© Pexels.com/Patricio Ledeill
DREAM.CO.ID - Istilah " orang tua yang menyenangkan" membawa banyak konotasi dan prasangka, baik positif maupun negatif. Sosok ini kerap digambarkan sebagai orang tua yang membuat anak-anak tertawa, selalu punya energi untuk bermain, dan tampak mahir secara alami dalam setiap permainan.
Bayangan yang mungkin muncul di benak Anda adalah orang tua yang senang menyelami dunia imajinasi anak-anaknya, dan jika Anda merasa bukan tipe orang tua seperti ini, rasa iri kecil terhadap pasangan yang lebih " seru" bisa saja muncul. Di sisi lain, ada juga orang tua yang memakai kegiatan-kegiatan berisiko seperti bermain skateboard, begadang, atau tambahan waktu bermain gadget sebagai cara mendekatkan diri dengan anak, kadang sampai mengesampingkan aturan atau rutinitas yang sudah disepakati bersama orang tua atau wali lain.
Mengutip Parents, berikut definisi " orang tua yang menyenangkan" , tanda-tanda yang perlu diperhatikan, serta jebakan yang bisa muncul dari label ini dalam keluarga Anda.
Dr. Tamar Z Kahane, Psy.D., psikolog klinis sekaligus pendiri The Kahane Center, menjelaskan bahwa menjadi orang tua yang menyenangkan pada dasarnya berarti tahu cara bermain dan bersikap konyol, sekaligus bersedia melepas kekakuan. " Orang tua yang menyenangkan tidak menganggap diri mereka terlalu serius, tidak perlu sempurna. Mereka bisa sedikit menertawakan diri mereka sendiri dan menjadi spontan," katanya.
Dr. Sham Singh, MD, psikiater di WINIT Clinic, menambahkan bahwa sejumlah karakteristik biasanya menyertai sosok orang tua yang menyenangkan:
Merangkul sisi bermain dan kreatif diri sendiri
Melepaskan sebagian aturan ketat demi menikmati momen bersama anak
Ciri-ciri utama " orang tua yang menyenangkan" mencakup:
Mengacu pada poin Dr. Singh, ayah kerap dipandang sebagai sosok orang tua yang menyenangkan dalam keluarga. Ibu, sebaliknya, lebih sering menanggung urusan logistik seperti menjadwalkan janji temu dan mengurus berbagai tugas rumah tangga, sehingga waktu dan energi untuk bermain menjadi lebih terbatas.
Peran ibu sebagai orang tua " default" turut membentuk dinamika yang berulang ini. Pola ini tentu tidak berlaku mutlak — orang tua bertipe lebih santai, misalnya, bisa saja menemukan dirinya justru mengambil peran sebagai sosok yang menyenangkan. Orang tua tunggal, yang harus menanggung sendiri seluruh urusan memasak, menjadwalkan, dan pekerjaan administratif pengasuhan anak, juga kerap merasa kurang dianggap " menyenangkan" dibanding orang dewasa atau pengasuh lain dalam kehidupan anak mereka.
Kemampuan bersenang-senang bersama anak membawa sejumlah manfaat nyata.
" Bermain bisa menjadi penawar stres yang hebat di rumah, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk menjelajahi, menjadi kreatif, mengekspresikan diri mereka, dan terlibat dalam pembelajaran," kata Dr. Kahane. Ia menambahkan bahwa suasana santai memberi ruang subur bagi perkembangan sosial-emosional, imajinasi, dan kemampuan memecahkan masalah pada anak. Anak-anak yang tumbuh dalam suasana santai cenderung lebih mampu mengelola pikiran mereka sendiri, sekaligus membangun pengalaman positif dan kenangan yang bertahan lama.
Dr. Kahane juga menyoroti manfaat peran ini bagi orang tua:
Melepaskan sisi kekanak-kanakan membantu orang tua meredakan stres sekaligus mempererat hubungan dengan anak
Anak yang merasa aman, terlindungi, dan dicintai oleh orang tua yang menyenangkan cenderung lebih terbuka mendekati orang tua tersebut saat menghadapi masalah atau kekhawatiran
Terlepas dari apakah Anda merasa cocok dengan label " orang tua yang menyenangkan" atau tidak, banyak cara tersedia untuk bersenang-senang bersama anak — tinggal menemukan cara yang paling pas untuk Anda. Bagi yang bukan tipe perencana kegiatan rumit, tidak perlu khawatir dicap membosankan oleh anak; proyek seni sederhana dan permainan dalam ruangan bisa dilakukan dari kenyamanan rumah.
Beberapa saran sederhana berikut bisa dicoba:
Menurut Dr. Kahane, kesenangan kadang sesederhana melibatkan anak dalam kegiatan yang Anda nikmati sendiri. " Jika Anda suka memasak atau memanggang, undang mereka untuk bergabung dengan Anda di dapur dan biarkan mereka membantu," katanya. Pencinta musik bisa mencoba pesta dansa bersama anak, sementara pencinta buku bisa mencari buku-buku konyol untuk dibaca bersama. Apa pun pilihannya, biarkan diri melepas kekakuan dan amati bagaimana anak meresponsnya.
Biarkan anak memimpin jalannya permainan. " Luangkan waktu sejenak untuk mendengarkan dan mengamati dengan cermat saat Anda memasuki dunia permainan mereka," kata Dr. Kahane. Ia menyarankan orang tua meminta anak memberi peran tertentu atau sekadar menceritakan jalannya permainan, alih-alih mengambil alih kendali.
Malam menonton film yang santai, lengkap dengan camilan dan benteng bantal buatan anak-anak, juga bisa dicoba sebagai bentuk eksperimen " second best parenting" .
Apa pun cara yang dipilih untuk menambah kesenangan dalam hubungan orang tua-anak, Dr. Kahane mengingatkan pentingnya memberi apresiasi pada diri sendiri. " Meluangkan waktu untuk menumbuhkan keterampilan baru, yaitu, bersenang-senang dengan anak Anda, adalah proses yang mungkin tidak mudah pada awalnya, tetapi akan menjadi lebih mudah."
Advertisement