitas adalah mengurangi energi mental yang dibutuhkan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan setiap hari. Ketika aktivitas dasar seperti makan, tidur, membersihkan diri, atau menyelesaikan pekerjaan sudah menjadi kebiasaan, seseorang tidak perlu terus-menerus memikirkannya.
Penelitian yang dirangkum dalam sumber tersebut menyarankan agar seseorang terlebih dahulu memprioritaskan rutinitas dasar, seperti mengonsumsi makanan seimbang, tidur cukup, dan menjaga kebersihan diri. Setelah itu, aktivitas lain seperti olahraga, pekerjaan, belajar, bersosialisasi, dan hiburan dapat dimasukkan ke dalam jadwal.
Struktur tersebut juga dapat membantu seseorang menyisihkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan. Menonton acara favorit, menelepon teman, menjalankan hobi, atau berjalan kaki dapat menjadi bagian dari rutinitas, bukan aktivitas yang baru dilakukan jika semua pekerjaan sudah selesai.
Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda dalam mengatur hari. Ada yang terbantu dengan jadwal rinci berdasarkan blok waktu, sementara orang lain justru lebih nyaman menggunakan daftar tugas yang fleksibel.
Untuk pekerjaan yang penting dan memiliki tenggat tertentu, menetapkan waktu khusus dapat membantu mencegah penundaan. Sebaliknya, tugas yang kurang menyenangkan juga sebaiknya dijadwalkan secara sengaja agar tidak terus-menerus ditunda.
Namun, rutinitas bukan berarti seseorang harus mematuhi jadwal tanpa pengecualian. Kondisi hidup dapat berubah dari hari ke hari, sehingga jadwal perlu disesuaikan dengan tingkat energi dan kebutuhan masing-masing.
Goldman menyarankan agar seseorang memperhatikan kapan dirinya mulai merasa lelah atau kehilangan motivasi. Pada waktu tersebut, tubuh dan pikiran mungkin membutuhkan jeda, seperti berjalan sebentar, menikmati makanan ringan, beristirahat, atau melakukan hobi.
Pada akhirnya, membangun rutinitas membutuhkan waktu dan latihan. Jadwal yang tidak berjalan sempurna bukan berarti gagal. Justru fleksibilitas menjadi bagian penting dari rutinitas yang sehat, terutama ketika seseorang sedang menghadapi perubahan besar. Memberikan ruang untuk beradaptasi dapat membantu rutinitas menjadi alat untuk mengurangi tekanan, bukan sumber tekanan baru.
Advertisement

9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Pemanasan Global Memutus Hubungan Iklim 400 Tahun antara Samudra Hindia dan Pasifik

Mengapa Rutinitas Harian Penting Saat Hidup Penuh Stres dan Ketidakpastian?

JK Bicara Teknologi AI: 'Kebutuhan Mendasar dalam Kehidupan Masa Depan'
