Bikin Pemilik Jadi Tajir, Perusahaan Ini Bikin `Cuan` Rp119 T dalam 6 Bulan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 5 Oktober 2019 13:00
Bikin Pemilik Jadi Tajir, Perusahaan Ini Bikin `Cuan` Rp119 T dalam 6 Bulan
Perusahaan induk tentu saja senang. Sampai-sampai si pemilik jadi miliarder dunia.

Dream – Siapa yang tidak mengenal Tik Tok? Aplikasi ini populer di kalangan muda tapi dipandang sebelah mata oleh generasi yang lebih tua.

Terlepas dari cara memandang Tik Tok, siapa sangka platform ini memberikan kontribusi pendapatan besar terhadap induknya, ByteDance.

Dikutip dari Next Shark, Sabtu 5 Oktober 2019, Reuters memberitakan Tik Tok diperkirakan membukukan pendapatan 50 miliar—60 miliar yuan sekitar Rp99,23 triliun—Rp119,08 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Melihat capaian ini, sang induk optimistis percaya diri untuk bisa menghasilkan laba pada paruh kedua 2019.

Sekadar catatan, ByteDance belum membuat pengumuman publik tentang klaim tersebut.

 

1 dari 4 halaman

Bikin Sang Pemilik Jadi Miliarder Dunia

 

Tik Tok, merevisi target pendapatan pada 2019 dari 100 miliar yuan (Rp198,44 triliun) menjadi 120 miliar yuan (Rp238,13 triliun) karena pertumbuhan yang tidak terduga.

Pada 2018, secara keseluruhan ByteDance mengantongi pendapatan sekitar US$7,2 miliar (Rp102,14 triliun), menurut CNBC.

ByteDance merupakan salah satu unicorn paling bernilai. Sang pendiri, Zhang Yimin, menduduki peringkat ke-103 sebagai orang terkaya di dunia dengan harta US$13 miliar (Rp184,37 triliun), berdasarkan Bloomberg Billionaire Index. Platform ini memiliki 1,5 milar pengguna aktif bulanan dan 700 juta harian. (Sah)

2 dari 4 halaman

Pernah Kena Denda Rp80,5 Miliar

 TikTok jadi Unduhan Medsos Tertinggi di AS pada Oktober 2018

Dream - Pemerintah Amerika Serikat mendenda kanal berbagi video, TikTok, sebesar US$5,7 juta, setara Rp80,5 miliar. Denda itu dilayangkan atas usaha TikTok menggali informasi data personal dari anak-anak.

Komisi Dagang Federal (FTC) AS mengatakan, denda itu merupakan yang terbesar sepanjang investigasi informasi rahasia mengenai anak-anak.

Media sosial yang mengakuisisi Musical.ly tersebut memang banyak digunakan anak-anak. TikTok bahkan sempat menyaingi Facebook, Instagram, dan Snapchat.

Meski mengetahui penggunanya di bawah usia yang ditentukan, TikTok gagal mendapat persetujuan orang tua anak pemilik telepon pintar. Persyaratan ini disyaratkan Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak.

" Operator Muscial.ly, sekarang dikenal sebagai TikTok, mengetahui banyak anak menggunakan aplikasi ini, tapi TikTok masih gagal mencari izin orang tua sebelum anak-anak di bawah 13 itu mendaftarkan nama, alamat email dan informasi pribadi lainnya," kata pejabat FTC, Joe Simons, dikutip dari Hongkong FP, Senin 4 Maret 2019.

Joe mengatakan, hukuman ini menjadi pengingat bahwa layanan online dan laman yang menargetkan anak-anak tak boleh mengabaikan izin.

TikTok merupakan layanan kanal video milik ByteDance China. Mereka memperluas jaringan hingga ke AS dengan membeli Musical.ly.

3 dari 4 halaman

Hanya Mengejar Target Penggunaan

Regulator perlindungan konsumen AS mengatakan sebanyak 65 juta akun telah mendaftar ke layanan ini.

" Praktik-praktik semacam ini mencerminkan perusahaan mengejar pertumbuhan penggunaan aplikasi dengan mengorbankan anak-anak," kata komisioner FTC, Rohit Chopra dan Rebecca Kelly Slaughter.

TikTok telah menghadapi kritik di seluruh dunia. Aplikasi ini kerap menampilkan konten sugestif seksual yang tak pantas untuk anak-anak.

TikTok dalam pernyataannya, akan membuat perlindungan privasi tambahan untuk anak-anak.

" Kebijakan ini adalah prioritas kami untuk menciptakan pengalaman yang aman dan ramah bagi semua pengguna, dan kami telah berkomitmen untuk melindungi komunitas pengguna kami," kata TikTok.

 

4 dari 4 halaman

TikTok Makin Terkenal, Runtuhkan Dominasi Facebook & Instagram

Dream - Keputusan perusahaan aplikasi asal Beijing, ByteDance mengakuisisi aplikasi remaja, Musical.ly, pada 2017 mulai membuahkan hasil. Gabungan Musical.ly dan TikTok berhasil merebut pangsa pasar Amerika Serikat (AS).

Awal November 2018 ini, TechCrunch melaporkan gabungan Musical.ly dan TikTok berhasil berada di puncak unduhan App Store AS. Data dari firma intelijen aplikasi Sensor Tower, TikTok berhasil melampaui perolehan Facebook, Instagram, YouTube dan Snapchat yang dipasang untuk pertama kalinya pada September 2018.

" Ini melampaui empat aplikasi lain dalam hal unduhan harian pada 29 September, dengan 29,7 persen unduhan dari aplikasi sejenis," kata perusahaan itu.

Unduhan TikTok mencapai setinggi 42,4 persen di antara aplikasi lain pada pada 30 Oktober.

Pada September, pemasangan TikTok tumbuh sekitar 31 persen. Total aplikasi ini telah diunduh sebanyak 3,81 juta pengguna di App Store dan Google Play. Ini mengalahkan Facebook, yang memiliki 3,53 juta pemasangan pertama kali.

Perhitungan secara year-over-year, pemasangan TikTok di AS naik 237 persen dari 1,13 juta pengguna pada Oktober 2017.

Di awal bulan ini, TikTok masih terdaftar di peringkat empat unduhan di App Store, di atas Facebook (nomor 7) dan Messenger (nomor 5). TikTok hanya kalah dari YouTube (nomor 1), Instagram (nomor 2) dan Snapchat (nomor 3).

Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa rasio keterlibatan pengguna (engagement) aplikasi ini masih kalah ketimbang Facebook, Instagram, Youtube, dan Snapchat yang mencapai 95 persen. TikTok hanya memiliki keterlibatkan sebesar 29 persen.(Sah)

[crosslink_1]

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik